TRIBUN-BALI.COM - Kinerja PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) di awal tahun 2026 membaik. Hal ini nampak dari laba bersih per Januari 2026 yang meningkat 85,39 persen secara tahunan menjadi Rp 3,72 triliun dari Rp 2 triliun di Januari 2025.
Kenaikan laba bersih BRI tersebut ditopang dari pendapatan bunga yang juga tumbuh 1,92 % secara tahunan menjadi Rp 13,24 triliun pada Januari 2026.
Angka tersebut bertumbuh dari periode sama tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp 12,99 triliun.
Di Januari 2026, beban bunga BRI juga menurun sebesar 15,23 % secara tahunan menjadi Rp 3,45 triliun dari Rp 4,07 triliun di Januari 2025. Efeknya pendapatan bunga bersih BBRI naik 9,75 % secara year on year menjadi Rp 9,79 triliun.
Baca juga: PERANG Timur Tengah, Satu Keluarga WNA Irak Masuk Indonesia Gunakan Paspor Palsu Berhasil Digagalkan
Baca juga: Tabel Angsuran KUR BPD Bali Maret 2026, Pinjaman Kredit KUR Kecil Rp100-500 Juta, Bunga 6 Persen
Beban operasional lainnya yang harus ditanggung BRI pada Januari 2026 juga turun 18,13 % secara tahunan menjadi Rp 5,16 triliun.
Efeknya laba operasional BRI di periode awal tahun 2026 melesat 76,65 % secara tahunan Rp 4,63 triliun.
Penurunan beban operasional ditopang dari kerugian penurunan nilai aset keuangan (impairment) yang hanya tercatat Rp 4,13 triliun di Januari 2026 turun dari posisi Januari 2025 sebesar Rp 5,63 triliun.
Sementara pendapatan komisi, provisi, fee dan administrasi naik tipis menjadi Rp 1,65 triliun dari Rp 1,6 triliun. Dari pos neraca per Januari 2026, aset BRI naik 7,72 % secara tahunan menjadi Rp 1.967,68 triliun dari Rp 1.826,72 triliun.
Kenaikan tersebut salah satunya ditopang dari penyaluran kredit yang juga naik 11,95 % secara tahunan menjadi Rp 1.354,09 triliun di Januari 2026. Pada Senin (2/3), harga saham BBRI turun 2,3?ri hari sebelumnya menjadi Rp 3.820 per saham. (kontan)