Ungkap Alasan Surat Telat Dikirim, Klarifikasi Lengkap Panpel Persija Soal Polemik Latihan Borneo FC
Doan Pardede March 04, 2026 07:19 AM

TRIBUNKALTIM.CO - Sekitar satu setengah jam jelang kick off laga Persija Jakarta vs Borneo FC di Jakarta International Stadium (JIS), Sunter, Jakarta, Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Persija, Ferry Indrasjarief atau Bung Ferry, memberikan klarifikasi terkait polemik penggunaan lapangan latihan oleh tim tamu.

Bung Ferry menjelaskan bahwa sejak awal panpel telah menyampaikan kepada pihak Borneo FC bahwa sesi official training (OT) dijadwalkan berlangsung di lapangan latihan, bukan di lapangan utama stadion.

Namun, situasi berubah ketika rombongan Borneo FC sudah berangkat dari hotel menuju stadion.

“Kami sudah menyampaikan bahwa latihan dilakukan di lapangan latihan. Tetapi saat mereka menuju stadion, ada permintaan untuk menggunakan lapangan utama. Mereka juga menyebut belum menerima surat resmi,” ujar Bung Ferry di JIS, Selasa (3/3/2026) seperti dilansir Tribunnews.com.

Baca juga: Borneo FC Tahan Persija 2-2 di JIS, Pelatih Fabio Lefundes: Satu Poin yang Sangat Penting

Ia mengakui adanya keterlambatan dalam pengiriman surat resmi kepada pihak Borneo FC.

Bung Ferry menyebut hal tersebut sebagai bentuk keteledoran dalam pengawasan administrasi dan secara terbuka menyampaikan permohonan maaf.

"Terkait keterlambatan surat resmi, saya mengakui itu merupakan keteledoran saya dalam melakukan pengawasan. Saya mohon maaf atas hal tersebut. Ini menjadi pelajaran penting bagi kami ke depan,” ucapnya.

Untuk mencegah situasi semakin memanas, panpel akhirnya mengizinkan Borneo FC menggunakan lapangan utama untuk menjalani latihan, meski terdapat kekhawatiran terhadap kondisi rumput menjelang pertandingan.

“Daripada situasi memanas, kami izinkan dengan risiko kondisi lapangan yang mungkin tidak bisa dijamin sepenuhnya.

Namun setelah saya cek langsung, alhamdulillah lapangan masih cukup layak,” terang Bung Ferry.

Lebih lanjut, Bung Ferry menegaskan bahwa tidak ada unsur diskriminasi terhadap tim tamu.

Ia menjelaskan bahwa kebijakan tidak menggunakan lapangan utama saat official training selama ini diterapkan demi menjaga kualitas rumput stadion.

Bahkan, Persija sebagai tuan rumah juga tidak menggunakan lapangan utama untuk sesi latihan resmi.

“Mungkin memang terjadi miskomunikasi. Sepanjang musim ini, semua tim cukup kooperatif. Borneo bisa dibilang menjadi tim pertama yang menjalani official training di dalam stadion,” jelasnya.

Setelah keputusan tersebut diambil, Persija juga meminta perlakuan yang sama apabila tim tamu diperbolehkan menggunakan lapangan utama.

Panpel kemudian mengizinkan kedua tim menjalani latihan di lapangan yang sama.

Bung Ferry menambahkan, dalam regulasi kompetisi sebenarnya disebutkan bahwa fasilitas utama untuk latihan adalah lapangan utama pertandingan.

Memasuki pekan ke-24 kompetisi, Bung Ferry menilai tensi persaingan antar tim semakin meningkat.

Baca juga: Khawatir Rumput Rusak! Pelatih Persija Jelaskan Alasan Borneo FC Sempat Dilarang Latihan di JIS

Dari total 18 klub peserta, hanya beberapa tim yang masih berpeluang bersaing di papan atas dan memperebutkan gelar juara.

Tekanan dari suporter maupun manajemen klub dinilai turut memengaruhi situasi di lapangan.

Karena itu, ia berharap semua pihak dapat menahan diri dan menjaga suasana tetap kondusif.

Di akhir pernyataannya, Bung Ferry juga mengapresiasi sikap suporter kedua tim.

Sekitar 20 pendukung Borneo FC yang hadir di stadion bahkan mendapat jaminan keamanan dan fasilitasi dari kelompok suporter Persija, Jakmania.

“Keharmonisan ini harus tetap dijaga. Jangan sampai persoalan teknis dibesar-besarkan di media sosial dan memicu emosi. Fokus pada pertandingan dan dukungan untuk tim,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.