TRIBUNKALTIM.CO - Situasi geopolitik di Timur Tengah yang kembali memanas imbas perang antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran kini berdampak hingga ke dunia olahraga.
Sosok Cristiano Ronaldo, bintang Al Nassr itu dilaporkan meninggalkan Riyadh, Arab Saudi menuju Madrid, Spanyol, di tengah eskalasi konflik.
Kepergian Cristiano Ronaldo terjadi setelah serangan drone yang diklaim diluncurkan Iran menghantam kompleks Kedutaan Besar Amerika Serikat di Riyadh pada Selasa dini hari, 3 Maret 2026.
Serangan tersebut disebut sebagai bagian dari rangkaian balasan Iran atas serangan militer AS dan Israel terhadap wilayah Iran yang dimulai akhir pekan lalu.
Laporan dari media Inggris Daily Mail menyebutkan bahwa megabintang asal Portugal itu meninggalkan Arab Saudi bersama pasangannya Georgina Rodriguez dan kelima anaknya.
Meski belum ada pernyataan resmi dari pihak Cristiano Ronaldo, langkah tersebut memicu spekulasi bahwa faktor keselamatan keluarga menjadi pertimbangan utama.
Baca juga: Finalissima 2026 Spanyol vs Argentina Terancam Pindah dari Qatar Imbas Perang AS-Israel vs Iran
Berdasarkan data pelacakan penerbangan Flightradar24, jet pribadi Cristiano Ronaldo jenis Bombardier Global Express 6500 lepas landas dari Riyadh sekitar pukul 20.00 waktu setempat pada Senin malam, 2 Maret 2026.
Pesawat itu tiba di Madrid hampir pukul 01.00 waktu setempat pada Selasa, 3 Maret 2026.
Dalam penerbangan hampir tujuh jam tersebut, jet milik Cristiano Ronaldo menempuh rute memutar melalui wilayah Mesir dan Laut Mediterania guna menghindari zona konflik udara di kawasan Teluk.
Dalam dunia penerbangan, zona konflik merujuk pada wilayah udara yang berpotensi berbahaya akibat aktivitas militer atau ancaman serangan, sehingga maskapai atau penerbangan pribadi biasanya memilih jalur alternatif demi keamanan.
Jet pribadi yang digunakan Ronaldo bukan pesawat biasa. Bombardier Global Express 6500 yang dibelinya pada 2024 itu memiliki nilai sekitar 81 juta dolar AS atau setara Rp 1,3 triliun.
Pesawat tersebut mampu menampung hingga 15 penumpang dan dilengkapi fasilitas mewah seperti ruang duduk dengan sofa dan meja, kamar tidur dengan tempat tidur ganda, hingga area shower terpisah. Jet itu juga dikustomisasi dengan logo CR7, merek pribadi Ronaldo.
Serangan Drone dan Situasi Perang
Serangan yang memicu kepanikan di Riyadh disebut melibatkan dua drone yang mengarah ke kompleks Kedutaan Besar AS.
Kementerian Pertahanan Arab Saudi menyatakan bahwa serangan itu menyebabkan kebakaran dan kerusakan material ringan pada gedung, tanpa korban jiwa.
Serangan tersebut terjadi setelah konflik antara Iran dan koalisi AS-Israel meningkat drastis.
Disebutkan bahwa serangan awal menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan yang menyebabkan enam tentara AS tewas dan 18 lainnya terluka.
Ledakan juga dilaporkan terdengar di berbagai kota kawasan Teluk seperti Dubai, Doha, dan Manama, serta di Yerusalem. Beberapa pesawat tempur AS bahkan dilaporkan jatuh di Kuwait, meski awaknya berhasil selamat.
Departemen Luar Negeri AS mendesak warganya meninggalkan lebih dari selusin negara Timur Tengah.
Ribuan warga asing pun dilaporkan mulai mengungsi dari wilayah-wilayah yang dinilai berisiko tinggi.
Dampak ke Dunia Sepak Bola Asia
Konflik ini tak hanya berdampak pada keamanan sipil, tetapi juga kalender olahraga.
Asian Football Confederation (AFC) mengumumkan penundaan seluruh pertandingan babak 16 besar AFC Champions League Elite 2025-26 wilayah Barat yang semula dijadwalkan 2-3 Maret, serta perempat final AFC Champions League Two dan Challenge League pada 3-4 Maret.
Penundaan ini turut memengaruhi jadwal Al Nassr, klub yang diperkuat Ronaldo, di ajang Asian Champions League Two. AFC menegaskan bahwa keselamatan pemain, ofisial, dan suporter menjadi prioritas utama dalam situasi yang tidak menentu.
Istilah “wilayah Barat” dalam kompetisi AFC merujuk pada zona yang mencakup klub-klub dari Timur Tengah dan Asia Barat, berbeda dengan zona Timur yang melibatkan negara-negara Asia Timur dan Asia Tenggara.
Kondisi Cedera Ronaldo Jadi Tanda Tanya
Di tengah situasi keamanan yang tidak stabil, kondisi fisik Ronaldo juga menjadi sorotan.
Sebelumnya, ia sempat mengalami masalah otot saat Al Nassr mengalahkan Al Feiha pada akhir pekan lalu.
Dalam pertandingan tersebut, Ronaldo ditarik keluar pada menit ke-81 dan digantikan oleh Abdullah Al Hamddan.
Meski begitu, laporan dari media lokal Arriyadiyah menyebutkan bahwa Ronaldo tetap mengikuti latihan dalam ruangan bersama tim pada Senin, 2 Maret 2026.
Namun, Cristiano Ronaldo dan tim medis masih menunggu hasil pemeriksaan rontgen. Rontgen atau X-ray adalah metode pencitraan medis yang digunakan untuk melihat kondisi tulang dan jaringan tertentu guna memastikan ada tidaknya cedera serius.
Menghadapi sisa musim 2026, pihak klub tentu tidak ingin mengambil risiko yang dapat memperparah cedera sang kapten.
Ketersediaan Ronaldo untuk laga Al Nassr melawan Neom SC pada pekan ke-25 Liga Arab Saudi, Minggu, 8 Maret 2026, pun masih menjadi tanda tanya besar.
Perjalanan Ronaldo di Arab Saudi
Ketika Cristiano Ronaldo pertama kali menginjakkan kaki di Arab Saudi pada awal 2023 untuk bergabung dengan Al Nassr, ia datang dengan reputasi sebagai “Raja Trofi” dari Eropa.
Kepindahannya dianggap sebagai deklarasi besar yang akan mengangkat level kompetisi Liga Arab Saudi.
Ekspektasi tinggi mengiringi langkahnya. Namun, hampir tiga tahun berselang, perjalanan Ronaldo di Riyadh diwarnai paradoks: performa individu tetap bersinar, tetapi gelar kolektif belum sepenuhnya sesuai harapan.
Kini, di tengah konflik geopolitik yang memanas, masa depan Ronaldo di Arab Saudi kembali menjadi bahan spekulasi.
Apakah kepergiannya hanya bersifat sementara demi keamanan keluarga, atau menjadi sinyal kemungkinan perubahan lebih besar, belum ada kepastian.
Menunggu Kepastian Resmi
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Ronaldo maupun manajemen Al Nassr terkait kepergian tersebut.
Namun fakta bahwa jet pribadinya terbang ke Madrid di tengah eskalasi konflik membuat spekulasi sulit dihindari.
Dalam situasi global yang rapuh, keputusan pribadi seorang atlet kelas dunia tidak bisa dilepaskan dari pertimbangan keselamatan keluarga dan stabilitas lingkungan tempat tinggalnya.
Konflik Iran vs AS-Israel kini bukan sekadar isu politik dan militer, tetapi telah menjalar ke berbagai sektor, termasuk olahraga profesional. Dunia menanti bagaimana situasi ini akan berkembang dalam beberapa pekan ke depan.