TRIBUNNEWS.COM - Inter Milan belum bisa mengintip persentase lolos ke Final Coppa Italia 2025/2026 setelah ditahan imbang Como 1907 pada leg 1 babak semifinal.
Hasil pertandingan Como 1907 vs Inter Milan di Giuseppe Sinigaglia, Italia, berkesudahan lewat skor 0-0, Rabu (4/3) dini hari WIB.
Hasil ini cukup merugikan bagi Inter Milan karena mereka tidak bisa 'nyicil ayem' untuk melihat peluang ke final.
Sebab secara persentase, dengan skor kacamata, baik Como dan Inter Milan memiliki peluang sama besarnya 50:50 untuk lolos ke partai puncak.
Penentuan siapa yang berhak melenggang ke Final Coppa Italia 2025/2026 antara Inter Milan vs Como pada leg 2 semifinal, berlangsung di Giusppe Meazza, 23 April mendatang.
Secara permainan, tuan rumah memang lebih mendominasi. Skuad asuhan Cesc Fabregas unggul tipis 51 persen ball possessions berbanding 41 milik Nerazzurri.
Pun halnya dengan intensitas serangan mereka. Statistik menunjukkan tidak ada sepakan on target yang dilepaskan para pemain Inter Milan dari tiga kali percobaan.
Data lebih baik dimiliki Nico Paz dan kolega. Como melepaskan lima percobaan tembakan, di mana satu antaranya on target.
Melihat statistik ini sudah bisa diraba bagaiman 'ancurnya' permainan Inter Milan. Wajar kemudian pelatih Nerazzurri, Cristian Chivu, muak atas performa anak asuhnya.
Secara terbuka dia menyebut Inter Milan bermain jelek menghadapi Como.
"Ini bukan Inter Milan, jujur saja, pertandingannya jelek, tidak enak untuk ditonton," pengakuan kekecewaan Cristian Chivu setelah pertandingan, dikutip dari laman Gianluca Di Marzio.
Baca juga: Penyesalan Dimarco Sekalipun Bikin Banyak Gol, Kejayaan Inter Milan di Serie A Lebih Penting
Pelatih asal Rumania ini tidak bisa memungkiri bahwa line-up seadanya dipaksakan bermain di laga ini.
"Kami mengalami beberapa situasi darurat, kami harus melakukan beberapa pergantian pemain, dan untuk pertama kalinya, kami bermain dengan dua gelandang serang di belakang striker," tambah pria yang pernah menjadi bagian dari skuad Treble Winners Inter Milan musim 2009/2010.
Inter Milan akan mencoba mencari pelampiasan kekecewaan hasil imbang melawan Como pada Derby della Madonnina.
Yap, tim Biru-Hitam akan melakoni grande partita pada giornata 28, melawan AC Milan, Senin (9/3) pukul 02.45 WIB di San Siro Stadium.
Kemenangan menjadi harga mati bagi Inter Milan yang kini unggul 10 poin atas AC Milan di peringkat kedua.
Jika menang, bisa diklaim Inter Milan tinggal menunggu waktu saja untuk mengamankan gelar Scudetto 2025/2026, dengan sisa 10 giornata.
Hanya saja masalahnya, Inter Milan tidak dalam kondisi menguntungkan, khususnya di lini serang.
Cristian Chivu memastikan Lautaro Martinez belum bisa bermain akibat cedera yang dialami. Hal serupa juga berlaku kepada striker pelapisnya, Ange-Yoan Bonny.
"Duet Lautaro-Thuram? Tidak, kami hanya memiliki dua opsi penyerang yang tersedia, yakni Marcus (Thuram-red) dan Pio (Esposito-red)," ucap Chivu melanjutkan.
"Bonny memiliki masalah soal kebugaran fisik, sementara Lautaro masih akan absen sementara waktu. Kami harus memanfaatkan keadaan yang ada dan para pemain pandai memahami kesulitan tersebut."
"Kesiapan derby? Kami punya waktu untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin selama empat hari ke depan. Kami akan mengevaluasi kekuatan kami, tetapi saya yakin kami akan siap," pungkas allenatore berusia 45 tahun.
(Tribunnews.com/Giri)