Kala Seniman dan Budayawan Banjar Berkumpul, Bahas Penguatan Organisasi hingga Program
Irfani Rahman March 04, 2026 10:52 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA- Para seniman dan budayawan di Kabupaten Banjar berkumpul dalam kegiatan silaturahmi yang dirangkai dengan buka puasa bersama di Guest House Sultan Sulaiman, Martapura, Selasa (3/3/2026) petang. 

Pertemuan tersebut diinisiasi Dewan Kesenian Banjar dengan tema “Merawat Tradisi, Menguatkan Kolaborasi: Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Insan Seni Banjar.”

Ketua Umum Dewan Kesenian Kabupaten Banjar, Rahmat Saleh, mengatakan pertemuan tersebut juga dimanfaatkan untuk membahas sejumlah rencana penguatan organisasi, termasuk kebutuhan sekretariat serta dukungan anggaran untuk kegiatan seni dan budaya.

Menurutnya, sejumlah rencana tersebut masih dalam tahap konsultasi sebelum dibahas lebih lanjut bersama pemerintah daerah.

“Kita konsultasikan dulu, kemudian akan didiskusikan dengan pemerintah daerah. Saat ini kita memang masih kekurangan aset, sementara dukungan anggaran juga terbatas,” ujarnya.

Baca juga: Enam Sapi Mati Bersamaan di Desa Pemuda Tanahlaut, Polisi Bergerak Selidiki Jenis Racun

Baca juga: Hilang 2 Minggu di Laut, Nelayan 71 Tahun Asal Kotabaru Kalsel Ditemukan Selamat di Selat Makassar

Rahmat menjelaskan, pada 2026 Dewan Kesenian Kabupaten Banjar memperoleh dana hibah sekitar Rp226 juta. Anggaran tersebut telah dialokasikan kepada 14 komite bidang (kombid) untuk menjalankan program masing-masing.

“Dana hibah sekitar Rp226 juta sudah dibagi ke seluruh kombid. Rata-rata menerima sekitar Rp15 juta hingga Rp17 juta untuk menjalankan programnya,” jelasnya.

Ia mengakui nilai tersebut masih relatif kecil jika dibandingkan dengan kebutuhan program seni dan budaya. Meski demikian, pihaknya tetap mendorong setiap bidang memaksimalkan kegiatan serta membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak.

“Seluruh kombid tetap mendapat alokasi meski sangat minim. Karena itu kami mendorong teman-teman untuk berakselerasi, termasuk menjajaki kolaborasi atau mengajukan proposal ke perusahaan daerah,” katanya.

Beberapa program yang direncanakan antara lain lomba madihin, lomba tari, hingga kegiatan seni tradisional lainnya yang melibatkan komunitas seni di daerah.

Selain pembagian program, Dewan Kesenian juga mengalokasikan sekitar Rp68 juta untuk melengkapi fasilitas sekretariat, seperti pengadaan komputer, pendingin ruangan, serta pengembangan podcast yang mengangkat tema seni dan budaya Banjar.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Banjar, Irwan Jaya, menyampaikan wacana peningkatan status Dewan Kesenian menjadi Dewan Kebudayaan.

Menurutnya, secara regulasi pemerintah daerah didorong memperluas cakupan pelestarian budaya, tidak hanya terbatas pada seni pertunjukan.

“Kalau menjadi Dewan Kebudayaan, lingkupnya lebih luas. Tidak hanya seni pertunjukan, tapi juga kuliner, kerajinan tradisional hingga berbagai ekspresi budaya lain yang juga memiliki dampak ekonomi,” jelas Irwan.

Ia menambahkan, pengembangan kuliner khas Banjar misalnya, dapat memberikan efek berantai terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama pelaku UMKM.

Terkait upaya penguatan narasi budaya melalui pendekatan storytelling, Irwan menilai hal tersebut bukanlah kendala, melainkan strategi untuk memperkenalkan kekayaan budaya daerah secara lebih menarik.

“Storytelling justru menjadi cara untuk mengenalkan ragam budaya secara lebih kuat. Banyak warisan budaya yang bisa dikemas menjadi narasi menarik agar lebih dikenal masyarakat,” katanya.

(Banjarmasin Post/ Nurholis Huda) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.