Sosok Andhika Sudarman, Penerima Beasiswa LPDP Dituduh Lakukan Pelecehan, Klarifikasi Minta Maaf
Galuh Palupi March 04, 2026 12:07 PM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Seorang penerima beasiswa LPDP kembali memicu polemik. Sosok bernama Andhika Sudarman menjadi sorotan setelah dituduh melakukan pelecehan terhadap anak di bawah umur dan orang dewasa.

Tuduhan yang dilayangkan kepada Andhika Sudarman ini bermula dari utas yang diunggah akun X @nishustash.

Akun tersebut menyebut Andhika Sudarman melakukan pelecehan terhadap sejumlah peserta yang mengikuti program bimbingan Sejutacita.

Andhika Sudarman sendiri memang diketahui merupakan pendiri dari Sejutacita.

Akun X @nishustash membuat tuduhan dengan melampirkan bukti berupa tangkapan layar pengakuan para korban.

Klarifikasi Andhika Sudarman

Baca juga: Khofifah Curhat Kecewa Soal Tyas Alumnus LPDP yang Khianati Negeri: Jangan Tega pada Ibu Pertiwi

POLEMIK LPDP - Kolase potret Andhika Sudarman, penerima beasiswa LPDP yang terseret tuduhan pelecehan (Instagram/@andhikasudarman)

Menanggapi tudingan dugaan pelecehan, Andhika Sudarman akhirnya buka suara.

Melalui akun instagram pribadinya yang terverifikasi, Founder SejutaCita Future Leaders (SFL) Andhika Sudarman menyampaikan tiga poin klarifikasi.

1. Penyelenggara Program SFL

Program SFL ini dirancang sebagai program pengembangan kepemimpinan berbasis pendekatan partisipatif, dengan tujuan melatih kemandirian, kemampuan pemecahan masalah, dan keberanian mengambil keputusan.

Saya memahami bahwa dalam pelaksanaannya, terdapat pengalaman yang belum sesuai dengan harapan sebagian peserta selama program berlangsung

Atas kekurangan dalam pengelolaan kegiatan dan komunikasi selama program berlangsung, saya menyampaikan permohonan maaf kepada alumni dan orang tua.

2. Tuduhan Komunikasi & Interaksi

Terkait tuduhan yang beredar, saya memahami bahwa ini adalah isu yang sangat serius.

Saya menghargai keberanian setiap pihak yang menyampaikan pengalaman, perhatian, dan kekhawatiran mereka, sebab saya mengerti hal tersebut pasti tidaklah mudah.

Membaca dan mendengar hal tersebut menjadi refleksi penting bagi saya bahwa dalam lingkungan profesional, terlebih dalam program yang melibatkan anak muda, batasan interaksi harus dijaga secara jauh lebih jelas.

Saya memahami setiap orang memiliki batas kenyamanan yang berbeda. Perasaan setiap individu adalah valid terlepas dari intensi yang dimiliki pihak lainnya.

Pengalaman ini juga menyadarkan saya bahwa gaya komunikasi saya dapat menimbulkan kesalahpahaman bagi sebagian orang.

Baca juga: Sosok Irawati Puteri, Penerima LPDP Diduga Belum Berkontribusi ke Indonesia, Dulu SPG Chicken Nugget

Untuk itu, saya menyampaikan permohonan maaf secara tulus kepada siapa pun yang pernah merasa tidak nyaman dalam interaksi dengan saya. Namun, secara tegas saya menyatakan tidak pernah melakukan, ataupun berniat melakukan pelecehan seksual terhadap siapa pun, apalagi terhadap anak di bawah umur.

Saya tetap membuka ruang komunikasi bagi siapa pun yang ingin menyampaikan pengalaman atau klarifikasi secara langsung.

Saya juga mengundang institusi pihak ketiga yang independen dan kredibel untuk melakukan verifikasi menyeluruh terhadap semua tuduhan yang beredar. Saya berharap proses ini dapat memberikan kejelasan bagi semua pihak.

3. Lingkungan Kerja

Saya juga mencermati berbagai pengalaman yang dibagikan oleh mantan rekan kerja di media sosial.

Setiap masukan tersebut menjadi bahan evaluasi serius bagi saya.

Kepada siapa pun yang merasa tidak mendapatkan lingkungan kerja yang profesional dan sehat, saya menyampaikan permohonan maaf dan akan memastikan hal tersebut tidak terjadi lagi.

Saya memahami bahwa kepercayaan tidak dapat dipulihkan dalam waktu singkat. Namun, saya berkomitmen untuk mendukung perbaikan, agar ke depan program-program yang dijalankan dapat memberikan pengalaman yang lebih aman, profesional, dan bermanfaat bagi seluruh peserta.

Biografi

Dikutip dari TribunnewsWiki, Andhika merupakan anak muda Tanjung Pinang lulusan SMA Negeri 1 Tanjung Pinang, Kepri, yang sebelumnya masuk Fakultas Hukum Universitas Indonesia melalui Ujian Tertulis tahun 2011.

Andhika ini menjadi anak muda Indonesia yang pertama dalam sejarah memberikan pidato di hari kelulusan “HLS” sejak berdirinya pada tahun 1817 silam.

Baca juga: Dirjen AHU Sebut Secara Hukum Anak Alumni LPDP Dwi Sasetyaningtyas Masih Berstatus WNI

Ia pernah mengikuti banyak organisasi, seperti Harvard Law School (HLS) First Class Law Students Association, HLS Class of 2020, HLS APALSA, Komunitas Indogamers,  AIESEC LC Universitas Indonesia, Klub Recht Taekwondo Univeristas Indonesia, dan lainnya.

POLEMIK LPDP - Kolase potret Andhika Sudarman, penerima LPDP yang dituduh lakukan pelecehan
POLEMIK LPDP - Kolase potret Andhika Sudarman, penerima LPDP yang dituduh lakukan pelecehan (Instagram/@andhikasudarman)

Ia bahkan pernah meraih medali Perak pada kompetisi Taekwondo.

Menghabiskan waktu selama 9 bulan di Harvard, Andhika berhasil lulus dengan meraih penghargaan Harvard Law School’s Dean’s Award 2020.

Bahkan, ia juga menjadi pembicara Penutupan Upacara Pembukaan Harvard Law School 2020.

Sebelumnya, sejak awal kuliah, Andhika sudah terpilih menjadi ‘Class Marshal’ di angkatannya.

Hanya terdapat 6 orang Class Masrshal yang mewakili 800 orang.

Class Marshal sendiri merupakan perwakilan kelas yang dipilih melalui eleksi.

Prestasi yang diraihnya merupakan sebuah bukti bahwa ia telah mengharumkan nama bangsa Indonesia.

Andhika selalu melakukan apa saja yang ia minati dengan etos kerja yang baik dan dorongan yang kuat untuk berhasil.

Kini, ia telah membangun sebuah platform SejutaCita yang berutujuan untuk memperbanyak akses dalam mengembangkan dan mengeksplorasikan diri untuk anak muda Indonesia. (Tribun Trends/Tribun Jakarta)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.