Identitas Sejumlah Pihak Kabur saat OTT Bupati Pekalongan, Nama-Namanya Dikantongi KPK
Salomo Tarigan March 04, 2026 02:27 PM

TRIBUN-MEDAN.com - Selain 14 orang yang diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, masih ada sejumlah pihak yang terlibat.

Mereka yang melarikan diri, kini KPK tengah memburunya.

Sejumlah nama yang terlibat sudah dikantongi KPK.

DITANGKAP KPK - Bupati Pekalongan Fadia A Rafiq, kakak kandung Fairuz A Rafiq, ditangkap KPK
DITANGKAP KPK - Bupati Pekalongan Fadia A Rafiq, kakak kandung Fairuz A Rafiq, ditangkap KPK (TRIBUN MEDAN/@fadiaarafiq.official)

Namun, hingga saat ini, KPK belum mengungkap identitas pasti dari pihak-pihak yang sedang dalam pencarian tersebut.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menegaskan bahwa tim penyidik masih bergerak di lapangan untuk melacak pihak-pihak terkait yang mencoba menghindar dari pemeriksaan. 

Keberadaan dan keterangan mereka sangat dibutuhkan untuk membongkar konstruksi dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan.

"Saat ini tim masih terus melakukan pencarian terhadap pihak-pihak lain yang memang keberadaan ataupun keterangannya dibutuhkan oleh tim," kata Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa (3/3/2026).

Budi juga memberikan peringatan keras dan meminta pihak-pihak yang dicari untuk segera menyerahkan diri. 

"Kami mengimbau agar para pihak-pihak dimaksud bisa kooperatif, sehingga dapat membantu proses penanganan perkara ini bisa berjalan secara efektif," tambahnya.

Dalam operasi senyap yang bermula di wilayah Semarang ini, KPK telah mengamankan tiga orang, yaitu Fadia Arafiq (Bupati Pekalongan), satu orang ajudan bupati, dan satu orang kepercayaan bupati.

Ketiganya tiba di Gedung Merah Putih KPK pada pukul 10.25 WIB. 

Kedatangan mereka luput dari pantauan awak media karena penyidik menggiring rombongan masuk melalui jalur basement dengan pengawalan ketat.

Kasus ini diduga kuat berkaitan dengan fee proyek pengadaan di sejumlah dinas Pemkab Pekalongan. 

Sembari melakukan pemeriksaan di Jakarta, tim KPK lainnya juga secara paralel tengah memeriksa sejumlah pejabat dinas dan pihak swasta di Pekalongan.

Guna mencegah penghilangan barang bukti, KPK telah menempelkan stiker segel "Masih dalam pengawasan KPK" di sembilan ruangan vital di Pemkab Pekalongan.

Di antaranya ruang kerja bupati dan ruang kerja sekda, Dinas PU dan Penataan Ruang (DPU Taru), Dinas Perkim dan Lingkungan Hidup, Dinas Koperasi dan UKM, Satpol PP, serta Bagian Umum, Bagian Perekonomian, serta Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokompim).

KPK memiliki batas waktu 1x24 jam sejak penangkapan untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan. 

Rincian tersangka, barang bukti, dan proyek yang dikorupsi akan disampaikan secara resmi setelah proses pemeriksaan awal rampung.
-

Disegel

Selain itu, penyegelan juga dilakukan di markas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Bagian Umum, Bagian Perekonomian, hingga ruangan Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokompim) Pemkab Pekalongan.

Detail konstruksi perkara dan pasal yang disangkakan akan dipaparkan secara utuh melalui konferensi pers resmi. 

Peringatan Keras KPK

Di saat yang bersamaan, KPK juga memberikan peringatan keras kepada sejumlah pihak dari kalangan ASN maupun swasta yang tidak kooperatif agar segera menyerahkan diri.

Profil Fadia Arafiq

Fadia Arafiq lahir di Jakarta, 23 Mei 1978 dengan nama lahir Laila Fathiah.

Fadia Arafiq menikah dengan Ashraff Abu dan memiliki enam orang anak.

Fadia Arafiq adalah Bupati Pekalongan periode 2021–2024.

Fadia Arafiq pernah menjadi Wakil Bupati Kabupaten Pekalongan periode 2011-2016.

Saat itu, dia mendampingi Amat Antono sebelum kemudian mencalonkan diri sebagai Bupati Pekalongan dan berpasangan dengan H. Riswadi, S.H.

Fadia Arafiq juga diketahui pernah mengikuti jejak ayahnya, A. Rafiq, sebagai pedangdut sebelum terjun ke dunia politik.

Nama Fadia Arafiq pernah setelah ia sukses membawakan single berjudul Cik Cik Bum Bum (2000). 

Baca juga: Nasib 519 Ribu WNI di Wilayah Perang Timur Tengah, Ada yang Bekerja, Beribadah dan Berlibur

 (*/TRIBUN-MEDAN.com)

Sumber: Tribunews.com 

 Baca juga: Bupati Pekalongan Tiba di Gedung KPK Usai Terjaring OTT, Fadia Arafiq Masuk Jalur Belakang

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.