Laporan Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar
TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, murka terkait kasus dugaan transfer ganda dana bantuan untuk pelaku UMKM yang tak kunjung rampung.
Ia mendesak keras pihak bank segera mengembalikan dana dan mengancam akan mengambil tindakan tegas jika berlarut-larut.
"Jika tidak diselesaikan selama bulan puasa ini, saya minta BRI ini didemo. Setelah Lebaran, Kadis Koperasi harus langsung menyampaikan ini ke mereka," kata Iron sapaan akrabnya pada Rabu (4/3/2026).
Menurutnya, dana miliaran rupiah yang dititipkan Pemda Lombok Timur untuk UMKM justru menimbulkan masalah serius.
Baca juga: Semarak Bazar Ramadan 1447 H Desa Bilebante Jadi Momentum Penguatan UMKM
Dari total Rp3 miliar yang ditempatkan di BRI, hanya tersisa sekitar Rp1 miliar.
Sisanya diduga disalurkan dengan sistem ganda kepada penerima.
"Kami titip uang untuk UMKM, kok bisa terjadi transfer ganda? Teknologi sekarang canggih, masa iya begini bisa terjadi? Jangan anggap kami bodoh," sindirnya.
Iron mencurigai adanya kelalaian dalam pengelolaan dana.
"Saya bilang, kalau tidak cepat, saya penjarakan. Ini uang rakyat, uang untuk UMKM, bukan mainan," tegas Iron.
Iron membandingkan sistem perbankan dengan layanan pembayaran digital lain yang lebih transparan, seperti pembayaran tagihan PDAM.
"Kalau bayar lewat digital, langsung ada bukti lunas. Ini kok bisa double terus, Ini uang orang, bukan receh," kesalnya.
Iron bahkan meminta Kadis Koperasi menyampaikan peringatan keras ini langsung ke pihak BRI.
"Sampaikan ke mereka, jangan main-main dengan uang rakyat. Ini keterlaluan. Tidak mungkin ada transfer ganda kalau sistemnya benar," pungkasnya.
(*)