TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Memasuki bulan ketiga sejak dilantik, RT/RW di Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, belum menerima gaji untuk periode Januari dan Februari 2026.
RT/RW Makassar resmi dilantik pada 29 Desember 2025 dan mulai aktif menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan masyarakat di wilayah masing-masing sejak awal Januari.
Namun hingga awal Maret, insentif yang menjadi hak mereka belum juga dicairkan.
Ketua RT di Kelurahan Gunung Sari, Muchlis Kartala, membenarkan bahwa dirinya bersama RT/RW lainnya masih menunggu pembayaran tersebut.
"Iya, belum dibayarkan sampai saat ini," ujarnya saat dikonfirmasi.
Hal senada disampaikan Ketua RT Tidung, Kamaruddin.
Ia mengatakan, ia mengatakan tetap menjalankan tugas seperti biasa meski honor belum diterima.
"Kami tetap kerja seperti biasa. Cuma memang berharap bisa segera cair, apalagi ini sudah mau lebaran," katanya.
Di tingkat kelurahan, Lurah Banta Bantaeng, Anselmus Watratan, menegaskan bahwa proses administrasi di pihaknya telah rampung.
Ia menyebut penilaian kinerja RT/RW untuk Januari-Februari sudah diselesaikan dan diajukan ke kecamatan.
"Penilaian kinerja sudah kami ajukan ke kecamatan. Jadi untuk proses di kelurahan sudah selesai," jelas Anselmus.
Ia menerangkan, pembayaran insentif RT/RW memang didasarkan pada hasil penilaian kinerja.
Setiap RT/RW diwajibkan menyampaikan laporan pertanggungjawaban (LPJ) kegiatan, yang kemudian diverifikasi dan dinilai oleh pihak kelurahan.
"Ada format penilaian kinerja. Masing-masing RT/RW menyampaikan LPJ, lalu kami lakukan penilaian. Itu juga ditandatangani oleh LPM sebelum kami kirim ke kecamatan," terangnya.
Selain itu, turut dilampirkan dokumen NPWP, KTP, SK RT/RW, dan nomor rekening.
Sementara itu, Camat Rappocini, Yudistira Ekaputra Nugraha, memastikan bahwa anggaran untuk pembayaran gaji RT/RW selama dua bulan sudah tersedia di kas kecamatan.
"Untuk penganggarannya sudah siap. Dana dua bulan sudah ready di kecamatan," ucap Yudistira.
Ia menjelaskan, kendala keterlambatan pencairan saat ini berada pada proses finalisasi penilaian dari seluruh kelurahan.
Ia menyebut pencairan dilakukan secara kolektif 10 kelurahan.
Saat ini baru tujuh kelurahan yang merampungkan, yakni Banta-bantaeng, Buakana, Rappocini, Mappala, Tidung, Kassi-Kassi, dan Karunrung.
Besaran insentif yang diterima masing-masing RT/RW bergantung pada nilai kinerja yang diberikan oleh lurah.
"Pembayarannya tergantung nilai dari kelurahan. Sudah ada beberapa yang rampung, sekitar lima kelurahan. Kami dorong supaya semuanya segera selesai," ujarnya.
Yudistira menargetkan seluruh proses penilaian dapat dirampungkan dalam waktu dekat sehingga pembayaran bisa dilakukan sekaligus untuk dua bulan.
"Kalau semua penilaian sudah masuk, insya Allah minggu ini bisa dibayarkan. Dananya sudah siap, tinggal menunggu kelengkapan administrasinya," ucapnya.