‎Dua Bulan Pasca Dilantik, RT RW Kecamatan Rappocini Belum Terima Insentif
Saldy Irawan March 04, 2026 06:21 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Memasuki bulan ketiga sejak dilantik, RT/RW di Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, belum menerima gaji untuk periode Januari dan Februari 2026.

‎RT/RW Makassar resmi dilantik pada 29 Desember 2025 dan mulai aktif menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan masyarakat di wilayah masing-masing sejak awal Januari.

‎Namun hingga awal Maret, insentif yang menjadi hak mereka belum juga dicairkan.

‎Ketua RT di Kelurahan Gunung Sari, Muchlis Kartala, membenarkan bahwa dirinya bersama RT/RW lainnya masih menunggu pembayaran tersebut.

‎"Iya, belum dibayarkan sampai saat ini," ujarnya saat dikonfirmasi.

‎Hal senada disampaikan Ketua RT Tidung, Kamaruddin. 

‎Ia mengatakan, ia mengatakan tetap menjalankan tugas seperti biasa meski honor belum diterima.

‎"Kami tetap kerja seperti biasa. Cuma memang berharap bisa segera cair, apalagi ini sudah mau lebaran," katanya.

‎Di tingkat kelurahan, Lurah Banta Bantaeng, Anselmus Watratan, menegaskan bahwa proses administrasi di pihaknya telah rampung. 

‎Ia menyebut penilaian kinerja RT/RW untuk Januari-Februari sudah diselesaikan dan diajukan ke kecamatan.

‎"Penilaian kinerja sudah kami ajukan ke kecamatan. Jadi untuk proses di kelurahan sudah selesai," jelas Anselmus.

‎Ia menerangkan, pembayaran insentif RT/RW memang didasarkan pada hasil penilaian kinerja. 

‎Setiap RT/RW diwajibkan menyampaikan laporan pertanggungjawaban (LPJ) kegiatan, yang kemudian diverifikasi dan dinilai oleh pihak kelurahan.

‎"Ada format penilaian kinerja. Masing-masing RT/RW menyampaikan LPJ, lalu kami lakukan penilaian. Itu juga ditandatangani oleh LPM sebelum kami kirim ke kecamatan," terangnya.

‎Selain itu, turut dilampirkan dokumen NPWP, KTP, SK RT/RW, dan nomor rekening. 

‎Sementara itu, Camat Rappocini, Yudistira Ekaputra Nugraha, memastikan bahwa anggaran untuk pembayaran gaji RT/RW selama dua bulan sudah tersedia di kas kecamatan.

‎"Untuk penganggarannya sudah siap. Dana dua bulan sudah ready di kecamatan," ucap Yudistira. 

‎Ia menjelaskan, kendala keterlambatan pencairan saat ini berada pada proses finalisasi penilaian dari seluruh kelurahan. 

‎Ia menyebut pencairan dilakukan secara kolektif 10 kelurahan. 

‎Saat ini baru tujuh kelurahan yang merampungkan, yakni Banta-bantaeng, Buakana, Rappocini, Mappala, Tidung, Kassi-Kassi, dan Karunrung. 

‎Besaran insentif yang diterima masing-masing RT/RW bergantung pada nilai kinerja yang diberikan oleh lurah.

‎"Pembayarannya tergantung nilai dari kelurahan. Sudah ada beberapa yang rampung, sekitar lima kelurahan. Kami dorong supaya semuanya segera selesai," ujarnya.

‎Yudistira menargetkan seluruh proses penilaian dapat dirampungkan dalam waktu dekat sehingga pembayaran bisa dilakukan sekaligus untuk dua bulan.

‎"Kalau semua penilaian sudah masuk, insya Allah minggu ini bisa dibayarkan. Dananya sudah siap, tinggal menunggu kelengkapan administrasinya," ucapnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.