SURYA.CO.ID, TRENGGALEK - Ancaman longsor susulan masih membanyangi upaya pembersihan material tanah longsor yang menutup jalur nasional Trenggalek-Ponorogo, Rabu (4/3/2026).
Kondisi tanah di lokasi longsor KM 16 jalur nasional Trenggalek- Ponorogo, tepatnya di Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, masih sangat labil dan berpotensi memicu longsor susulan.
Koordinator Pos Basarnas Trenggalek, Bayu Prasetyo menuturkan kondisi tanah di lokasi masih labil dan teksturnya lebih mirip lumpur.
"Kalau untuk asessmen, kami menurunkan beberapa anggota ke titik lokasi yang terdampak longsor di atas. Ada beberapa titik longsoran tetapi terbesar utama batu, lalu sebelah kanannya ada longsoran baru," kata Bayu, Rabu (4/3/2026).
Baca juga: Penampakan Batu Raksasa yang Tutup Jalur Nasional Trenggalek-Ponorogo, Gunakan Jalur Alternatif !
Dari pantauan tim di lokasi, kondisi tanah yang rawan longsor tak lepas dari adanya beberapa faktor penyebab.
Salah satu faktor yang nampak adalah kondisi minimnya tegakkan pohon sebagai penahan struktur tanah agar tidak terjadi longsor.
Dari pantauan Basarnas mayoritas tanaman diisi oleh tanaman rumput atau semak.
Basarnas juga menemukan beberapa jalan air baru yang mana ketika curah hujan tinggi aliran tersebut akan dipenuhi air.
Namun sayangnya ujung dari jalan air tersebut buntu sehingga air akan masuk ke dalam tanah yang akan membuat tanah semakin jenuh sehingga sangat rawan longsor.
"Kalau batu besar secara visual masih ada, hanya saja masih tertanam," ucapnya.
Menurut Bayu, selain curah hujan yang tinggi, tanah longsor di KM 16 terjadi karena di atas bukit terdapat sawah.
Hal tersebut membuat tanah di sawah tersebut semakin lama semakin jenuh.
"Air di sawah tersebut kan ditampung agar tidak mengalir sehingga tanah semakin jenuh," kata Bayu.
Baca juga: Batu Raksasa Sudah Dua Hari Tutup Akses Trenggalek Ponorogo, 3 Alat Berat Berjibaku
Dalam operasi pembersihan material tersebut, Basarnas akan menjalankan peran penting sebagai safety officer.
Basarnas akan memberikan komando apakah pembersihan material batu bisa dilaksanakan atau tidak.
Ketika potensi tanah longsor susulan semakin besar, terutama saat hujan, maka pembersihan material tanah longsor akan dihentikan sementara.
"Kami juga pastikan semua yang bekerja di titik longsor menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) lengkap," pungkasnya