Iran Klaim Tembak Jatuh 3 Jet Tempur F-15 AS, Keberadaan PM Israel Misteri Usai Kantornya Dirudal
Budi Sam Law Malau March 04, 2026 06:32 PM

 

WARTAKOTALIVE.COM – Media Iran, Tasnim News Agency, melaporkan bahwa sistem pertahanan udara Iran telah menembak jatuh tiga jet tempur F-15 milik Amerika Serikat dalam eskalasi terbaru konflik yang melibatkan Teheran, Washington, dan Tel Aviv.

Mengutip sumber yang mengetahui informasi tersebut, Tasnim menyebut pesawat F-15 itu dihantam oleh Unit Pertahanan Udara Angkatan Darat Iran.

Klaim itu diperkuat pernyataan resmi Markas Besar Pusat Khatam Al-Anbiya yang menyatakan tiga jet tempur AS telah ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara buatan dalam negeri.

Baca juga: Menhan Israel Sesumbar dan Bersumpah Akan Bunuh Pemimpin Baru Iran, Nama-nama Baru Justru Muncul

Sejumlah foto dan rekaman yang diklaim menunjukkan pesawat terbakar serta pilot yang melontarkan diri sebelum jet jatuh, beredar luas di media sosial.

Insiden di Perbatasan Iran–Kuwait

Salah satu jet tempur F-15 disebut ditembak jatuh di wilayah perbatasan Iran–Kuwait pada Senin pagi.

Tasnim mengklaim insiden tersebut telah dikonfirmasi oleh Kementerian Pertahanan Kuwait, meski belum ada keterangan rinci dari pihak Amerika Serikat terkait klaim tersebut.

Jika terkonfirmasi, ini menjadi pukulan signifikan terhadap kehadiran militer AS di kawasan Teluk, yang selama ini menjadi poros strategi keamanan Washington di Timur Tengah.

Operasi “Janji Sejati 4” dan Hujan Rudal

Eskalasi ini terjadi setelah Iran meluncurkan Operasi “Janji Sejati 4” sebagai respons atas serangan udara AS dan Israel yang, menurut Teheran, menewaskan Pemimpin Revolusi Islam Ali Khamenei, sejumlah komandan senior, serta ratusan warga sipil.

Dalam beberapa hari terakhir, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengklaim telah meluncurkan gelombang rudal besar-besaran ke target Israel dan pangkalan AS di kawasan. Media regional menyebut langit wilayah Palestina yang diduduki “dibanjiri” rudal Iran.

Baca juga: Rudal Dahsyat Siap Hantam Israel, Usai Iran Klaim Ketahui Lokasi Netanyahu

Badan pertahanan Israel dilaporkan menghadapi tekanan berat.

Kantor Netanyahu Disebut Jadi Target

IRGC juga mengklaim rudal Khaybar Iran menghantam kantor Perdana Menteri Israel serta markas besar Angkatan Udara Israel.

Keberadaan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu disebut belum dipastikan setelah serangan tersebut.

Media Israel melaporkan Netanyahu membatalkan kunjungan yang direncanakan ke Beit Shemesh menyusul serangan rudal di lokasi yang sama.

Hingga kini belum ada pernyataan resmi terkait kondisi terbaru Netanyahu.

Langit Palestina yang diduduki dilaporkan berubah menjadi merah akibat rentetan rudal Iran.

Berdasarkan laporan Sputnik, sistem pertahanan udara Israel yang selama ini dianggap tak tertembus, terbukti gagal total membendung rudal-rudal Khaybar Iran yang datang dalam gelombang masif.

Kekhawatiran global kini memuncak menyusul ketidakpastian nasib Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

IRGC mengeklaim serangan gelombang kesepuluh mereka berhasil menghantam langsung kompleks kantor Perdana Menteri dan markas besar Angkatan Udara Israel.

Taktik Iran Berubah, Israel Waspada

Media berbahasa Ibrani mengutip sumber militer Israel yang menyebut Iran kini meningkatkan intensitas dan kecepatan peluncuran rudal.

Jika sebelumnya salvo berjumlah kecil, kini setiap gelombang disebut berisi 20–30 rudal, bahkan berpotensi meningkat hingga 80–90 rudal per serangan.

Seorang pejabat Israel memperingatkan warganya bersiap menghadapi “hari-hari sulit di depan.”

Di tengah meningkatnya ketegangan, negosiasi nuklir tidak langsung antara Teheran dan Washington yang dimediasi Oman dikabarkan masih berlangsung.

Namun, dengan klaim jatuhnya jet tempur AS dan serangan balasan yang makin masif, peluang de-eskalasi tampak semakin kompleks.

Bagi warga sipil di kedua sisi, konflik ini bukan sekadar statistik militer, melainkan ancaman nyata yang mengubah kehidupan sehari-hari—dari sirene serangan udara hingga ketidakpastian masa depan kawasan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.