TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Komitmen membangun budaya tertib berlalu lintas ditegaskan Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) melalui sinergi bersama Polres Gowa.
Pada Selasa (3/2/2026), kedua pihak menggelar Teguran Simpatik di depan Pos Polres Gowa, Jl Usman Salengke, Kabupaten Gowa, Sulsel.
Operasi menyasar pemotor yang tidak menggunakan helm saat berkendara.
Berbeda dari razia pada umumnya, kegiatan ini mengedepankan pendekatan humanis.
Asmo Sulsel memberikan dukungan berupa bantuan helm gratis yang telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI).
Sekitar 15 pengendara menerima helm secara cuma-cuma alias gratis, mulai pengendara dewasa hingga anak-anak.
Kegiatan dihadiri Kapolres Gowa sebagai bentuk keseriusan aparat dalam menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.
Edukasi dinilai lebih efektif membangun kesadaran jangka panjang dibanding sekadar penindakan.
Instruktur Safety Riding Asmo Sulsel, Wanny mengatakan penggunaan helm bukan sekadar kewajiban hukum, melainkan perlindungan utama bagi pengendara sepeda motor.
Baca juga: Asmo Sulsel Latih 30 Karyawan Traknus Makassar Cara Aman Belok Motor
Menurutnya, banyak kasus kecelakaan yang berujung fatal karena pengendara tidak menggunakan helm.
"Kami berharap melalui teguran simpatik ini, masyarakat semakin memahami bahwa keselamatan harus menjadi prioritas, bahkan untuk perjalanan jarak dekat sekalipun,” kata Wanny.
Region Head Asmo Sulsel, Thamsir Sutrisno mengatakan kolaborasi merupakan bagian komitmen berkelanjutan perusahaan dalam menyebarluaskan semangat keselamatan berkendara.
Asmo Sulsel akan selalu mendukung pihak-pihak yang memiliki tujuan yang sama dalam menekan angka kecelakaan, termasuk Polres Gowa.
"Edukasi dan tindakan nyata seperti pembagian helm ini adalah langkah konkret untuk membangun kesadaran masyarakat. Kami percaya keselamatan berkendara adalah tanggung jawab bersama," jelas Thamsir.
Melalui Teguran Simpatik, Asmo Sulsel berharap pesan keselamatan dapat tersampaikan secara lebih menyentuh kepada masyarakat.
Dengan pendekatan humanis dan dukungan perlengkapan berkendara yang sesuai standar, diharapkan angka pelanggaran dan kecelakaan di wilayah Gowa dapat terus ditekan secara bertahap.(*)