Renungan Malam Yeremia 18:9-10, Berkat Batal Bagi Bangsa Bebal.
Alpen Martinus March 04, 2026 09:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Banyak kisah Alkitab yang bisa menginspirasi kehidupan kita.

Itu sebabnya, kita diminta untuk membaca dan merenungkan Firman Tuhan.

Berikut rekomendasi renungan harian Kristen bejudul Berkat Batal Bagi Bangsa Bebal.

Baca juga: Renungan Harian Kristen Kisah Para Rasul 17 : 11-12, Firman Tuhan Mengubahkan

Bacaan Alkitab diambil dalam Yeremia 18:9-10.

Bangsa sebesar apapun dan dipimpin oleh siapapun, tak berdaya di hadapan Allah.

Sebab semuanya hanya buatan Allah, baik para pemimpinnya, rakyatnya maupun negerinya. 

Allah menciptakan sehingga semua ada. 

Dan Allah juga yang berkenan sehingga suatu bangsa tetap bertahan ataupun runtuh. Semua dalam genggaman tangan Tuhan. 

Tidak ada yang dapat menghindar atau melawan, jika Tuhan bertindak.

Sebab alam semestapun tunduk pada kedaulatan Tuhan. 

Manusia tidak berdaya kalau Tuhan berkehendak sesuatu terjadi, entah suatu bangsa runtuh atau bertahan. 

Entah pemimpin bertahan atau jatuh. 

Jika Tuhan yang mengatur dan menetapkan atau berkehendak, maka semuanya pasti terjadi.

Apapun yang menjadi kehendak Allah, pasti terjadi. Diterima atau ditolak oleh manusia, tetap terlaksana.

Tidak ada kekuatan manapun dan siapapun yang dapat menggagalkan rancangan Allah. 

Jika Dia menghukum dan meruntuhkan, itu pasti terwujud. 

Karena Allah bukanlah manusia. Allah berdaulat penuh atas segala-galanya. 

Dan keputusan kehendak kuasa Allah adalah mutlak, bersifat final dan tidak dapat ditolak apalagi diprotes oleh siapapun dan kekuatan apapun juga. 

Tetapi jika Allah menggagalkan rancangan suatu bangsa, pasti terjadi. 

Karena Allah berdaulat penuh atas apapun juga.

Yang dapat membatalkan rancangan Allah hanyalah Allah sendiri.

Itu selalu terjadi karena kasih-Nya yang tak terbatas dan tiada berkesudahan bagi segala bangsa dan seluruh umat manusia.

 Jika Dia berfirman, semuanya jadi.

Atau juga semuanya batal. 

Tergantung apa yang menjadi kehendak kuasa kasih Allah kepada umat manusia. 

Tetapi sesungguhnya, Allah selalu merancangkan yang terbaik bagi manusia. 

Namun karena manusia merusakkan hubungannya dengan Allah, maka Allah menghukumnya.

Karena itu, sesungguhnya jika suatu bangsa bertobat, maka Allah merancangkan kebaikan, yakni perlindungan, pertolongan, pembelaan dan kemenangan kepada mereka.

Jika bangsa yang kepadanya Allah merancangkan kebaikan, tetapi Dia berlaku bebal, fasik dan jahat, maka Allah membatalkan segala rancangan baik-Nya bagi bangsa itu. 

Karena Allah berlaku adil. 

Dia tidak akan pernah mau manusia jatuh dalam dosa dan dibinasakan. 

Tetapi jika dia berkeras hati tetap bebal, maka janji dan rancangan berkat akan batal diganti dengan hukuman bagi bangsa itu dan manusia yang ada di dalamnya.

Sebaliknya, bangsa yang berlaku jahat, bejat, bebal dan fasik, tetapi berbalik menyadari dosanya, mohon ampun dan belas kasihan kepada-Nya serta berjanji setia kepada Allah, tersedia pengampunan.

Allah akan mendatangkan keberuntungan  dan berkat melimpah kepada-Nya.

Karena Allah mengasihi orang berdosa yang mau berbalik kepada-Nya. 

Tuhan menjanjikan berkat kepadanya.

 Allah akan menyesali segala penghukuman yang dirancangkan-Nya kepada mereka.

Sungguh, Tuhan melakukan keadilan-Nya yang agung kepada semua orang, tanpa pilih buluh. 

Semuanya sama.

Nabi Yeremia mengajarkan kepada bangsa Yehuda dan Israel yang telah hancur bahwa memang Tuhan akan menghukum mereka karena segala pelanggaran dan kebebalannya.

Tetapi jika mereka berubah menjadi setia, Allah akan mengasihani mereka. 

Allah akan menyesali segala rancangan hukuman kebinasaan atas mereka. 

Sebaliknya, bangsa yang menyerang mereka akan dibinasakan Allah. 

Artinya jika Israel bertobat dan hidup setia kepada Tuhan, maka bangsa manapun yang memerangi atau memusuhinya, akan dihancurkan oleh Allah. 

Namun, jika Israel bebal, maka akan diserahkan ditawan oleh bangsa lain. 

Itulah keadilan tetapi juga kekuasaan dan kasih Allah yang agung itu.

Demikian firman Tuhan hari ini.

"Ada kalanya Aku berkata tentang suatu bangsa dan tentang suatu kerajaan bahwa Aku akan membangun dan menanam mereka.

Tetapi apabila mereka melakukan apa yang jahat di depan mata-Ku dan tidak mendengarkan suara-Ku, maka menyesallah Aku, bahwa Aku hendak mendatangkan keberuntungan yang Kujanjikan itu kepada mereka." (ay 9-10)

Sahabat Kristus, Allah selalu merancangkan kebaikan kepada semua orang dan segala suku bangsa.

Namun, jika manusia atau suatu bangsa melawan Dia, maka apapun janji kebaikan-Nya bagi mereka, pasti batal dan diganti dengan hukuman kehancuran dan kebinasaan. 

Jadi, semua tergantung manusia atau bangsa itu sendiri. 

Jika kita hidup berkenan kepada-Nya, berlaku baik, benar dan setia, maka kita diberkati. 

Juga dijaga, dilindungi dibela dan selalu berkemenangan dalam segala hal, karena Dialah Pahlawan Sejati kita.

Pilihlah hidup bersama Tuhan. Jangan bebal, fasik dan jahat.

Jauhilah dosa, hiduplah berkenan kepada Tuhan, muliakan Dia. 

Bersandar dan berserahlah pada-Nya. 

Kasih karunia dan damai sejahtera serta berkat melimpah akan menjadi milik kita bersama keluarga. Amin

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.