SURYA.co.id – Kabar baik bagi orang tua di Surabaya. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan 8.000 kuota beasiswa untuk siswa Kelompok Bermain (KB) dan Taman Kanak-kanak (TK) pada 2026.
Program ini diprioritaskan bagi keluarga miskin dan pra-miskin agar anak tetap mendapatkan akses pendidikan usia dini.
Berikut panduan lengkap dan praktis agar Anda tidak ketinggalan kuota.
Beasiswa ini tidak dibagikan secara acak. Pemkot Surabaya memprioritaskan warga yang benar-benar membutuhkan untuk memastikan pemerataan pendidikan.
Berikut kriteria penerima:
Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, menegaskan komitmen pemkot terhadap pendidikan anak usia dini.
“Kami memastikan akan memberikan intervensi terhadap pendidikan anak usia dini di Surabaya,” kata Febrina saat dikonfirmasi SURYA.co.id di Surabaya, Selasa (3/3/2026).
Program ini menjadi bagian dari kebijakan Wajib Belajar (Wajar) 13 tahun, yakni satu tahun PAUD dan 12 tahun pendidikan dasar hingga menengah.
Total kuota yang disiapkan sebanyak 8.000 siswa KB dan TK.
Setiap anak yang lolos verifikasi akan menerima bantuan sebesar Rp 50 ribu per bulan.
Saat ini, jumlah peserta didik PAUD di Surabaya pada tahun ajaran 2024–2025 tercatat mencapai 88.778 anak.
Baca juga: Pemkot Surabaya Siapkan Rp 3 Miliar untuk Beasiswa TK-PAUD, Cek Cara Pencairannya
Karena itu, persaingan kuota cukup ketat dan orang tua perlu memastikan seluruh persyaratan terpenuhi sejak awal.
Terkait proses seleksi, Dispendik masih melakukan pendataan dan verifikasi.
“Saat ini kami melakukan konsolidasi data. Jadi harus benar-benar diverifikasi terlebih dahulu siapa yang berhak menerima beasiswa tersebut,” ujar Febrina.
Ia juga menegaskan bahwa Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, telah menginstruksikan agar bantuan diprioritaskan untuk warga kategori miskin dan pra-miskin.
Bahkan, jika siswa KB atau TK masih masuk kategori tersebut, sekolah tidak diperbolehkan menarik biaya pendidikan.
Orang tua tidak perlu lagi antre di kantor dinas. Biasanya proses dilakukan secara digital. Berikut langkah yang perlu disiapkan:
1. Cek Status Gakin
Pastikan data keluarga sudah masuk dalam daftar Gakin atau Pra-Gakin di tingkat kelurahan/kecamatan. Jika ragu, segera konfirmasi ke kantor kelurahan setempat.
2. Verifikasi Sekolah
Pastikan sekolah KB atau TK tempat anak belajar sudah bermitra dengan Pemkot Surabaya. Informasi ini biasanya tersedia di pihak sekolah.
3. Siapkan dan Unggah Dokumen
Dokumen yang wajib disiapkan:
Penting: Pastikan data di KK sudah diperbarui (digitalized) agar sistem tidak menolak secara otomatis saat proses verifikasi.
Dispendik juga menggandeng Dinas Sosial untuk memastikan data akurat dan tepat sasaran.
“Ada sekitar 8.000 penerima. Karena itu, kami perlu mengecek kembali data riil di lapangan sekaligus menyiapkan mekanisme penyalurannya. Anak PAUD umumnya belum memiliki rekening, sehingga skema pencairannya harus disiapkan dengan matang agar tidak menimbulkan persoalan,” jelasnya.
“Mudah-mudahan seluruh administrasi dan proses verifikasi segera selesai sehingga program ini bisa segera berjalan,” tuturnya.
Banyak orang tua menganggap PAUD hanya sebagai tempat bermain. Padahal, pendidikan usia dini adalah fondasi penting sebelum anak masuk SD.
Berikut manfaatnya:
1. Sosialisasi
Anak belajar berinteraksi, berbagi, dan mengikuti aturan sebelum masuk jenjang sekolah dasar.
2. Kesiapan Kognitif
Mempersiapkan anak agar lebih lancar dalam proses baca-tulis-hitung di kemudian hari.
3. Keringanan Biaya
Dana yang semula untuk SPP dapat dialihkan untuk kebutuhan lain seperti gizi dan kesehatan anak.
Dengan kuota terbatas hanya 8.000 siswa, orang tua disarankan segera memastikan status data keluarga dan kelengkapan dokumen agar tidak kehilangan kesempatan mendapatkan beasiswa KB-TK Surabaya 2026.