Jakarta (ANTARA) - Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, khususnya terkait dinamika global yang sedang terjadi.
“Mari kita sama-sama menjaga persatuan dan kesatuan sehingga negara kita yang kita cintai ini tetap bisa terus tegak berdiri,” kata Kapolri dikutip dari keterangan resmi.
Listyo menyampaikan hal tersebut dalam acara silaturahmi Ramadhan di Polda Jawa Barat, Bandung, Jawa Barat, Rabu.
Ia mengatakan, pesan untuk menjaga persatuan itu selalu disampaikannya dalam berbagai kesempatan mengingat belakangan ini tengah terjadi dinamika global.
“Tentunya selalu menjadi pesan kita bahwa situasi yang sedang kita hadapi, dampak global yang kita hadapi, tentunya ini membutuhkan kebersamaan persatuan. Itu adalah kunci utama menjaga agar stabilitas kamtibmas tetap terjaga,” ujarnya.
Menurut dia, dengan terjaganya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), seluruh program pemerintah untuk kemajuan dan menyejahterakan bangsa pun bisa tetap berjalan dengan baik.
"Karena apa pun yang kita hadapi, Indonesia tentunya harus tetap bisa menjalankan program. Pemerintah harus bisa melaksanakan amanatnya untuk mendukung mendorong terjadinya pembangunan dan pertumbuhan, serta tentunya menyejahterakan masyarakatnya, dan ini semua bisa kita lalui apabila kita bersatu,” ujarnya.
Pemimpin Korps Bhayangkara itu juga menilai bahwa Indonesia telah berhasil melalui beberapa macam tantangan dalam negeri. Keberhasilan itu, ujar dia, berkat terjalinnya sinergi dan kolaborasi seluruh anak bangsa.
“Kita pernah menghadapi situasi yang ada. Tentunya kita menginginkan situasi global yang ada ini bisa segera selesai, dan pemerintah tentunya saat ini terus berjuang untuk ikut aktif segera menyelesaikan konflik yang ada sehingga kemudian perdamaian juga bisa muncul,” katanya.
Adapun acara Silaturahmi Ramadhan ini turut dihadiri oleh Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh budaya atau seniman, tokoh serikat pekerja atau buruh, organisasi masyarakat, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), insan pers, serta elemen mahasiswa.







