Nasib Ribuan Petani Bawang Merah Batu Ijo di Lereng Gunung Kawi, Berjuang di Tengah Cuaca Ekstrem
Januar March 04, 2026 11:14 PM

 

 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Imam Taufiq
 
 
TRIBUNJATIM.COM, MALANG- Hujan deras yang tiada henti selama dua bulan ini membuat ribuan petani bawang merah batu ijo, yang ada di Kecamatan Ngantang, dan Pujon, Kabupaten Malang, terpaksa harus bertarung dengan cuaca ekstrem. Sebab, saat ini mereka sedang musim tanam bawang batu ijo, yang selama ini jadi andalan penopang hidupnya itu.

Dari hasil panen bawang ijo, yang ditekuni sejak tujuh tahun itu, mereka bisa merubah hidupnya, dari petani biasa jadi bisa memenuhi segala kebutuhannya. Di antaranya, bisa membangun rumah, beli mobil baru. Dan, yang membanggakannya, semua anaknya kini bisa 'jadi orang', yakni lulus kuliah, hingga bisa bekerja dengan layak. Itu semua berkat dari panen bawang ijo, yang merela tanam di hamparan lahan di lereng Gunung Kawi.

Bayangkan, dari lahan 0,5 hektare (Ha), yang rata-rata dimiliki para petani itu, mereka mendapat untung bersih rata-rata sekitar 65 juta sekali panen. Padahal, setahun itu mereka bisa panen tiga kali.

Baca juga: Jelang Musim Tanam, Petani Tembakau Lumajang Was-was Terkepung Regulasi Pembatasan Tar dan Nikotin


 
"Cuma saat ini, lagi diguyur hujan terus, sehingga tak begitu baik jika lagi musim tanam bawang ijo," ungkap Salim, Kades Tawangsari, Kecamatan Pujon, Rabu (4/3/2026).

Karena cuacanya lagi ekstrem saat ini, Salim mengaku ribuan petani di desanya, Desa Tawangsari, membagi lahannya. Yakni, sebagian lahannya ditanami jenis tanaman lainnya. Seperti, tomat, cabe, sawi, gubis. Tujuannya, jika ada risiko terburuk, mereka masih bisa panen tanaman lainnya. "Kami cuma menanam bawang ijo seluas 2.500 m2 karena musim hujan seperti ini risikonya tinggi. Yakni, banyak bibit yang baru ditanam itu membusuk karena diguyur hujan terus, sehingga harus disemai atau diganti dengan bibit yang baru," ungkapnya.

Begitu juga nasib ribuan petani di Desa Purworejo, Kecamatan Ngantang, juga lagi musim tanam bawang merah. Menurut Ali Munif, ketua Gapoktan Karya Bakti, yang punya anggota 800 anggota dari petani bawang ijo dengan lahan seluas 350 Ha itu, petani di Kecamatan Ngantang saat ini sepertinya belum ada yang panen bawang ijo hingga lebaran nanti. Namun demikian, itu tak jadi soal, karena sisa panen bulan Januari sampai Februari 2026 lalu, mereka masih bisa buat lebaran.

"Musim tanam seperti saat ini, mereka lagi mengeluarkan uang banyak Seperti saya, tak semua lahan, saya tanami bawang, namun saya tanami tomat, cabe kecil, dll. Sedang, yang saya tanami bawang cuma seluas 0,5 Ha," ungkap Ali, yang mengaku kedua anaknya bisa lulus kuliah dan kini sudah jadi guru berkat hasil panen bawang ijo.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.