Kapal Selam AS Tenggelamkan Kapal Perang Iran di Lepas Pantai Sri Lanka, 80 Pelaut Tewas, 32 Terluka
Ansari Hasyim March 04, 2026 11:20 PM

 

SERAMBINEWS.COM - Sebuah kapal selam Amerika Serikat telah menenggelamkan kapal perang Iran dengan torpedo di perairan internasional di lepas pantai Sri Lanka, kata Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth.

Dalam pengarahan Pentagon pada hari Rabu, Hegseth mengatakan serangan terhadap kapal perang Iran adalah serangan pertama terhadap musuh sejak Perang Dunia II“.

Pemerintah Sri Lanka mengatakan pihaknya menemukan beberapa mayat dan menyelamatkan 32 pelaut yang terluka setelah sebuah kapal militer Iran tenggelam tepat di luar wilayah perairan pulau itu.

Dilansir dari Al Jazeera, Rabu (3/3/2026) wakil menteri luar negeri negara itu mengatakan kepada televisi lokal bahwa setidaknya 80 orang tewas dalam serangan itu.

Baca juga: Iran Serang Gedung CIA Amerika Serikat Pakai Drone

Pihak berwenang mengatakan kepada Al Jazeera fregat IRIS Dena, yang terletak sekitar 40 mil laut (75km) dari Galle di Sri Lanka selatan, mengirimkan panggilan darurat antara jam 6 pagi dan 7 pagi (00:30 hingga 01:30 GMT) pada hari Rabu.

Kapal itu memiliki sekitar 180 awak di dalamnya, dan operasi pencarian dan penyelamatan sedang berlangsung, kata para pejabat Sri Lanka.

Fregat Iran itu kembali dari mengambil bagian dalam Tinjauan Armada Internasional 2026 bulan lalu di kota pesisir Vishakapatnam di India timur.

Menteri Luar Negeri Sri Lanka Vijitha Herath mengatakan kepada parlemen bahwa angkatan laut menerima informasi bahwa kapal dalam kesulitan dan pemerintah mengirim kapal dan pesawat angkatan udara dalam misi penyelamatan.

Seorang juru bicara angkatan laut Sri Lanka mengatakan tidak ada kapal atau pesawat lain yang diamati di daerah tempat kapal perang Iran tenggelam.

Dilansir dari luar sebuah rumah sakit di Galle, di mana anggota kru yang terluka dibawa, Minnelle Fernandez dari Al Jazeera mengatakan para pejabat Sri Lanka masih berusaha mencari tahu apa yang terjadi pada hampir 150 anggota kru lainnya.

Fernandes mengatakan seorang pejabat kedutaan Iran di Kolombo mengatakan dua petugas telah dikirim ke Galle “untuk berbicara dengan para penyintas guna mengetahui apa yang mungkin terjadi di kapal”.

Tenggelamnya kapal perang itu terjadi ketika Amerika Serikat dan Israel melakukan serangan udara ke Iran untuk hari kelima setelah membunuh Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei dan hampir 800 orang lainnya, termasuk puluhan siswi.

Teheran telah menanggapi dengan serangan pesawat tak berawak dan rudal terhadap Israel dan aset terkait AS di negara-negara Teluk, menyebabkan banyak korban jiwa. Enam anggota militer AS telah tewas dan banyak lainnya terluka.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.