Pelatih asal Belanda Ungkap Faktor Dewa United Bisa Bawa 3 Poin saat Hadapi Manila Digger di AFC Challenge League
Askar Fatih Robbani March 05, 2026 01:34 AM

MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH/BOLASPORT.COM
Pelatih Dewa United FC, Jan Olde Riekerink, menuturkan jika dirinya sudah mengantongi kekuatan dan kelemahan sederet pemain Manila Digger.

BOLASPORT.COM - Pelatih Dewa United asal Belanda, Jan Olde Riekerink, mengungkapkan faktor-faktor yang bisa membuat timnya memenangkan pertandingan melawan Manila Digger pada leg pertama babak perempat final AFC Challenge League 2025-2026.

Pertandingan tersebut akan digelar di Rizal Memorial Stadium, Manila, Filipina, pada Kamis (5/3/2026) pukul 19.30 WIB.

Banten Warriors, julukan Dewa United, telah tiba di Manila sejak dua hari lalu untuk persiapan menghadapi laga krusial tersebut.

Kedua tim sama-sama memiliki catatan mengesankan di kompetisi ini karena belum pernah menelan kekalahan selama fase grup.

Tim asuhan Jan Olde Riekerink sebelumnya tergabung di Grup E bersama Phnom Penh Crown, Taiwan Steel, dan Shan United.

Eggy Maulana Vikri dan kawan-kawan berhasil lolos sebagai juara grup dengan catatan dua kali menang dan satu kali imbang.

Manila Digger juga memiliki rekor serupa dengan dua kemenangan dan satu kali seri di fase grup.

Namun, tim asal Filipina itu keluar sebagai runner-up Grup D karena kalah selisih gol dari Svay Rieng.

Jan Olde Riekerink menuturkan bahwa pengalamannya melatih di Afrika Selatan menjadi salah satu faktor yang bisa membantu timnya meraih tiga poin di markas Manila Digger.

Pelatih berusia 63 tahun tersebut sebelumnya pernah menjadi arsitek Cape Town City, klub dari Afrika Selatan.

Skuad Manila Digger diketahui diperkuat oleh banyak pemain asal Gambia, sebuah negara dari benua Afrika.

Jan Olde Riekerink mengaku sudah memiliki pengalaman dalam mengatasi tipikal pemain dari Afrika selama karier kepelatihannya.

Pengalaman tersebut bisa berdampak positif bagi Dewa United karena sang juru taktik dapat memberikan strategi berdasarkan pengetahuan yang telah didapatkan saat berkarir di benua Afrika.

Pelatih asal Belanda itu yakin telah mengantongi informasi mengenai kekuatan dan kelemahan pemain-pemain yang berasal dari benua Afrika.

Hal tersebut diharapkan dapat memudahkan Eggy dan rekan-rekannya untuk menjemput kemenangan saat bertandang ke Manila.

Dalam konferensi pers menjelang pertandingan, Jan Olde Riekerink menyatakan, "Saya bekerja dua tahun di Afrika Selatan, dan mereka (Manila Digger) akan banyak memainkan pemain dari Gambia, dan saya melihat gaya bermain yang sama."

"Jadi, mereka bermain dengan identitas yang jelas, yang juga dipengaruhi oleh akar Afrika para pemain."

"Lagi pula, di Cape Town City, saya terbiasa bermain melawan tim-tim seperti ini, jadi saya juga tahu kekuatan dan kelemahan kualitas sepak bola Afrika."

"Kami sudah berada di sini dua hari dan akan bermain di lapangan sintetis dengan kondisi yang berbeda."

"Tapi saya pikir jika kita sudah berlatih kemarin dan hari ini di sana, semoga itu cukup untuk beradaptasi, dan besok saat pertandingan kita akan lihat hasilnya," pungkas pelatih berusia 63 tahun itu..

Pertandingan ini akan menjadi ujian penting bagi Dewa United yang ingin melanjutkan tren positif pada ajang perdana mereka di kompetisi kancah Asia..

Laga leg pertama di Manila akan menjadi kunci bagi Dewa United sebelum menjamu Manila Digger pada leg kedua di tanah air.

Kemenangan di markas lawan akan memberikan keuntungan psikologis bagi Dewa United sebelum menjalani leg kedua di hadapan pendukung sendiri.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.