TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Nasib pelatih Tomas Trucha bersama PSM Makassar akan ditentukan hari ini, Kamis (5/3/2026).
Kursi juru taktik asal Republik Ceko itu kian panas setelah rentetan hasil buruk yang menjerumuskan Pasukan Ramang ke papan bawah Super League 2025/2026.
Manajemen memastikan keputusan akan diumumkan paling lambat malam ini, usai dua hari evaluasi internal.
Target Melenceng Jauh
Saat ditunjuk, Trucha dibebani target membawa PSM finis lima besar.
Namun kenyataannya, Juku Eja kini tercecer di peringkat 13 dengan 23 poin dari 15 laga.
PSM hanya unggul lima poin dari PSBS Biak yang berada di zona degradasi.
Di tangan pelatih 54 tahun itu, PSM mencatat:
4 kemenangan
2 hasil imbang
9 kekalahan
14 poin diraih
17 gol memasukkan
22 gol kebobolan
PSM bahkan sempat puasa kemenangan tujuh laga, termasuk lima kekalahan beruntun.
Teranyar, PSM takluk 2-4 dari Persita di Stadion BJ Habibie, Parepare, Senin (2/3/2026).
Kekalahan itu makin menggoyang posisi Trucha.
Manajemen Ambil Sikap
Manajer PSM, Muhammad Nur Fajrin, menegaskan keputusan akan segera diumumkan.
“Mungkin besok (hari ini) akan disampaikan. Dalam dua hari ini kami evaluasi,” ujarnya, Rabu (4/3/2026).
Ia mengaku manajemen telah bertemu sejumlah stakeholder untuk menentukan langkah terbaik, meski kompetisi masih menyisakan 10 laga.
Fokus Selamat dari Degradasi
Dengan selisih 16 poin dari posisi lima besar yang ditempati Persebaya (39 poin), target realistis PSM kini berubah: bertahan di kasta tertinggi.
PSM menargetkan minimal 41 poin untuk aman dari degradasi. Saat ini mereka baru mengoleksi 23 poin.
Artinya, 18 poin harus diraih dari 10 pertandingan tersisa lima kandang dan lima tandang.
Lawan-lawan yang menanti pun tidak ringan.
Ada Persib Bandung, Borneo FC, Malut United, hingga Bali United.
Namun Fajrin menegaskan tim tak boleh kehilangan mental.
“Kita harus tetap optimis. Target sekarang bagaimana mengamankan slot Super League musim depan,” tegasnya.
Hari ini menjadi penentuan: apakah Tomas Trucha masih dipercaya memimpin Laskar Ayam Jantan dari Timur, atau manajemen memilih jalan baru demi menyelamatkan musim. (*)