Nasib Tragis Pria 56 Tahun Tewas Dihajar Tetangga, Curi 2 Labu Siam untuk Ibunya
deni setiawan March 05, 2026 03:10 AM

TRIBUNJATENG.COM, CIANJUR - Nasib tragis dan memilukan dialami seorang pria paruh baya di Desa Talaga, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Pria berinisial MI yang berusia 56 tahun meninggal seusai babak belur dihajar tetangganya berinisial UA, pria berusia 41 tahun.

UA mengklaim menghajar MI lantaran korban kepergok mencuri labu siam.

Tanpa menanyakan terlebih dahulu mengapa korban mencuri labu siam di kebun, pelaku secara membabi buta menghajar MI.

Pasca kejadian, diketahui MI terpaksa mencuri labu siam untuk sang ibu.

Baca juga: Curhat Petugas Damkar Salatiga Sering Kecele Jika Ada Kebakaran, 90 Persen Hidran Rusak

• Kepala BGN Dadan Hindayana: Jateng Penyumbang Terbesar Kasus Keracunan MBG

• Penyidik KPK Giring Pejabat Pemkab Pekalongan Masuk Bus Menuju Jakarta, Ini Daftar Namanya

Tita (43), adik korban MI (56) menceritakan bahwa sebelum peristiwa tragis menimpa kakaknya, ibu mereka sempat meminta ingin makan sayur.

Namun karena korban tidak memiliki uang, MI pergi ke kebun dan diduga mengambil labu siam untuk dimasak.

“Labu itu untuk makan emak. Emak ingin makan sayur."

"Kakak saya bawa dua labu siam."

"Hendak dimasak, pelaku datang ke rumah kami,” kesaksian Tita seperti dilansir dari Kompas.com, Kamis (5/3/2026). 

Tita menyebutkan bahwa selama ini korban tinggal berdua bersama ibu mereka yang sudah jompo.

Kakak Tita lah yang selama ini merawat ibu mereka. Sementara Tita tinggal di tempat lain bersama keluarganya.

Sebelum meninggal, ungkap Tita, korban sempat datang ke rumahnya untuk meminta beras.

Namun Tita justru memberikan nasi beserta lauk pauk agar lebih praktis dibawa pulang.

“Selama ini, yang mengurus emak itu kakak saya. Jadi di rumah ini cuma tinggal berdua."

"Sudah lama kakak mengurus emak, sejak bercerai,” kata dia.

Pasca kejadian ini, Tita akan mengambil alih tanggung jawab merawat ibunya.

Namun, rencananya sang ibu akan dibawa ke Bogor Jawa Barat untuk tinggal bersama saudara tertua mereka.

“Kalau sehari-hari, kakak saya ini tidak bekerja tetap, hanya serabutan. Itu pun kalau ada yang menyuruh,” ujar Tita.

Meski kehilangan saudara kandung yang selama ini menjadi tulang punggung perawatan sang ibu, Tita tidak menaruh dendam terhadap pelaku.

Dia hanya berharap hukum dapat ditegakkan seadil-adilnya dan pelaku menerima hukuman setimpal atas perbuatannya.

Kronologi Kejadian

Sebelumya, nasib tragis dialami pria paruh baya asal Kabupaten Cianjur, Jawa Barat berinisial MI (56). 

Dia tewas setelah diduga dianiaya akibat tuduhan mencuri labu siam.

Berdasarkan informasi dari pihak kepolisian, korban meninggal di rumahnya di Desa Talaga, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, dua hari setelah peristiwa penganiayaan yang dialaminya.

Penganiayaan itu bermula, ketika terduga pelaku memergoki korban mengambil labu siam dari kebunnya.

Mengetahui hal tersebut, UA terduga pelaku mengejar korban hingga di depan rumah MI.

Di lokasi itu, korban dipukul menggunakan tangan kosong dan ditendang.

Korban mengalami luka lebam di bagian mata, kepala, dan leher.

Tubuhnya memar dan lecet di bahu lengan, serta hidung berdarah.

Korban juga mengalami pusing dan muntah-muntah serta terdapat benjolan di belakang kepala. 

Baca juga: Bupati Fadia Arafiq Catut Nama Ahmad Luthfi, Terjaring OTT saat Bertemu Gubernur di Semarang

• Prediksi Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Versi Polda Jateng: Terbagi Dua Gelombang

Pelaku Ditangkap

Terpisah, Kapolsek Cugenang, Kompol Usep Nurdin mengatakan, pihaknya telah menangkap terduga pelaku berinisial UA (41).

Pelaku kini menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik.

"Penganiayaan itu terjadi pada Sabtu (28/2/2026) sore di depan rumah korban dan pada Senin (2/3/2026), korban meninggal," ujar Kompol Usep.

Kompol Usep mengatakan, peristiwa penganiayaan itu bermula ketika terduga pelaku memergoki korban mengambil labu siam dari kebunnya.

Mengetahui hal tersebut, UA mengejar korban hingga ke depan rumahnya.

Di lokasi itu, korban dipukul menggunakan tangan kosong dan ditendang.

"Korban mengalami luka lebam di bagian mata, kepala, dan leher, serta memar di bahu lengan, dan hidung berdarah."

"Korban juga sempat muntah-muntah," tutur dia.

Kompol Usep mengungkapkan, kejadian tersebut sempat disaksikan adik korban yang saat itu berupaya melerai.

Setelah dilerai, korban mengakui telah mengambil dua labu siam sambil menunjukkannya kepada sang adik.

Namun saat itu, kondisi korban sudah sempoyongan diduga akibat pusing di bagian kepala.

Pada Senin (2/3/2026) korban meninggal.

"Adik korban selanjutnya melaporkan peristiwa tersebut dan kami menindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku," ucapnya.

Disebutkan Kompol Usep, jenazah korban telah berada di rumah sakit untuk diautopsi guna mengetahui penyebab pasti kematiannya.

Sementara berdasarkan hasil pemeriksaan luar, menurutnya, menunjukkan luka memar dan lecet di dahi, pada kelopak mata sebelah kanan, leher, lengan, sikut, dan kaki.

"Pada lubang hidung juga terdapat bekas darah dan terdapat benjolan di belakang kepalanya," ujar Kompol Usep. (*)

Sumber Kompas.com

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.