Tragis, Markas Petasan Meledak di Ponorogo Jawa Timur Tewaskan Bocah SMP
Tim TribunNewsmaker March 05, 2026 09:44 AM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Ledakan hebat yang diduga berasal dari markas pembuatan petasan menggegerkan warga Ponorogo, Jawa Timur. Peristiwa tersebut bahkan merenggut nyawa seorang bocah SMP.

Insiden ledakan diketahui terjadi di rumah seorang warga bernama Minten yang berada di Dusun Cuwet, Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo.

Kronologi markas petasan meledak di Ponorogo bermula pada Minggu (1/3/2026) (KOMPAS.com/SUKOCO)

Kronologi Markas Petasan Meledak di Ponorogo

Salah seorang warga bernama Bonari mengungkapkan, ledakan terjadi pada Minggu (1/3/2026). Ia mengaku mendengar suara ledakan sangat keras dan melihat langsung kepulan asap dari lokasi kejadian.

“Bukan keras lagi, soalnya rumah saya dekat. Kirain ban meletus nggak tahunya asap mengepul. Keras banget, dahsyat,” ujar Bonari dikutip Grid.ID dari TribunJatim.com, Rabu (4/3/2026).

Bonari juga menyebut, rumah Minten kerap dijadikan tempat merakit petasan maupun balon udara tanpa awak setiap menjelang Lebaran. Meski sudah berulang kali ditegur warga, aktivitas tersebut tetap dilakukan.

“Dapat bahan peledak darimana? Kurang tahu itu masih ditelusuri infonya itu. Di sini jadi markas. Jelang Lebaran, sudah sering diperingatkan, tapi tidak digubris,” imbuhnya.

Baca juga: Sosok Pelaku Pembunuhan Pasutri Pakistan di Bogor, Karyawan yang Simpan Dendam Karena Sakit Hati

Warga sekitar pun sudah lama mengetahui rumah tersebut sebagai lokasi perakitan petasan hingga akhirnya berujung pada ledakan yang memakan korban jiwa.

"Kami menyebutnya markas. Bukan sekali dua kali, sudah sering terjadi selalu bikin merakit petasan," ungkap Bonari.

Akibat ledakan tersebut, total terdapat tiga korban. Satu orang dilaporkan meninggal dunia, sementara dua lainnya mengalami luka-luka.

Kabar itu dibenarkan oleh Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Imam Mujali.

"Ada 3 korban, 1 meninggal dunia dan 2 mengalami luka," kata Imam dikutip Grid.ID dari Kompas.com.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Rifai Kurnia Putra, yang merupakan anak pemilik rumah dan masih duduk di bangku SMP.

"Korban yang meninggal dunia di lokasi kejadian adalah anak pemilik rumah," imbuh Imam.

Sementara dua korban lainnya adalah Ahmad Fatoni, warga Desa Morosari, Kecamatan Sukorejo, serta Hindar Agusta, warga Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman. Keduanya mengalami luka bakar cukup serius.

"A mengalami luka bakar 90 persen dan korban H mengalami luka bakar 16 persen. Keduanya saat ini dirawat di RSUD Harjono," lanjut Imam.

Diketahui, peristiwa ledakan terjadi menjelang waktu berbuka puasa. Kondisi rumah di lokasi kejadian mengalami kerusakan parah, mulai dari rangka atap hingga genting yang hampir seluruhnya hancur. Selain itu, kusen dan pintu rumah juga dilaporkan rusak total. (Tribunnewsmaker.com/Grid.ID/Siti M )

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.