WARTAKOTALIVECOM— Pemandangan tak biasa terlihat di Kota Qamishli, timur laut Suriah, pada Selasa (4/3/2026).
Di tengah ketegangan konflik yang melibatkan Iran di satu sisi serta Israel dan Amerika Serikat di sisi lain, sejumlah warga justru terlihat santai berkumpul di sekitar bangkai rudal yang tertancap di tanah dekat Bandara Internasional Qamishli.
Rudal yang diduga berasal dari Iran itu ditemukan dalam kondisi tidak meledak.
Benda logam berukuran besar tersebut menancap di tanah terbuka tak jauh dari area bandara, menciptakan pemandangan yang kontras antara ancaman perang dan sikap santai warga yang mendekatinya.
Alih-alih menjauh karena khawatir akan bahaya, sejumlah warga terlihat berdiri di dekat puing rudal, bahkan ada yang duduk dan berbincang di sekitarnya.
Beberapa di antara mereka tampak mengabadikan momen tersebut menggunakan telepon seluler, seolah menjadikannya tontonan langka di tengah situasi keamanan yang tidak menentu.
Qamishli sendiri merupakan kota terbesar kesembilan di Suriah yang terletak di Provinsi Al-Hasakah. Kota ini berada di kawasan strategis di timur laut Suriah dan berbatasan langsung dengan Turki.
Dalam beberapa tahun terakhir, wilayah ini kerap menjadi titik sensitif akibat dinamika konflik regional yang melibatkan berbagai kekuatan militer.
Insiden jatuhnya rudal ini terjadi ketika ketegangan di kawasan Timur Tengah meningkat tajam.
Iran dilaporkan melancarkan sejumlah serangan rudal sebagai bagian dari eskalasi konflik yang juga menyeret Israel dan Amerika Serikat.
Sejumlah proyektil dilaporkan melintasi wilayah udara beberapa negara sebelum akhirnya jatuh di berbagai lokasi, termasuk di Suriah.
Meski demikian, rudal yang jatuh di dekat Bandara Internasional Qamishli tersebut tidak meledak saat menghantam tanah.
Belum ada laporan resmi mengenai kerusakan infrastruktur ataupun korban jiwa akibat insiden tersebut.
Keberadaan rudal yang masih utuh itu sempat menarik perhatian warga sekitar.
Dalam sejumlah foto yang beredar di media internasional, tampak beberapa orang berdiri hanya beberapa meter dari badan rudal yang tertanam di tanah.
Situasi ini memunculkan kekhawatiran tersendiri karena proyektil yang belum meledak tetap berpotensi berbahaya jika tidak segera diamankan oleh otoritas setempat.
Hingga kini belum ada keterangan resmi dari otoritas keamanan Suriah mengenai langkah penanganan terhadap sisa rudal tersebut.
Biasanya, proyektil yang gagal meledak akan diamankan oleh tim penjinak bahan peledak untuk mencegah kemungkinan detonasi yang tidak terduga.
Fenomena warga yang mendekati bahkan bersantai di sekitar bangkai rudal menunjukkan bagaimana masyarakat di wilayah konflik sering kali terbiasa dengan situasi berbahaya.
Setelah bertahun-tahun hidup di tengah ketidakpastian akibat perang, kehadiran puing senjata perang terkadang justru dipandang sebagai kejadian biasa oleh sebagian warga.
Meski terlihat santai, para pengamat keamanan mengingatkan bahwa mendekati sisa persenjataan yang belum dipastikan aman merupakan tindakan berisiko tinggi.
Proyektil yang gagal meledak dapat tetap mengandung bahan peledak aktif yang sewaktu-waktu bisa memicu ledakan jika terguncang atau terkena panas ekstrem.
Insiden di Qamishli ini menjadi salah satu gambaran nyata bagaimana konflik regional yang melibatkan negara-negara besar dapat berdampak langsung hingga ke kehidupan sehari-hari warga sipil di wilayah yang berada di jalur lintasan serangan.
Di tengah meningkatnya eskalasi militer di kawasan Timur Tengah, peristiwa tersebut sekaligus menegaskan bahwa jejak konflik tidak hanya terlihat di medan tempur, tetapi juga di ruang-ruang publik tempat warga biasa beraktivitas.