Bupati Cianjur Prihatin Pria Tewas Dianiaya karena Curi Labu Siam, Ibu Korban Akan Diurus Pemda
Febriana Nur Insani March 05, 2026 01:38 PM

TRIBUNTRENDS.COM - Dilema kemiskinan kembali memakan korban jiwa, kali ini menimpa MI, seorang warga Cianjur, Jawa Barat.

Ia meninggal setelah mengalami penganiayaan. Semua bermula dari MI yang mencuri dua labu siam di kebun milik UA.

MI nekat mencuri labu siam untuk menu berbuka puasa. Ibunya yang sudah lansia memang sedang ingin makan sayur.

Keterbatasan finansial membuat MI tidak mampu membeli labu siam hingga nekat mencuri.

Ia diketahui berprofesi sebagai buruh serabutan sehingga tidak punya penghasilan tetap.

Aksi MI mencuri labu siam ternyata dipergoki oleh UA.

UA kemudian mengejar MI sampai ke depan rumahnya.

Pada momen itulah UA menganiaya MI hingga babak belur.

MI menderita luka lebam di bagian mata, kepala, dan leher, serta memar di bahu lengan, dan hidung berdarah.

Dua hari setelah aksi penganiayaan tersebut, MA menghembuskan napas terakhirnya.

Baca juga: Kisah Pria di Cianjur, Tewas Seusai Dianiaya Gegara Curi 2 Labu Siam untuk Buka Puasa, Sempat Muntah

Ilustrasi mayat
PENGANIAYAAN WARGA CIANJUR - Ilustrasi kasus penganiayaan terhadap M (56), warga Desa Talaga, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, yang meninggal dunia dua hari setelah diduga dipukul penjaga kebun berinisial UA pada Sabtu (28/2/2026). (Freepik)

Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian menyatakan keprihatinan atas penganiayaan yang menewaskan seorang warganya terkait dugaan pencurian labu siam. Menurut Wahyu, peristiwa tersebut tidak lepas dari faktor kemiskinan dan keterbatasan ekonomi korban. 

“Tentu di sini ada yang salah, dan kami dari pemerintah daerah memiliki kewajiban dan harus bertanggung jawab. Kami tidak ingin kejadian seperti ini terjadi lagi di mana kemiskinan dan ketidakmampuan menjadi bencana bagi masyarakat,” ujar Wahyu kepada Kompas.com di rumah duka, Rabu (4/3/2026) petang.

Korban Penerima Bansos

Wahyu menyebutkan, berdasarkan data pemerintah, korban terdaftar sebagai penerima sejumlah bantuan sosial, mulai dari BLT, BPJS, dan bantuan pangan beras.

“Saya akan menginstruksikan Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, serta instansi terkait lainnya untuk melakukan pendataan dan memverifikasi ulang penerima bantuan, agar penyalurannya bisa tepat sasaran,” tutur dia.

Wahyu juga berharap, pemerintah kecamatan, desa, serta perangkat RT dan RW di lingkungan masing-masing memiliki kepekaan terhadap kondisi warga yang tidak mampu dan memiliki kerentanan ekonomi.

“Untuk ibunya yang sudah jompo dan selama ini dirawat korban, mulai saat ini akan diurus oleh pemda, kami harus hadir dan bertanggung jawab,” ujar Wahyu.

Baca juga: Diduga Dianiaya karena Dua Labu Siam, Warga Cianjur Meninggal Dua Hari Setelah Dipukul Penjaga Kebun

PENGANIAYAAN WARGA CIANJUR - Ilustrasi kasus penganiayaan terhadap Minta (56), warga Desa Talaga, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, yang meninggal dunia dua hari setelah diduga dipukul penjaga kebun berinisial UA pada Sabtu (28/2/2026).
PENGANIAYAAN WARGA CIANJUR - Ilustrasi kasus penganiayaan terhadap Minta (56), warga Desa Talaga, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, yang meninggal dunia dua hari setelah diduga dipukul penjaga kebun berinisial UA pada Sabtu (28/2/2026). (Tribunnews Bogor/kolase istimewa)

Kronologi Kejadian

Sebelumnya, nasib tragis dialami pria paruh baya asal Kabupaten Cianjur, Jawa Barat berinisial MI (56). Ia tewas setelah diduga dianiaya akibat tuduhan mencuri labu siam.

Berdasarkan informasi dari pihak kepolisian, korban meninggal dunia di rumahnya di Desa Talaga, Kecamatan Cugenang, Cianjur, dua hari setelah peristiwa penganiayaan yang dialaminya. 

Peristiwa penganiayaan itu bermula ketika terduga pelaku memergoki korban mengambil labu siam dari kebunnya.

Mengetahui hal tersebut, UA mengejar korban hingga ke depan rumahnya. Di lokasi itu, korban dipukul menggunakan tangan kosong dan ditendang.

Korban mengalami luka lebam di bagian mata, kepala, dan leher, serta memar dan lecet di bahu lengan, dan hidung berdarah.

Korban juga mengalami pusing dan muntah-muntah, serta terdapat benjolan di belakang kepalanya.

(TribunTrends.com)(Kompas.com/Firman Taufiqurrahman)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.