TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Perajin kubah masjid di Desa Pesarean, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal yang biasanya saat momen Ramadan menjadi bulan penuh berkah karena banyak pesanan, namun tahun ini berbeda karena pesanan turun drastis.
Sepi pesanan membuat perajin bingung apa yang menjadi pemicu kondisi tersebut.
Meskipun kondisi sepi pesanan, namun produksi tetap berjalan karena ada pekerja yang menggantungkan hidup dari proses pembuatan kubah masjid.
Kondisi sepi, dialami Pemilik UD Amrozi Putra, Muhammad Amrozi.
Tempat usahanya beralamat di Jalan Raya Pesarean, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal, tepatnya di depan SMK ADB.
Saat Tribunjateng.com tiba di lokasi usaha, terlihat dua orang pekerja sedang mengerjakan kubah berukuran sedang sampai besar.
Mereka telaten membuat kubah sesuai pola atau desain yang ada menggunakan alat las, gunting khusus dan lainnya.
Baca juga: "Tangkap Kapolresta Pati" Tulisan di Kemeja Botok AMPB Saat Hadapi Putusan Hakim
Selain kubah yang masih dalam proses produksi, di lokasi juga terpajang kubah masjid ada yang polos, bermotif, dan warna emas ukuran kecil, sedang sampai besar.
Muhammad Amrozi mengungkapkan, kondisi pemesanan kubah masjid pada momen lebaran 1447 H/2026 turun drastis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Kondisi penjualan menurun drastis diakui Amrozi baru pernah terjadi karena biasanya ketika Ramadan pasti mengalami peningkatan.
"Biasanya kalau Ramadan pasti ada kenaikan penjualan, tapi sekarang kondisinya malah turun drastis. Sampai awal Maret saja baru ada 5 pesanan kubah masjid, padahal biasanya bisa sampai 15.
Ya turun drastis, Ramadan tahun kemarin pesanan masuk sampai 17 kubah," ungkap Amrozi, pada Tribunjateng.com, Kamis (5/3/2026).
Rata-rata kubah yang dipesan, menurut Amrozi ukuran 1 meter dan 3 meter untuk musala dan masjid.
Selain membuat kubah untuk masjid ataupun musala, tempat usaha Amrozi juga menerima pesanan seperti pembuatan pagar stainless, keranda, kanopi, rolling tangga, huruf stainless, ventilator dan lain-lain.
"Harga kubah ukuran paling kecil 30cm Rp600 ribu. Sedangkan ukuran 3 meter harga Rp35 juta. Paling besar ukuran 10 meter harga bisa sampai Rp100 jutaan," ujar Amrozi.
Diterangkan Amrozi, produksi di tempatnya menggunakan bahan dasar stainless dan galvalum.
Walaupun kondisi sepi proses produksi tetap berjalan karena ada dua kubah yang belum terpasang sehingga harus diselesaikan terlebih dahulu.
Amrozi juga masih menunggu pesanan baru masuk ke tempatnya.
Adapun dalam proses produksi Amrozi dibantu dua karyawan.
"Usaha ini sudah berjalan selama 20 tahun. Kebetulan turun temurun dari bapak saya dan saya meneruskan.
Ya semoga kondisinya membaik bisa ramai pesanan lagi," harap Amrozi. (dta)