Cara Alokasikan Dana THR Agar Maksimal Pemanfaatannya di Hari Raya
Sanusi March 05, 2026 03:37 PM

 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Masyarakat Indonesia menerima tambahan penghasilan berupa cairnya Tunjangan Hari Raya (THR) setiap menjelang Hari Raya Idul Fitri seperti sekarang. Namun, bersamaan dengan itu, daftar kebutuhan dan barang yang harus dibeli sudah di depan mata. 

Misalnya, membeli baju baru, mengirim hampers ke kerabat, biaya mudik, hingga mentraktir keluarga di hari raya. Faktanya tidak semua orang bisa mengatur penggunaan uang THR yang diterimanya. Banyak yang mengaku uangnya habis tanpa terasa alias hanya sekadar “numpang lewat”.

Baca juga: Ramadan, Momentum Hijrah Finansial

Sebenarnya yang terjadi bukan nilai uang THR yang kurang, tapi karena tidak adanya rencana. Padahal sebenarnya ketika mendapatkan THR merupakan kesempatan menambah pemasukan di luar gaji rutin yang bisa memperbaiki kondisi keuangan bila dikelola dengan tepat. 

"Karena itu, setelah menerima THR, masyarakat diimbau mengalokasikannya sejak awal agar kondisi finansial tetap sehat setelah Idul Fitri agar keuangan tetap stabil setelah hari raya," ungkap Maika Randini Chief Client and Marketing Officer Sunlife Syariah dikutip Kamis, 5 Maret 2026.

Berikut contoh alokasi penggunaan uang THR berdasar skala prioritasnya:

Baca juga: Dorong Literasi Keuangan, Industri Fintech dan Kompas Gramedia Kupas Strategi Finansial di 2026

1. Alokasikan 10–15 persen uang THR untuk kewajiban dan berbagi 

Sisihkan terlebih dulu di awal uang THR untuk membayar zakat fitrah (setara Rp50.000 per jiwa), sedekah, atau membantu keluarga. Selain menjalankan kewajiban, langkah ini membantu kita lebih bijak mengontrol pengeluaran.

2. Sisihkan 10-20 persen THR untuk lunasi utang dan cicilan 

Pemakaian paylater atau kartu kredit sering terasa ringan setiap bulan, tetapi bisa menumpuk diam-diam. Menguranginya dengan THR akan membuat kondisi finansial jauh lebih lega setelah Lebaran.

3. Gunakan 40-50 persen THR untuk kebutuhan Lebaran

Kebutuhan Lebaran tersebut mencakup biaya mudik, membeli makanan khas di perjalanan, menyiapkan angpao ke kerabat dan membeli pakaian baru.

Membuat alokasi anggaran ini akan membantu mencegah pengeluaran meluas.

4. Sisihkan 10-20 persen THR untuk dana darurat dan tabungan

Anda perlu menyisihkan sebagian untuk dana darurat atau instrumen likuid seperti emas, tabungan syariah atau Reksa Dana Pasar Uang (RDPU) syariah. Dana ini sangat membantu jika ada kebutuhan mendadak setelah Lebaran.

5. Lengkapi dengan perlindungan keuangan yang amanah

Tabungan melindungi rencana pengeluaran, tetapi risiko besar seperti sakit atau kecelakaan dapat menghabiskan tabungan dengan cepat. Di sinilah perlindungan menjadi bagian dari perencanaan.

Diantaranya, ketika menghadapi risiko besar seperti operasi darurat, penyakit kritis, atau kecelakaan yang membutuhkan biaya puluhan bahkan ratusan juta rupiah.

"Melengkapi strategi keuangan dengan perlindungan finansial merupakan sebagai bentuk ikhtiar yang bijak," ungkap Maika Randini.

Dia menekankan, tujuan THR bukan hanya membuat Lebaran terasa meriah, tetapi membantu keluarga tetap tenang setelahnya.

"THR sejatinya adalah kesempatan langka untuk memperkuat struktur keuangan keluarga. Dengan
membaginya secara cerdas untuk kewajiban agama, melunasi utang, merayakan Lebaran, membangun
tabungan, dan melengkapi perlindungan," ungkapnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.