TRIBUNSOLO.COM - SMA Al Abidin Bilingual Boarding School (ABBS) Surakarta menghadirkan kuliah tamu (guest lecture) dari akademisi University of Sheffield, Inggris, pada Rabu, 4 Maret 2026.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah tersebut diikuti oleh para siswa SMA ABBS Surakarta sebagai bagian dari upaya memperluas wawasan mereka mengenai pendidikan tinggi di luar negeri.
Kepala SMA ABBS Surakarta, Mia Febriana, M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan gambaran langsung kepada siswa tentang atmosfer akademik serta bidang-bidang keilmuan yang berkembang di universitas terkemuka dunia.
Melalui pertemuan langsung dengan para profesor dari luar negeri, diharapkan siswa dapat memperoleh inspirasi sekaligus motivasi untuk melanjutkan studi ke jenjang internasional.
Dalam kegiatan tersebut, terdapat tiga sesi kuliah tamu yang disampaikan oleh para profesor dari University of Sheffield. Sesi pertama dibawakan oleh Prof. Don Webber yang mengangkat topik “A Business Strategy for Good or Deliberate Dishonesty”.
Dalam materinya, ia membahas bagaimana strategi bisnis dapat diarahkan untuk menciptakan dampak positif sekaligus menyoroti potensi praktik ketidakjujuran yang dapat terjadi dalam dunia bisnis.
Baca juga: KSPPS BMT Al Abidin Konsisten Amanah, Rapat Anggota Tahunan 2026 Jadi Momentum Evaluasi dan Inovasi
Sesi kedua disampaikan oleh Prof. Chee Hing Tan dengan materi “Electronic and Semiconductor Chip as the Engines”.
Ia memaparkan peran penting teknologi elektronik dan chip semikonduktor sebagai penggerak utama perkembangan teknologi modern, mulai dari perangkat komunikasi hingga sistem komputasi canggih.
Sementara itu, sesi ketiga dipandu oleh Prof. Andrew Beckerman yang membahas topik “Understanding How Cancer Works”.
Dalam penjelasannya, ia menguraikan secara ilmiah bagaimana kanker berkembang di dalam tubuh serta bagaimana penelitian ilmiah terus dilakukan untuk memahami dan menanganinya.
Pelaksanaan kuliah tamu dilakukan secara interaktif dengan cara para profesor masuk langsung ke kelas-kelas siswa.
Para siswa diberikan kesempatan memilih kelas dan materi sesuai dengan minat masing-masing.
Dengan model pembelajaran ini, siswa dapat lebih fokus mendalami topik yang mereka sukai serta berdiskusi langsung dengan narasumber.
Mia Febriana berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan di masa mendatang sebagai bagian dari penguatan program internasional sekolah.
Menurutnya, interaksi langsung dengan akademisi dari universitas dunia menjadi pengalaman berharga bagi siswa untuk mengenal lebih dekat dunia pendidikan global sekaligus mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan. (*)