Kritikan DPRD Kota Malang Soal MBG yang Tak Layak Saat Ramadan
Sudarma Adi March 05, 2026 06:33 PM

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Benni Indo

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - DPRD Kota Malang mengimbau agar pemenuhan komposisi gizi dalam sajian makan bergizi gratis tetap dipenuhi oleh SPPG di seluruh Kota Malang.

Anggota Komisi D DPRD Kota Malang, Suyadi menyayangkan adanya laporan bahwa menu makanan bergizi gratis tak layak saat Ramadan.

Temuan terbaru makanan yang dikirim ke SMP 2 Muhammadiyah Kota Malang menunjukan ada empat jenis makanan yakni kacang rebus, telur puyuh, pisang, dan roti yang berbentuk pizza.

Baca juga: Dishub Kota Malang Prediksi Puncak Arus Mudik Terjadi 2 Gelombang dan Mobilitas Kendaraan Turun

Suyadi mengaku telah mengamati distribusi makanan di program MBG. Dari hasil pantauannya, ia mengungkapkan kekecewaannya.

"Kasihan masyarakat yang berharap tetapi yang didistribusikan seperti itu. Saya pribadi ikut miris juga," kata Suyadi, Rabu (25/2/2026). 

Suyadi telah mendapat sejumlah informasi soal sajian MBG dari masyarakat. Ia menekankan bahwa SPPG penyalur MBG harus memperhatikan masa kadaluarsanya.

Ia juga mengingatkan seluruh SPPG untuk memperhatikan standar kelayakan gizi di setiap menu MBG yang disalurkan.

"SPPG harus benar-benar bisa mematuhi standar kelayakan gizi yang sudah ditetapkan Badan Gizi Nasional. Semua dapur MBG (SPPG) sudah dikasih SOP, Jangan dilanggar," imbaunya.

Kepala SMP Muhammadiyah 2 Kota Malang, Supriyanto, menilai kualitas menu MBG masih perlu ditingkatkan agar benar-benar memenuhi unsur gizi seimbang. Terutama saat Ramadan.

Dalam wawancara, Supriyanto menyampaikan bahwa program MBG sudah berjalan, termasuk selama bulan puasa. Namun dari sisi komposisi, menurutnya masih ada beberapa unsur yang perlu dilengkapi.

“Ya mestinya ada hal-hal yang perlu ditambahkan lagi, seperti keseimbangan antara proteinnya harus ada. Harapan kami MBG ada, namun untuk kualitasnya bisa ditingkatkan lebih baik lagi,” ujarnya.

Supriyanto menyebut, berdasarkan pengecekan yang ia lakukan, menu yang dibagikan terdiri dari tiga item, yakni satu buah jeruk, roti abon, dan tempe kering pada hari pertama penerimaan MBG selama puasa Ramadan 1447 H.

Menurutnya, konsep “makan bergizi gratis” seharusnya tidak hanya berfokus pada pemberian makanan secara cuma-cuma, tetapi juga memastikan kandungan gizinya benar-benar ideal bagi siswa.

Baca juga: Mudik Gratis Pemkab Malang 2026 Diserbu Pendaftar, Jurusan Pacitan Paling Laris

“Misalkan lengkap ada susunya, ada proteinnya, kemudian ada buahnya, itu kan lebih ideal. Maka gizinya menjadi poin penting, bukan makannya saja,” tegasnya.

Ia juga menambahkan, hingga saat ini belum ada keluhan dari orang tua siswa terkait menu tersebut.

“Sementara belum ada keluhan dari orang tua,” katanya.

Ia berharap ke depan kualitas menu MBG bisa lebih ditingkatkan agar benar-benar sesuai dengan tujuan program, yakni mendukung kebutuhan nutrisi siswa selama mengikuti kegiatan belajar.

“Karena makan gratis sebenarnya ini kan mengambil dari pajak masyarakat juga. Artinya aspek gizinya harus diperhatikan,” pungkasnya. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.