Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Jakarta Utara (Pemkot Jakut) sudah menangani 1.150 pohon rawan tumbang dan sempal periode Januari-Februari 2026 sebagai upaya dalam mengantisipasi cuaca ekstrem yang terjadi di daerah setempat.

“Langkah preventif ini terbukti efektif menekan angka kejadian pohon tumbang secara signifikan,” kata Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Utara, Reina Camelia di Jakarta, Kamis.

Ia menjelaskan penanganan dilakukan secara masif di enam kecamatan melalui pemangkasan dan penataan pohon secara berkala.

Menurut dia, pada bulan ini terjadi penurunan kasus pohon tumbang yang cukup signifikan karena pihaknya telah melakukan pemangkasan rutin di lokasi-lokasi rawan.

Berdasarkan rekapitulasi dua bulan pertama tahun ini, dari total 1.150 penanganan yang terdiri dari 199 pohon masuk kategori ringan, 743 pohon dalam kategori sedang, 84 pohon dalam kategori berat, serta 47 pohon ditebang karena kondisi tertentu dan membahayakan keselamatan.

Ia mengatakan pada Januari tercatat 57 kasus pohon tumbang, maka pada Februari jumlahnya turun drastis menjadi empat kasus.

Menurut dia, penurunan ini tidak lepas dari konsistensi pelaksanaan program “Rabu Menoping” yang digelar serentak di seluruh kecamatan.

“Program Rabu Menoping terus kami jalankan dengan melibatkan personel tingkat kota dan kecamatan untuk menyisir pohon yang terlalu rimbun atau berpotensi membahayakan,” kata dia.

Ia mengatakan dalam melakukan penataan, petugas di lapangan mengedepankan aspek keselamatan dan mendukung estetika kota.

Menurut dia, lingkungan yang tertata rapi menghadirkan rasa aman sekaligus nyaman bagi pengguna jalan dan masyarakat sekitar.

“Kami ingin memastikan warga Jakarta Utara tetap aman dan nyaman saat beraktivitas, meskipun cuaca tidak bersahabat,” katanya.

Ia juga meminta partisipasi warga juga menjadi kunci keberhasilan upaya mitigasi ini.

Pada periode Januari hingga Februari 2026, sebanyak 217 laporan warga terkait permasalahan pohon telah ditindaklanjuti melalui kanal resmi Cepat Respon Masyarakat (CRM).

“Upaya ini diharapkan mampu semakin memperkuat sistem mitigasi risiko pohon tumbang, sekaligus menjaga Jakarta Utara tetap hijau, aman dan tertata,” kata dia.