Perang Total: Rudal 1 Ton Iran Hantam Bandara Ben Gurion, AS-Israel Gempur Teheran dan Kota Suci Qom
Budi Sam Law Malau March 06, 2026 01:35 AM

WARTAKOTALIVE.COM – Eskalasi militer di Timur Tengah terus memanas dan mencapai titik paling kritis dalam enam hari terakhir.

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran meluncurkan rudal balistik kelas berat Khorramshahr-4 yang menargetkan gerbang internasional utama Israel, Bandara Ben Gurion, serta pangkalan udara Skuadron ke-27 pada Kamis (5/3/2026), seperti dilaporan laman Iranwire.

Serangan ini menandai babak baru yang sangat destruktif.

Baca juga: IRGC Klaim Tembak Jatuh Jet Tempur F-15 AS, Iran Sebut Serangan AS-Israel Picu Dampak Global

Korramshahr-4, yang membawa hulu ledak seberat satu ton, dirancang untuk menimbulkan kerusakan struktural masif.

Langkah Teheran ini dinilai sebagai balasan langsung atas lumpuhnya bandara-bandara di Iran akibat gempuran udara Barat sebelumnya.

Teheran Diguncang, Kota Suci Qom Menjadi Target

Hanya berselang jam dari serangan ke Tel Aviv, Amerika Serikat dan Israel melancarkan gelombang serangan udara balasan yang menghujam jantung pertahanan Iran.

Ledakan hebat dilaporkan mengguncang Teheran, Karaj, Qom, hingga Isfahan sebelum tengah hari.

Di Karaj, pangkalan paramiliter Basij Fardis dilaporkan hancur.

Baca juga: Secara Matematika, Pentagon Akui Pertahanan AS Tak Mampu Cegat Serangan Seluruh Drone Shahed Iran

Sementara itu, militer Israel mengonfirmasi serangan presisi terhadap platform peluncur rudal balistik di Qom—kota yang dianggap sebagai pusat ideologi dan rumah bagi ulama paling berpengaruh di Iran.

Penargetan Qom mengirimkan pesan diplomatik dan militer yang sangat keras: tidak ada sejengkal tanah pun di Iran yang kini berada di luar jangkauan koalisi.

Lebanon Utara Membara: Tripoli dan Dahieh di Ambang Kehancuran

Perluasan medan tempur juga merembet ke Lebanon.

Untuk pertama kalinya, Israel menggempur kota Tripoli di utara Lebanon guna melumpuhkan komandan Hamas.

Namun, ancaman paling mengerikan datang dari Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich.

Berdiri di perbatasan utara, Smotrich memperingatkan bahwa kawasan Dahieh di Beirut akan segera rata dengan tanah, menyusul perintah evakuasi massal bagi warga Lebanon di bawah Sungai Litani.

“Kalian ingin membawa neraka kepada kami, dan akhirnya membawa neraka bagi diri kalian sendiri. Dahieh akan terlihat seperti Khan Younis,” tegas Smotrich, merujuk pada kota di Gaza yang telah hancur total.

Dampak Kemanusiaan dan Krisis Global

Di tengah hujan rudal, sisi kemanusiaan semakin terhimpit.

Di Teheran, gedung-gedung olahraga dan fasilitas sipil dilaporkan hancur, meninggalkan warga dalam ketakutan mendalam.

Dunia kini menahan napas saat dua kekuatan militer besar ini saling menghancurkan infrastruktur strategis, yang berpotensi memutus urat nadi energi global secara permanen.

Operasi militer yang kian tanpa batas ini menunjukkan bahwa jalur diplomasi kian tertutup oleh debu reruntuhan dari Tel Aviv hingga Teheran.

Sebelumnya Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baqaei, mengutuk serangan AS dan Israel baru-baru ini terhadap Istana Golestan di Teheran sebagai kejahatan perang yang terang-terangan.

Baca juga: Iran Bakal Serang Seluruh Kedutaan Besar Israel Demi Bela Lebanon

Sebab Istana Golestan adalah situs bersejarah yang semestinya bukan menjadi sasaran perang.

Dalam unggahan di akun X resminya, Baqaei mengatakan serangan rudal terhadap kompleks Lapangan Arg yang bersejarah di Teheran telah menyebabkan kerusakan pada Istana Golestan.

Iamenggambarkannya sebagai salah satu simbol paling abadi ibu kota Iran dan situs Warisan Dunia UNESCO.

Ia menggambarkan serangan itu sebagai kejahatan keji yang bertujuan untuk menghapus warisan budaya Iran, tempat lahirnya sejarah dan peradaban kuno.

Ia menekankan bahwa serangan itu melanggar berbagai hukum internasional, termasuk Konvensi Den Haag 1954 tentang Perlindungan Properti Budaya dalam Kasus Konflik Bersenjata, Protokol Tambahan I tahun 1977 untuk Konvensi Jenewa, Statuta Roma Pengadilan Kriminal Internasional, dan preseden peradilan internasional yang telah ditetapkan.

"Setiap serangan yang disengaja oleh Amerika Serikat dan rezim Israel terhadap situs-situs bersejarah dan warisan budaya Iran merupakan pelanggaran mencolok terhadap hukum humaniter internasional dan kejahatan perang yang tak terbantahkan," katanya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.