Gubernur Sulsel Turun Tangan Kawal Proyek PSEL Makassar di Tengah Polemik Lokasi
Ansar March 06, 2026 02:07 AM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR — Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, memberi perhatian serius terhadap rencana pembangunan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Makassar.

Menurutnya, persoalan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah, menjadi salah satu isu utama yang harus segera dituntaskan.

Bahkan, masalah persampahan juga menjadi perhatian Presiden RI, Prabowo Subianto.

Hal tersebut disampaikan Andi Sudirman saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 Pemkot Makassar di Hotel Claro Makassar, Jalan AP Pettarani, Kamis (5/3/2026).

“Concern kita untuk Makassar tentu tidak jauh dari persoalan lingkungan. Ini juga pesan Bapak Presiden terkait masalah persampahan," kata dia.

"Saya tahu ini tidak mudah, tapi ini juga tugas dan tanggung jawab kami di provinsi untuk membantu,” ujarnya.

Pemprov Siap Turunkan DLH Kawal Proyek

Andi Sudirman mengungkapkan, pihaknya telah bertemu dengan Menteri Lingkungan Hidup untuk membahas dukungan pemerintah pusat terhadap pengelolaan sampah di Makassar.

Hasilnya, Makassar masuk dalam daftar daerah di Indonesia yang diprogramkan mendapatkan dukungan pembangunan sistem pengelolaan sampah melalui proyek PSEL.

Ia menilai posisi strategis Makassar sebagai hub Indonesia Timur menjadi salah satu pertimbangan utama pemerintah pusat.

“Kalau tidak ada di Makassar, Indonesia Timur ini hub-nya di sini. Jadi memang harus diperkuat,” katanya.

Untuk memastikan proyek berjalan, Pemprov Sulsel siap menurunkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi untuk mendampingi Pemkot Makassar.

Namun ia menekankan pentingnya pemenuhan readiness criteria atau kriteria kesiapan sebagai syarat utama agar proyek tidak tertunda.

“Apapun yang mau dibangun, kalau readiness criterianya tidak bagus, pusat biasanya tidak mau pusing. Yang lengkap masuk, yang tidak lengkap dicoret atau ditunda. Jadi ini harus dikawal betul,” tegasnya.

Edukasi Pemilahan Sampah Harus Diperkuat

Selain aspek pembangunan infrastruktur, Andi Sudirman juga menekankan pentingnya pembenahan dari hulu, yakni perubahan perilaku masyarakat dalam memilah sampah.

Menurutnya, edukasi mengenai pemilahan sampah berbasis warna tempat sampah perlu lebih digencarkan.

“Masyarakat harus dibiasakan. Misalnya warna hijau untuk sampah organik, kuning untuk jenis tertentu, merah untuk sampah berbahaya. Ini harus ditanamkan,” jelasnya.

Ia mencontohkan praktik di sejumlah negara maju yang telah menerapkan sistem pemilahan sampah berbasis warna secara konsisten.

“Kalau sudah jadi kebiasaan, orang lihat warna langsung tahu harus buang ke mana. Itu karena setiap hari dilatih dan dibiasakan,” katanya.

Polemik Lokasi PSEL

Diketahui, rencana pembangunan PSEL sebelumnya memicu penolakan warga di Kecamatan Tamalanrea.

Warga khawatir keberadaan pabrik pengolahan sampah dapat menimbulkan pencemaran lingkungan dan berdampak pada kesehatan masyarakat.

Belakangan, muncul wacana pemindahan lokasi proyek ke TPA Tamangapa, Antang, Kecamatan Manggala.

Pemerintah Pusat Dukung PSEL di TPA Antang

Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, bahkan telah meninjau langsung TPA Antang pada awal Februari lalu.

Dalam kunjungannya, ia menyatakan dukungan penuh terhadap pembangunan PSEL di lokasi tersebut.

Menurutnya, TPA Antang merupakan lokasi paling tepat karena sejak awal memang difungsikan sebagai tempat pembuangan akhir sampah Kota Makassar.

“Kalau memang di sini sudah tempat pembuangan akhir sampah, lebih gampang prosesnya. Akses keluar masuknya sudah ada. Tidak perlu lagi memaksakan pembangunan di lokasi baru,” ujarnya.

Ia juga menilai pemindahan lokasi ke kawasan lain berpotensi memicu penolakan masyarakat dan memperlambat realisasi proyek.

“Kalau banyak perlawanan dari masyarakat, susah itu. Tidak bisa kita paksakan lokasi baru. Ya sudah, di sini saja dibangun,” tegasnya.

Pemkot Makassar Siap Tender Ulang

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyatakan pihaknya siap menindaklanjuti arahan pemerintah pusat, termasuk memulai kembali seluruh tahapan proyek dari awal.

“Kami mendengarkan arahan pemerintah pusat dan aspirasi masyarakat. Karena itu seluruh proses akan kita mulai kembali dari nol, termasuk tender ulang,” ujarnya.

Munafri menjelaskan pembangunan PSEL di TPA Antang dinilai lebih efektif karena lokasi tersebut sudah lama berfungsi sebagai tempat pembuangan akhir sampah.

“Kalau dibangun di sini, kita tidak ada ongkos tambahan karena ini memang sudah menjadi lokasi TPA sejak lama,” jelasnya.

Pemkot Siapkan Lahan Hingga 7 Hektare

Terkait kesiapan lahan, Pemkot Makassar telah melakukan pembebasan lahan tambahan di sekitar TPA Antang seluas sekitar empat hektare.

Kebutuhan lahan untuk proyek PSEL diperkirakan mencapai lima hingga tujuh hektare.

“Kita sudah bebaskan sekitar empat hektare. Tinggal menyelesaikan pembebasan tambahan karena masih ada beberapa alas hak yang belum bersertifikat,” ungkap Munafri.

Ia menambahkan, penambahan lahan sekitar tiga hektare lagi akan membuat alur operasional dan penempatan fasilitas PSEL lebih tertata serta aman dari risiko lingkungan.

Dengan dukungan pemerintah pusat dan provinsi, Pemkot Makassar optimistis proyek PSEL di TPA Antang dapat segera direalisasikan sebagai solusi jangka panjang pengelolaan sampah berbasis energi di Kota Makassar. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.