Nestlé Indonesia Umumkan Pemenang GreenGeneration Business Case Competition 2026
Ravianto March 06, 2026 02:11 AM

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Nestlé Indonesia sukses menggelar puncak ajang #GreenGeneration Sustainability Business Case Competition 2026.

Kompetisi ini menjadi wadah bagi ribuan mahasiswa di seluruh Indonesia untuk merancang solusi nyata dalam menghadapi tantangan pengelolaan sampah kemasan yang kian krusial.

Berlangsung pada 16 Februari 2026, babak final mempertemukan 20 tim terbaik yang mempresentasikan ide inovatif mereka di hadapan dewan juri ahli dari sektor lingkungan dan industri kemasan.

Darurat Sampah Nasional: Hanya 14 persen yang Terdaur Ulang

Kompetisi ini hadir di tengah tantangan besar pengelolaan sampah di tanah air.

Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), Indonesia menghasilkan lebih dari 37 juta ton sampah per tahun.

Baca juga: Setahun Pimpin Bandung, Farhan Fokus Benahi Sampah hingga Tata Kota, Terbuka Terima Kritik

Ironisnya, meski kemasan plastik menyumbang 19?ri total timbulan nasional, tingkat daur ulang baru menyentuh angka 14 % .

Selain itu, sekitar 40 % sampah belum dikelola secara optimal, diperburuk dengan fakta bahwa 58 % rumah tangga belum melakukan pemilahan sampah secara konsisten.

Inovasi Mahasiswa: Tim Greenfluence Raih Juara Pertama

Sebanyak lebih dari 3.600 mahasiswa yang tergabung dalam 1.355 tim berpartisipasi dalam ajang ini.

Setelah seleksi ketat, Tim Greenfluence keluar sebagai Juara Pertama melalui proyek bertajuk "PackBack".

"Kami menyadari permasalahan sampah bukan sekadar isu kesadaran, tetapi persoalan sistem yang masih terfragmentasi. Proyek PackBack menitikberatkan pada integrasi teknologi ke dalam ekosistem yang relevan dengan perilaku masyarakat Indonesia," ujar perwakilan Tim Greenfluence.

Komitmen Nestlé untuk Masa Depan Berkelanjutan

Technical Director Nestlé Indonesia, Antonio Prochilo, menyampaikan apresiasinya terhadap semangat kritis para mahasiswa yang mampu menghadirkan solusi berbasis riset.

"Kreativitas dan kedalaman analisis mereka membuktikan bahwa generasi penerus siap menjadi mitra strategis dalam menghadirkan solusi yang relevan, aplikatif, dan berdampak nyata bagi masa depan," ungkap Antonio.

Senada dengan hal tersebut, Founder & CEO Waste4Change, M. Bijaksana Junerosano yang bertindak sebagai juri, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor.

Menurutnya, ide mahasiswa yang dibangun berbasis data memiliki potensi besar untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah nasional.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.