TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Menjelang Idul Fitri 1447 H/2026, umat Islam diwajibkan menunaikan zakat fitrah sebagai penyempurna ibadah puasa Ramadan.
Zakat fitrah tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga berfungsi membersihkan jiwa dan membantu fakir miskin agar dapat merasakan kebahagiaan di hari raya.
Pertanyaan yang sering muncul setiap tahun adalah: kapan batas akhir membayar zakat fitrah?
Berdasarkan ketentuan syariat, zakat fitrah paling lambat dibayarkan sebelum pelaksanaan sholat Idul Fitri.
Waktu terbaik adalah sejak awal Ramadan hingga malam takbiran, agar zakat bisa segera disalurkan kepada yang berhak menerima.
Jika zakat fitrah dibayarkan setelah sholat Id, maka hukumnya hanya bernilai sedekah biasa, bukan lagi zakat fitrah.
Selain memahami jadwal pembayaran, umat Islam juga dianjurkan membaca doa khusus saat menyerahkan zakat fitrah.
• Kapan Waktu Tepat Bayar Zakat Fitrah 2026? Ini Penjelasan Ustaz Abdul Somad
Doa ini dapat dibaca dalam teks Arab, Latin, dan artinya, sehingga makna ibadah lebih terasa mendalam.
Dengan begitu, zakat fitrah tidak hanya menjadi kewajiban, tetapi juga wujud kepedulian sosial dan rasa syukur atas nikmat Ramadan.
1. Awal Ramadan 1447 H (Februari 2026): sudah boleh mulai membayar zakat fitrah.
2. Malam takbiran Idul Fitri (6–7 Maret 2026): waktu yang dianjurkan agar zakat sampai kepada mustahik sebelum sholat Id.
3. Batas akhir: sebelum sholat Idul Fitri dimulai. Setelah itu, zakat yang dibayarkan hanya bernilai sedekah biasa.
1 sha’ (sekitar 2,5–3 kg beras atau makanan pokok setempat).
BAZNAS menetapkan acuan zakat fitrah 2026 senilai Rp 45.000–Rp 50.000 per jiwa, tergantung harga beras di daerah masing-masing.
• Berapa Nilai Nominal Zakat Fitrah dan Fidyah Tahun 2026 ? Ditetapkan Baznas Nasional Sebagai Acuan
Arab:
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ نَفْسِي فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu an ukhrija zakatal fitri ‘an nafsi fardhan lillaahi ta‘aalaa.
Artinya:
“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah dari diriku sendiri, fardhu karena Allah Ta’ala.”
Jika membayarkan untuk keluarga, niatnya disesuaikan: “an ukhrija zakatal fitri ‘an (nama/ahli keluarga) fardhan lillaahi ta‘aalaa.”