Kepingan Puzzle Tewasnya Ermanto Usman, Brankas Utuh, Kunci Rumah Hilang, Pelaku Lewat Jendela
ninda iswara March 06, 2026 07:38 AM

TRIBUNTRENDS.COM - Kematian aktivis buruh Ermanto Usman (65) di kediamannya di Perumahan Prima Lingkar Asri, Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, menyisakan banyak pertanyaan.

Dalam peristiwa yang terjadi Senin (2/3/2026) dini hari itu, sang istri, Pasmilawati (60), ditemukan dalam kondisi kritis.

Sejumlah kejanggalan di lokasi kejadian membuat keluarga mulai meragukan dugaan awal perampokan.

Putra sulung korban, Fiandy A Putra (33), menuturkan bahwa lantai dua rumah ternyata dinyatakan steril oleh kepolisian, padahal adiknya, Dinda Nada Alifah, tertidur di kamar lantai tersebut saat peristiwa terjadi.

"Kemarin sudah dicek dari pihak kepolisian itu steril ya di atas. Adik saya juga kunci pintu setiap tidur," ujar Putra, Selasa (3/3/2026).

Baca juga: Rekam Jejak Ermanto Usman, 2 Kali Dipecat karena Terlalu Vokal Bela Buruh, Tewas Diduga Dibunuh

Jika mengacu pada dugaan perampokan, biasanya pelaku akan memeriksa seluruh bagian rumah untuk mencari barang berharga.

Namun fakta bahwa lantai dua tidak disentuh justru membuat motif ekonomi menjadi semakin diragukan.

Brankas Utuh, dokumen aman

Kejanggalan lain terletak pada kondisi barang-barang di dalam rumah.

Dokumen penting keluarga tetap berada di tempatnya. Brankas dalam kondisi utuh dan tidak rusak.

"Justru brankasnya dalam keadaan tidak rusak, dan tidak disentuh. Kemudian juga lemari itu juga masih tersusun rapi. Tapi handphone almarhum dan istrinya hilang atau dibawa oleh pelaku," ujar kakak korban, Dalsuf Usman.

Putra juga mempertanyakan hilangnya kunci mobil, sementara kendaraan tidak dibawa kabur.

"Barang penting yang saya dan keluarga tahu itu tidak diambil oleh pelaku. Walaupun kunci mobil itu diambil, apa fungsinya kalau mobilnya tidak diambil?" katanya.

Dalam banyak kasus perampokan, brankas dan kendaraan biasanya menjadi target utama.

Namun, di rumah Ermanto, justru ponsel korban yang hilang.

Hilangnya telepon seluler korban juga menjadi salah satu aspek yang didalami penyidik.

Dalam sejumlah kasus, perangkat komunikasi kerap menjadi bagian penting untuk menelusuri aktivitas terakhir korban, termasuk rekam jejak percakapan dan kontak.

Putra juga menambahkan, saat ditemukan, ibunya masih mengenakan kalung.

Informasi soal gelang emas yang hilang pun belum sepenuhnya jelas.

"Waktu saya cek itu ibu saya hanya pakai kalung ya. Gelang emas di tangan itu informasi dari adik saya ada, cuma waktu saya lihat dari video itu nggak ada gelangnya," ujarnya.

Kejanggalan lainnya menyangkut akses masuk dan keluar rumah.

Menurut Dalsuf, pintu kamar korban biasanya tidak pernah dikunci saat tidur.

Namun, pada saat kejadian, kunci tersebut hilang.

"Dugaannya dikunci oleh pelaku. Saat ini kuncinya hilang. Dan pintu rumahnya juga enggak ada kuncinya semuanya. Dia (pelaku) keluar melalui jendela," kata dia.

Jika dugaan tersebut benar, mekanisme penguncian pintu dan akses keluar melalui jendela bukan tidak mungkin harus menjadi bagian yang turut didalami penyidik.

Detail ini dinilai penting untuk merekonstruksi pergerakan pelaku di dalam rumah serta memahami rangkaian peristiwa sebelum korban ditemukan.

Baca juga: Ermanto Usman Bongkar Dugaan Korupsi Sebelum Tewas, Rieke Diah Yakin Bukan Dirampok, Pesan Terakhir

Ermanto Usman korban kasus perampokan dan pembunuhan di Jatibening, Bekasi, Senin (2/3/2026).
Ermanto Usman korban kasus perampokan dan pembunuhan di Jatibening, Bekasi, Senin (2/3/2026). (Kompas.com/Facebook Ermanto Usman)

Terungkap saat sahur

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Andi Muhammad Iqbal, menjelaskan peristiwa terungkap saat Dinda terbangun untuk sahur.

Biasanya ia dibangunkan sekitar pukul 03.00 WIB, namun pada hari kejadian tidak ada yang membangunkannya.

Alarm berbunyi sekitar pukul 04.15 WIB. Dinda turun ke lantai bawah untuk mengecek kondisi orangtuanya.

"Akhirnya korban inisiatif ke lantai bawah membangunkan ibunya. Di situ tidak ada jawaban. Yang terdengar suara seperti orang suara mendengkur," ujar Andi.

Keluarga yang datang kemudian membuka paksa kaca jendela karena kesulitan mengakses pintu masuk.

"Kemudian keluarganya datang dan kaca dibuka paksa. Di situ dilihatlah korban sudah tergeletak kedua-duanya," kata Andi.

Untuk mengungkap kasus ini, polisi menurunkan anjing pelacak dari Direktorat Polisi Satwa yang menyisir rumah hingga ke Jalan Raya Kalimalang.

Penanganan melibatkan Polsek Pondok Gede, Polres Metro Bekasi Kota, serta Jatanras Polda Metro Jaya.

Lebih dari sekadar perampokan?

Putra secara terbuka menduga peristiwa ini bukan perampokan, melainkan pembunuhan.

"Kami dari keluarga memohon keadilan kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto semoga kasus ayahanda kami bisa terungkap siapa pelakunya. Karena menurut kami ini lebih mengarah kepada kasus pembunuhan," ungkap Putra.

Meski demikian, keluarga tetap menunggu hasil penyelidikan aparat penegak hukum.

"Tapi kami tunggu klarifikasinya langsung dari kepolisian, pihak yang berwajib. Dan kami akan mengikuti proses hukum yang ada di Indonesia," ujarnya.

Status Ermanto sebagai aktivis buruh yang dikenal vokal turut menjadi latar yang tak bisa diabaikan.

Dalam sejumlah kasus-kasus kriminal, latar belakang korban kerap menjadi pintu masuk untuk membaca kemungkinan motif, apakah murni kejahatan atau adanya konflik tertentu.

Namun, kombinasi lantai dua yang steril, brankas tak tersentuh, ponsel yang hilang, serta pola penguncian pintu menjadi rangkaian “puzzle” yang menuntut penjelasan komprehensif dari aparat.

Hingga kini, motif dan pelaku masih dalam penyelidikan.

(TribunTrends/Kompas)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.