Angin Kencang Terjang Bali, Bale Pesandekan di Setra Desa Aan Roboh, Pohon Bertumbangan
Ida Ayu Suryantini Putri March 06, 2026 08:03 AM

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Bangunan Bale Pesandekan di Setra Desa Aan, Kecamatan Banjarangkan roboh, setelah diterjang angin kencang, Kamis (5/3/2026).

Selain itu, angin kencang juga menyebabkan pohon tumbang di sejumlah wilayah di Klungkung.

Bale Pesandekan di Setra Desa Aan roboh sekitar pukul 14.00 Wita, atau saat angin kencang berhembus di wilayah Klungkung.

Baca juga: Dampak Angin Kencang Di Gianyar Bali, 8 Pohon Tumbang Dan 3 Bangunan Rusak

Bale Pesandekan tersebut roboh hingga rata dengan tanah.

Tiang penyangga bangunan ambruk, hingga genteng pun berserakan.

Tidak hanya itu, tiang lampu penerangan jalan juga ikut roboh.

Baca juga: Gianyar Bali Diterjang Angin Kencang, Pohon Tumbang dan Bangunan Rusak

"Bangunan Bale Pesandekan yang roboh luasnya sekitar 4 x 6 meter," ujar Perbekel Aan, I Wayan Wira Adnyana, Kamis (5/3/2026).

Angin kencang juga menyebabkan bangunan bale gong di Pura Dalem Kauh Kemoning roboh hingga rata dengan tanah.

Padahal bangunan tersebut baru selesai dibangun sekitar 1 tahun lalu.

Baca juga: Kerugian Darma Putra Rp50 Juta, Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga, Terjadi Saat Hujan Angin Kencang  

Tidak hanya itu, angin kencang menyebabkan pohon tumbang di berbagai wilayah di Klungkung.

Seperti di Desa Paksebali, pohon kelapa tumbang akibat angin kencang, dan menimpa bangunan di Lapangan Tembak, Desa Paksebali.

Pohon kelapa tumbang, menimpa tembok rumah warga dilaporkan terjadi di Desa Gunaksa.

Serta pohon tumpang, hingga melintang di tengah jalan sempat menganggu lalu lintas utama di Jalan Klungkung-Besakih, tepatnya di Desa Selat. 

Baca juga: POHON Tumbang Kepung Buleleng, Sebabkan Kemacetan, Pengendara Sepeda Motor Dilarikan ke Rumah Sakit!

Dikutip dari laman resmi BMKG Bali, angin kencang yang terjadi di beberapa wilayah di Bali merupakan dampak dari bibit siklon tropis 90S di perairan Samudera Hindia.

Pergerakan bibit siklon ini diperkirakan meningkatkan aktivitas cuaca di wilayah Bali, terutama berupa peningkatan curah hujan dan kecepatan angin dalam beberapa hari ke depan.

Selain itu, kondisi atmosfer juga diperkuat oleh aktivitas gelombang ekuatorial, yakni Gelombang Rossby dan Gelombang Kelvin, yang diprediksi akan melintasi wilayah Bali dalam waktu dekat.

Kombinasi fenomena ini berpotensi memicu pertumbuhan awan hujan yang lebih intens. 

Sementara peristiwa pohon tumbang di Jembrana akibat angin puting beliung  terjadi, Rabu (4/3) tengah malam kemarin.

Dari laporan yang masuk ke BPBD tercatat ada empat pohon tumbang. 

Mulai dari pohon di Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk hingga jalan pedesaan.

Personel Tim Reaksi Cepat (TRC) yang bertugas jaga pun langsung terjun ke lokasi untuk berjibaku melakukan penanganan. 

Menurut data yang diperoleh, kejadian pertama yang dilaporkan adalah pohon tumbang di Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk wilayah Desa Dangin Tukadaya, Kecamatan Jembrana tepatnya di sebelah timur RS BaliMed Negara sekitar pukul 23.20 Wita.

Cuaca ekstrem hujan deras disertai angin kencang tersebut menyebabkan pohon jenis tangi dengan tinggi sekitar 10 meter dan diameter 45 centimeter tumbang dan sempat menutup sebagian badan jalan. 

"Selain cuaca ekstrem, juga karena kondisi pada batang pohon yang sudah lapuk. Beruntung tidak ada kerusakan maupun korban jiwa. Arus lalulintas terpantau aman tidak sampai menimbulkan kemacetan," jelas Kepala Pelaksana BPBD Jembrana I Putu Agus Artana Putra saat dikonfirmasi, Kamis (5/3). (*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.