Pedagang Takjil di Jalan Panjang Ungkap Tren Penjualan Tiap Tahun,  Minggu Kedua Selalu Sepi
Rr Dewi Kartika H March 06, 2026 01:52 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBON JERUK - Pedagang takjil di Jalan Panjang, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, mengungkapkan tren penjualan makanan berbuka puasa yang terjadi hampir setiap tahun selama Ramadan.

Salah satu pedagang, Desi, mengatakan penjualan takjil pada pekan kedua Ramadan tahun ini memang mengalami penurunan dibandingkan awal bulan.

Meski begitu, kondisi tersebut menurutnya merupakan hal yang biasa terjadi setiap tahun sehingga para pedagang tidak terlalu terkejut.

“Tahun ini pas minggu pertsns itu lumayan ramai. Tapi sekarang seminggu ini lagi merosot,” kata Desi saat ditemui di lapaknya berjualan, Kamis (6/3/2026) sore.

Menurut Desi, penurunan pembeli pada pekan kedua Ramadan kemungkinan disebabkan masyarakat yang sedang mengatur pengeluaran sembari menunggu gaji atau tunjangan hari raya (THR).

“Emang gitu tiap tahun. Minggu pertamah tuh ramai karena kan orang masih pada antusias beli takjil. Nah minggu kedua tuh biasanya pada ngerem, apalagi kan THR belum cair," ujarnya.

Desi menjelaskan, menjelang akhir Ramadan biasanya penjualan takjil akan kembali meningkat karena masyarakat mulai sibuk menyiapkan kebutuhan Lebaran.

Banyak orang, kata dia, memilih membeli makanan untuk berbuka karena tidak sempat memasak.

“Kalau sudah menjelang Lebaran, biasanya ramai lagi. Orang kan sudah pada bikin kue, pada malas masak, jadi beli takjil,” katanya.

Ia menuturkan tren tersebut sudah ia rasakan selama puluhan tahun berjualan takjil.

Desi mengaku mulai berdagang sejak berusia sekitar 15 tahun dan setiap Ramadan selalu membuka lapak di lokasi tersebut.

“Iya, tiap tahun memang begitu. Makanya kita sudah enggak kaget,” ucapnya.

Faktor Hujan

Sementara itu, Nawan yang juga berjualan takjil di Jalan Panjang menyebut salah satu alasan menurunnya pembeli di pekan kedua Ramadan ini karena faktor hujan.

"Mungkin karena hujan juga ya hampir tiap sore. Jadinya kan orang malas keluar," ujar Nawan.

Dagangan takjil di Jalan Panjang ini diperiksa oleh petugas Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Nawan mengatakan, pemeriksaan tersebut rutin dilakukan setiap tahun dan ia tidak merasa khawatir selama bahan yang digunakan aman.

“Kalau kami sih enggak apa-apa, yang penting kita enggak pakai apa-apa. Saya juga diperiksa, tiap tahun memang suka diperiksa,” tuturnya.

Hasil pemeriksaan tersebut, kata Nawan, menunjukkan takjil yang dijualnya aman untuk dikonsumsi.

“Alhamdulillah enggak ada, aman,” katanya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.