Menyoal Parentification di Balik Pilu Kakak Tinggalkan Bayi di Gerobak Nasi
GH News March 06, 2026 03:10 PM
Jakarta -

Penemuan bayi perempuan di gerobak nasi uduk, di Pasar Minggu, Jakarta Selatan masih menyisakan lubang misteri. Polisi masih memburu siapa orang tua maupun sosok orang bertas hitam yang diduga meninggalkan bayi tersebut.

Seperti diketahui, ada pula surat yang menyertai bayi mungil tersebut. Apalagi, secari kertas tersebut diduga ditulis oleh bocah berusia 12 tahun yang mengaku sebagai kakak si bayi, berikut isi suratnya:

Keputusan Besar Anak yang Masih Kecil

Terlepas siapa yang tega meninggalkan bayi lucu tersebut, warganet penasaran bagaimana bisa anak 12 tahun membuat keputusan sebesar di tengah-tengah kondisi yang krusial?

Dokter spesialis kesehatan jiwa dr Lahargo Kembaren, SpKJ mengatakan situasi krisis membuat beberapa orang tumbuh lebih cepat. Dalam kondisi normal, anak 12 tahun masih sangat membutuhkan pendampingan orang dewasa.

"Tetapi situasi kehilangan orang tua, kemiskinan, atau krisis keluarga bisa membuat anak merasa tidak punya pilihan lain selain bertindak sendiri. Otak anak berusaha mencari cara bertahan hidup atau survival mode," kata dr Lahargo saat dihubungi detikcom, Jumat (6/3/2026).

"Jadi keputusan itu bukan karena anak sudah matang, tetapi karena keadaan memaksanya mengambil peran orang dewasa," sambungnya.

Anak Mengambil Peran Orang Tua

Menurut dr Lahargo, jika benar itu dilakukan oleh anak berusia 12 tahun, maka kondisi ini bisa masuk ke dalam fenomena parentification.

"Dalam psikologi dikenal istilah parentification, yaitu kondisi ketika anak terpaksa mengambil peran orang tua bagi adik atau keluarganya.Contohnya mengurus adik, mengambil keputusan keluarga, menjadi pelindung atau pengasuh," katanya.

Akibatnya sang anak terpaksa menekan perasaannya sendiri dan berfokus kepada keselamatan orang lain dibanding dirinya.

"Dalam kasus ini, kemungkinan besar sang kakak merasa dirinya bertanggung jawab atas keselamatan adiknya," katanya.

"Ini disebut problem solving sederhana untuk bertahan hidup. Jadi dari sudut pandang anak, keputusan itu bisa dianggap cara terbaik yang ia tahu untuk menyelamatkan adiknya," tutupnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.