TRIBUNGAYO.COM - Antrean BBM jenis solar subsidi dan Pertalite juga terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) wilayah Gayo Lues.
Warga rela antrean panjang hingga berjam-jam untuk mendapatkan BBM pada Jumat (6/3/2026).
Warga takut bila BBM kosong, apalagi Gayo Lues merupakan salah satu daerah diterjang bencana alam pada November 2025 juga sempat krisis BBM.
Melansir Serambinews.com, antrean panjang kendaraan jenis roda empat dan dua di SPBU Pengkala dan Raklunung, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues (Galus), menjadi perhatian masyarakat pada Jumat (6/3/2026).
Sejak pagi, deretan sepeda motor hingga mobil terlihat mengular hingga sekitar dua kilometer ke arah utara dan selatan dari lokasi SPBU.
Kondisi serupa juga terjadi di SPBU Raklunung, menandakan tingginya kekhawatiran warga terhadap kemungkinan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM).
Sejumlah warga mengaku rela mengantri berjam-jam demi mendapatkan BBM.
Jhon (40), warga Butanussalam mengatakan, dirinya sengaja datang lebih awal untuk mengisi BBM sebagai persediaan.
Menurutnya, informasi yang beredar menyebutkan stok BBM terbatas sehingga masyarakat berusaha mengamankan kebutuhan mereka.
“BBM ini sudah menjadi keperluan sehari-hari kita, terutama untuk transportasi,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Jasril, warga lainnya, yang menilai antrian panjang tidak lepas dari pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Bahlil Lahadalia.
Ia menyebutkan, bahwa stok BBM nasional hanya cukup sekitar 25 hari ke depan.
Pernyataan tersebut, menurut Jasril, memicu kekhawatiran masyarakat sehingga mereka berbondong-bondong mengisi BBM lebih awal.
“Kondisi ini wajar karena sebagian besar masyarakat di Gayo Lues sangat bergantung pada BBM untuk kendaraan,” katanya.
Data yang disebutkan Jasril menunjukkan bahwa sekitar 85 persen keluarga di Kabupaten Gayo Lues merupakan pengguna aktif BBM.
Ketergantungan tinggi terhadap bahan bakar membuat isu keterbatasan stok langsung berdampak pada perilaku masyarakat.
Antrian panjang di SPBU pun menjadi fenomena yang sulit dihindari, meski stok BBM di tingkat lokal belum tentu benar-benar kritis.
Situasi ini mencerminkan betapa pentingnya komunikasi publik yang jelas dan konsisten dari pemerintah.
Ketidakpastian informasi dapat memicu panic buying, yang pada akhirnya menimbulkan antrian panjang dan keresahan di masyarakat.
Bagi warga Gayo Lues, BBM bukan sekadar kebutuhan transportasi, melainkan bagian vital dari aktivitas sehari-hari.
Oleh karena itu, kepastian pasokan dan distribusi yang lancar sangat dibutuhkan.
Agar masyarakat tidak mengalami kesulitan tambahan di tengah isu global mengenai energi.(*)
Baca juga: Stok BBM di SPBU Aceh Tenggara Aman, Distribusi Berjalan Normal