Cerita Fernando Barbosa Bek Sumsel United Ikut War Takjil, Pilih Tinggal di Palembang Meski Libur
Odi Aria March 07, 2026 10:27 AM

SRIPOKU.COM, PALEMBANG– Jeda kompetisi selama kurang lebih tiga minggu dimanfaatkan para pemain Sumsel United untuk pulang ke kampung halaman dan berkumpul bersama keluarga, sekaligus menjalani ibadah puasa dan menyambut Idul Fitri.

Namun hal berbeda dilakukan oleh pemain asing tim tersebut, Fernando Barbosa Ferreira yang memilih tetap tinggal di Palembang dan ikut war takjil ramadan.

Pemain dengan tinggi badan 1,85 meter itu mengaku merasa nyaman tinggal di Palembang setelah hampir satu tahun memperkuat Sumsel United.

Menurutnya, keramahan masyarakat Indonesia membuat dirinya betah menetap meski jauh dari keluarga.

“Tidak, saya tetap di Palembang. Orang Palembang dan Indonesia sangat ramah dan suka menyambut tamu, jadi saya merasa nyaman di Indonesia dan ini sangat membantu warga asing,” ujar Barbosa dalam bahasa Portugis yang telah diterjemahkan ke bahasa Indonesia, Sabtu (7/3/2026).

Barbosa juga mengungkapkan untuk saat ini ia belum memiliki rencana berlibur ke luar Palembang selama masa jeda kompetisi. Pasalnya, belum lama ini ia baru saja menikmati liburan bersama istrinya di Bali.

Ia mengaku terkesan dengan keindahan alam serta kekayaan budaya yang ada di Pulau Dewata.

“Saya masih mencoba memahami situasinya, karena saya baru pergi ke Bali kurang dari sebulan yang lalu. Kebudayaan di sana sangat kental dan banyak destinasi wisata,” ungkapnya.

Meski sedang menjalani masa libur kompetisi, Barbosa tetap menjaga kondisi fisiknya dengan berlatih secara mandiri.

Hal itu dilakukan agar performanya tetap terjaga saat kembali menjalani latihan bersama tim maupun saat pertandingan berlangsung.

“Latihan tetap saya lakukan untuk menjaga performa supaya saat latihan dan pertandingan tidak mendapat cedera dan selalu menjadi kepercayaan dari tim pelatih,” katanya.

Selama berada di Palembang, Barbosa juga menikmati suasana Ramadan yang menurutnya sangat meriah.

Ia melihat antusiasme masyarakat yang tinggi saat berburu makanan untuk berbuka puasa.

Salah satu lokasi yang menarik perhatiannya adalah kawasan Bundaran Tugu Parameswara, tempat banyak pedagang menjajakan makanan khas Palembang menjelang waktu berbuka.

Rasa penasaran membuat Barbosa ikut mencoba berbagai kuliner yang dijual di kawasan tersebut, termasuk Pempek, makanan khas Palembang yang kini menjadi salah satu favoritnya.

“Semua makanan enak di pinggir jalan, jadi saya ingin mencoba. Ternyata pempeknya juga enak, jadi setiap sore saya ikut membeli berbagai jenis kue,” tutupnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.