Fakta Baru Bayi di Gerobak Pasar Minggu: Saksi Lihat Pria Dewasa, Bukan Anak 12 Tahun
Tim TribunTrends March 07, 2026 10:38 AM

TRIBUNTRENDS.COM -- Kasus penemuan bayi yang ditinggalkan di gerobak nasi uduk di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, memunculkan fakta baru.

Awalnya publik menduga bayi tersebut dibuang oleh kakaknya yang masih berusia 12 tahun.

Dugaan itu muncul setelah ditemukan secarik kertas berisi pesan yang menyebut bayi tersebut ditinggalkan oleh sang kakak.

Namun, keterangan sejumlah warga di sekitar lokasi justru mengungkap adanya sosok pria dewasa yang terlihat di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).

Pria tersebut disebut membawa tas berwarna hitam yang mirip dengan tas tempat bayi ditemukan.

Informasi tersebut disampaikan oleh Ketua RT setempat, Puluh, yang juga menerima laporan pertama terkait penemuan bayi tersebut.

"Jadi itu warga menginformasikan ke saya sekitar pukul 17.30 WIB, ada bayi di dalam gerobak dia yang sedang tidak berjualan," kata Puluh dikutip dari Youtube TV One, Jumat (6/3/2026).

BAYI DITEMUKAN DI GEROBAK - Petugas dan warga berada di sekitar lokasi penemuan bayi perempuan di dalam tas belanja yang ditinggalkan di gerobak nasi uduk kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, yang kini tengah diselidiki polisi setelah muncul dugaan adanya pria misterius di sekitar lokasi. (Tribunnews Bogor/Ist)

Setelah mendapat laporan, Puluh langsung mengecek lokasi dan menemukan bayi yang diperkirakan baru berusia dua hari.

"Setelah itu saya menghubungi Pak RW, kelurahan, puskesmas, kepolisian dan Dinsos," tuturnya.

Setelah kejadian tersebut menjadi perhatian warga, beberapa orang yang berada di sekitar lokasi mengaku sempat melihat seorang pria mencurigakan.

Kasus penemuan bayi yang sebelumnya diduga ditinggalkan oleh kakaknya kini tengah didalami oleh pihak kepolisian.

Menurut keterangan warga, pria yang terlihat di sekitar lokasi membawa tas hitam tersebut merupakan orang dewasa.

"Jadi ada beberapa warga yang kita tanyakan ada seseorang laki-laki membawa tas warna hitam, dewasa," kata Puluh lagi.

Meski demikian, hingga kini belum ada warga yang mengenali identitas pria tersebut.

Baca juga: Ramai Ingin Adopsi Bayi Gerobak Nasi Uduk Pasar Minggu, Ini Syarat dan Prosedur dari Dinas Sosial

"Cuma kita belum tahu itu siapa, sampai sekarang polisi masih menyelidiki," ungkapnya.

Puluh juga mengatakan rekaman CCTV di sekitar lokasi sudah diperiksa dan diserahkan kepada pihak kepolisian untuk membantu proses penyelidikan.

"CCTV sudah kita cek semuanya, dan itu semua infromasi sudah ke polsek," tambah dia.

Isi Surat
Bayi berinisial AR ditemukan dalam tas belanja berwarna hitam yang diletakkan di dalam gerobak nasi uduk.

Saat ditemukan, bayi perempuan tersebut mengenakan pakaian berwarna biru dan dibungkus dengan selimut bayi.

Tangisan bayi pertama kali terdengar oleh seorang warga bernama Dinda (20) yang saat itu berada di lantai dua rumahnya.

Ia kemudian mencari sumber suara tangisan tersebut hingga menemukan tas berisi bayi dan perlengkapannya.

“Kemudian saksi cek ke dalam tas belanja tersebut melihat seorang bayi perempuan dalam posisi miring memakai pakaian boneka beruang warna biru dan diselimuti baby blanket,” kata Kapolsek Pasar Minggu, Kompol Anggiat Sinambela dalam keterangannya, Selasa.

Selain bayi, di dalam tas juga ditemukan sejumlah perlengkapan seperti susu bayi kemasan kotak merah, tisu basah, serta sarung tangan bayi berwarna biru.

Petugas juga menemukan secarik kertas yang berisi pesan mengenai identitas bayi tersebut.

Dalam surat itu disebutkan bahwa bayi tersebut telah diberi nama dengan inisial AR dan lahir pada Senin (2/3/2026).

Surat tersebut diduga ditulis oleh kakak bayi berinisial Z yang berusia 12 tahun.

“Assalamualaikum, Bapak/Ibu yang menemukan adik saya, saya Zidan ingin minta tolong untuk merawat adik saya, karena ibu saya meninggal saat melahirkan, tolong anggap seperti anak sendiri, karena saya tidak akan menemukan atau mengunjunginya dia lagi, saya tidak mau masa depan dia seperti saya, Terima kasih,” tertulis pada kertas itu.

Kondisi Bayi Menguning
Panti Sosial Asuhan Anak Balita Tunas Bangsa di Cipayung, Jakarta Timur menyampaikan bahwa hingga kini belum ada pihak yang mengajukan permohonan adopsi terhadap bayi AR.

"Belum, karena kan memang masih baru ya, dan kita Dinas Sosial hadir untuk memberikan perawatan dan perlindungan bayi ini. Jadi AR ini masih harus kesehatannya ditingkatkan dulu," ucap Kepala Panti Sosial Asuhan Anak Balita Tunas Bangsa, Rida Mufrida saat ditemui, Jumat (6/3/2026).

BAYI DITEMUKAN DI PEJATEN - Petugas membawa bayi perempuan yang ditemukan di dalam tas belanja di kawasan Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (3/3/2026), yang kini dirawat di panti balita dan berpeluang untuk diadopsi.
BAYI DITEMUKAN DI PEJATEN - Petugas membawa bayi perempuan yang ditemukan di dalam tas belanja di kawasan Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (3/3/2026), yang kini dirawat di panti balita dan berpeluang untuk diadopsi. (Tribunnews Bogor/Istimewa)

Bayi AR diketahui dibawa ke panti tersebut pada Kamis (5/3/2026).

Saat pertama tiba di panti, kondisi bayi dilaporkan dalam keadaan sehat, meskipun kulitnya tampak menguning.

Untuk membantu meningkatkan kondisi kesehatannya, pihak panti memberikan susu Infantrini secara rutin.

Selain itu, bayi tersebut juga belum sempat dijemur karena kondisi cuaca yang mendung.

"Seperti yang kita ketahui, kadang bayi baru lahir itu suka kuning, sehingga untuk mencegah atau meningkatkan imun tubuhnya kami memberikan susu setiap satu jam sekali," kata dia.

AR juga akan mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara berkala dari Puskesmas Kecamatan Cipayung guna memastikan kondisinya tetap stabil.

Pihak panti menjelaskan bahwa proses pengajuan adopsi anak terlantar harus melalui tahapan hukum yang cukup panjang.

"Proses pengangkatan anak itu tidak semudah mungkin yang dibayangkan warga masyarakat. Karena dengan kasus anak terlantar ini, harus ada proses pengadilan, keputusan pengadilan bahwa anak ini adalah putusan anak telantar/negara," jelasnya. (Tribun Trends/Tribunnews Bogor/Vivi Febrianti)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.