Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Arnold Welianto
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE – Pemerintah Kabupaten Flores Timur kini tengah melakukan upaya mediasi pasca bentrok antar kampung di Kecamatan Adonara Timur, Nusa Tenggara Timur.
Mediasi ini melibatkan Wakil Bupati Flores Timur bersama unsur Forkopimda, Ketua DPRD, Dandim, Wakapolres, Forkopincam, dan Kesbangpol.
“Sudah dilakukan mediasi tadi malam oleh unsur Forkopimda, Wakil Bupati, Ketua DPRD, Dandim, Wakapolres, Forkopincam, dan Kesbangpol,” kata Camat Adonara Timur, Ismail Daton Ban, Sabtu (7/3/2026).
Namun hingga kini belum ada informasi terkait hasil mediasi yang mempertemukan warga Dusun Bele, Desa Waiburak dengan warga Desa Narasaosina.
Baca juga: Bentrok di Adonara Timur NTT, 8 Rumah dan Sejumlah Tempat Usaha Rusak
Ia mengatakan bentrok tersebut menyebabkan delapan rumah dan sejumlah tempat usaha warga mengalami kerusakan.
Jumlah kerusakan akibat bentrok itu meliputi delapan rumah, dua gudang kopra, satu tempat cuci motor, satu kios, serta satu unit rumah kos dengan enam kamar.
“Jumlah kerusakan meliputi bangunan tempat tinggal delapan unit, gudang kopra dua unit, satu tempat cucian motor, satu kios, serta satu unit kos-kosan dengan enam kamar,” jelasnya.
Sementara itu, lima orang warga di Kecamatan Adonara Timur, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami luka tembak dari senjata rakitan saat bentrok antara warga Dusun Bele, Desa Waiburak dengan warga Desa Narasaosina pada Jumat (6/3/2026).
Ia menyebutkan tiga warga Desa Narasaosina (Lewonara) mengalami luka ringan akibat serpihan peluru dan kemudian dibawa ke Rumah Sakit Pratama. Setelah mendapatkan perawatan, para korban langsung dipulangkan.
Sementara itu, dua korban lainnya, yakni Jumadin Saputra (27) yang mengalami luka tembak di kaki kanan dan Mansyur Ola (39) yang mengalami luka tembak di bagian bawah telinga, dirujuk ke RSUD Larantuka.
Berdasarkan data yang dihimpun, konflik lahan ini dipicu oleh saling klaim kepemilikan tanah adat. Bentrokan dipicu oleh perselisihan kepemilikan lahan di sekitar lokasi Toko Serba 35 yang sudah berlangsung lama. Situasi memanas hingga terjadi aksi lempar bom rakitan dan penggunaan senjata api rakitan oleh massa yang bertikai.
Hingga kini, Polda NTT menurunkan satu peleton pasukan Brimob Kompi 1 Batalyon B Pelopor dari Maumere untuk membantu mengamankan situasi pasca konflik pada Jumat (6/3/2026).