Curhat Reni Istri Dokter Richard Lee, Suami Ditahan di Polda Metro Jaya, Singgung soal Suami Baik
Weni Wahyuny March 07, 2026 12:00 PM

TRIBUNSUMSEL.COM - Reni Effendi, istri dokter kecantikan Richard Lee, membagikan postingan terakhirnya di tengah kabar sang suami ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salemba cabang Polda Metro Jaya.

Richard Lee ditahan pada Jumat (6/3/2026) malam usai diperiksa dalam statusnya sebagai tersangka pelanggaran perlindungan konsumen terkait produk kecantikannya.

Lewat Instagram miliknya, Reni membagikan potongan video siniar YouTube Richard Lee bersama Ustaz Dr. Khalid Basalamah.

Keduanya membahas perihal jodoh, bahwasanya laki-laki yang baik akan mendapatkan perempuan yang baik, begitu sebaliknya.

"Kalau mau tahu suami itu baik atau tidak, bukan tanya teman-temannya, tanya istrinya. Laki-laki yang baik pasti dapat perempuan yang baik dan laki-laki yang buruk pasti dapat perempuan yang buruk. Itu ayat Al-Qur'an," kata Ustaz Dr. Khalid Basalamah.

Mendengar itu, Richard Lee lantas mengungkapkan sosok istrinya yang baik.

"Itu menenangkan saya sekali. Saya tidak tahu saya laki-laki baik atau buruk, tapi saya tahu istri saya orang baik," tegas Richard Lee dalam video.

Sembari menyematkan lagu "Tanpa Cinta" yang dinyanyikan oleh Tiara Andini feat. Yovie Widianto, Reni menambahkan potongan foto dan video romantis bersama dengan Richard Lee.

Baca juga: Jenguk Richard Lee di Rutan Salemba, Reni Effendi sang Istri Bungkam, Unggah Soal Suami Baik Disorot

Lewat caption, wanita yang dinikahi Richard Lee sejak 2013 lalu itu hanya menyematkan emoji hati.

Unggahan tersebut langsung menjadi sorotan oleh warganet di tengah kasus hukum yang menimpa Richard Lee kini.

Jenguk Suami di Tahanan

Setelah resmi ditahan, Reni Effendi nampak sudah menjenguk suaminya ke Rutan.

Diketahui dari tayangan video Reyben Entertainment, Reni yang mengenakan kemeja putih dan masker tiba di Rutan pada Jumat malam.

Raut wajahnya datar dan tidak mau melihat sorot kamera dari awak media.

Baca juga: Leganya Doktif Usai Dokter Richard Lee Resmi Ditahan Polda Metro Jaya, Bakal Gelar Syukuran 

Ia tidak bergeming dengan rentetan pertanyaan yang dilontarkan terkait penahanan Richard Lee.

Wanita lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya, Palembang, ini memilih diam seribu bahasa dan terus melangkah menuju pintu masuk Rutan bersama seorang pria di depannya.

Dokter Richard Lee Resmi Ditahan

Dokter Richard Lee yang mengenakan kemeja berwarna putih, celana panjang hitam, dan sandal jepit itu terlihat digiring oleh beberapa orang penyidik keluar dari gedung Ditreskrimsus sekira pukul 21.43 WIB.

Pemandangan mencolok terlihat pada gestur fisiknya, di mana Richard memasukkan tangannya yang terborgol ke dalam baju agar tidak terlihat oleh publik.

Sosok influencer yang kerap viral ini tampak menutupi mulutnya dengan masker dan terus merunduk saat dibawa petugas menuju Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salemba cabang Polda Metro Jaya.

Tak ada komentar maupun patah kata pun yang keluar dari mulut Richard Lee saat digiring masuk ke ruang tahanan.

Kabar penahanan ini diungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto.

"Terhadap tersangka DRL dilakukan penahanan pada pukul 21.50 WIB di Rutan Polda Metro Jaya,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto kepada Kompas.com, Jumat.

Sebelum ditahan, Richard hari ini sempat menjalani pemeriksaan sejak pukul 13.00 WIB hingga 17.00 WIB.

Dalam pemeriksaan tersebut, penyidik mengajukan 29 pertanyaan.

Di sela-sela pemeriksaan, Richard juga menjalani pemeriksaan kesehatan oleh Biddokkes Polda Metro Jaya.

Budi menjelaskan, Richard ditahan karena dianggap menghambat proses penyidikan.

Pasalnya, ia dua kali mangkir dari panggilan pemeriksaan pada 23 Februari dan 5 Maret 2026.

Selain itu, Richard juga tidak hadir saat dipanggil untuk pemeriksaan tambahan pada 3 Maret 2026.

“Tersangka tidak hadir tanpa memberikan keterangan, justru diketahui melakukan live pada akun TikTok,” jelas Budi.

Richard Lee sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pelanggaran perlindungan konsumen terkait produk dan layanan kecantikan.

Ia dilaporkan oleh dokter kecantikan Samira, yang dikenal sebagai Dokter Detektif, ke Polda Metro Jaya.

Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor LP/B/7317/XII/2024/SPKT Polda Metro Jaya. Saat ini perkara tersebut telah naik ke tahap penyidikan.

"Kami sampaikan perkara tersebut sudah dalam penyidikan, dan kami sampaikan penetapan tersangka itu dilakukan pada 15 Desember 2025 pada Saudara RL," jelas Reonald.

Dalam kasus ini, Richard dijerat Pasal 455 juncto Pasal 138 ayat (2) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan dengan ancaman pidana penjara hingga 12 tahun atau denda paling banyak Rp5 miliar.

Selain itu, ia juga dijerat Pasal 62 ayat (1) juncto Pasal 8 ayat (1) dan/atau Pasal 9 ayat (1) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp2 miliar.

Di sisi lain, Samira juga lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pencemaran nama baik yang dilaporkan Richard Lee ke Polres Metro Jakarta Selatan pada 12 Desember 2025.

Kasus Berawal dari Dugaan Pelanggaran Perlindungan Konsumen

Kasus ini bermula dari dugaan pelanggaran perlindungan konsumen terkait produk dan layanan kecantikan yang dipasarkan Richard Lee.

Pada 15 Desember 2025, penyidik Polda Metro Jaya menetapkan Richard Lee sebagai tersangka setelah mengumpulkan sejumlah alat bukti dan memeriksa saksi serta ahli.

Penetapan tersangka tersebut kemudian digugat melalui praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Namun, hakim tunggal menolak permohonan praperadilan yang diajukan Richard Lee pada 11 Februari 2026 sehingga proses penyidikan dinyatakan sah secara hukum.

Konflik Antarsesama Dokter

Sebelumnya, Richard Lee sempat menyampaikan bahwa konflik hukum yang dihadapinya melibatkan sesama tenaga medis dan membuatnya merasa sedih.

Ia juga menegaskan seluruh produk kecantikan yang dipasarkan telah memiliki izin edar dari BPOM dan diproduksi sesuai aturan yang berlaku.

“Secara pribadi saya sedih konflik ini melibatkan dua orang dokter, dua orang sejawat yang sama-sama profesional,” ujar Richard Lee dalam pernyataan sebelumnya.

Saat ini penyidik masih melengkapi berkas perkara sebelum dilimpahkan kepada jaksa penuntut umum.

Polisi menegaskan proses penanganan kasus ini dilakukan secara profesional, transparan, dan terbuka terhadap pengawasan publik.

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.