Prodi KPI UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Raih Akreditasi Unggul dari LAMSPAK
Ricky Jenihansen March 07, 2026 05:54 PM

 

TRIBUNBENGKULU.COM - Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu resmi memperoleh status Akreditasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Sosial, Politik, Administrasi, dan Komunikasi (LAMSPAK).

Pencapaian tersebut tertuang dalam Sertifikat Akreditasi Nomor 069/AK.03.05/2026 yang ditetapkan pada 2 Maret 2026 di Jakarta.

Berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan oleh Asesor LAMSPAK, Prodi KPI UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu berhasil meraih nilai sebesar 258 sehingga dinyatakan memenuhi syarat untuk memperoleh status Terakreditasi Unggul.

Status tersebut berlaku selama lima tahun, terhitung mulai 3 Februari 2026 hingga 3 Februari 2031.

Tanggapan Dekan Fakultas

Atas capaian ini, Dekan Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Dr. Aan Supian, M.Ag sangat bersyukur.

“Alhamdulillah, dengan penuh rasa syukur dan apresiasi yang sangat tinggi, kami mengucapkan selamat dan sukses atas diraihnya Akreditasi UNGGUL pada Prodi KPI. Capaian ini merupakan buah kerja keras dan sinergi seluruh civitas akademika, tenaga kependidikan, alumni, pengguna dan mitra. Semoga hasil ini memberikan suport untuk terus berinovasi dalam meningkatkan mutu pendidikan.” ujar Dekan dalam keterangan tertulisnya pada Sabtu, 07 Maret 2026.

Tanggapan Koordinator Prodi

Hal senada juga disampaikan Koordinator Prodi KPI, Musyaffa, M.Sos.

Pihaknya juga mengungkapkan bahwa mempertahankan peringkat Unggul jauh lebih sulit dari meraihnya.

“Alhamdulillah bersyukur, karena Allah SWT memampukan keluarga besar prodi KPI khususnya untuk tetap bisa Unggul. Karena mempertahankan unggul jauh lebih sulit dari menggapainya. Ini tentu dukungan dari banyak pihak. Terimakasih Tim Asesor, pimpinan rektorat dan dekanat, jurusan dan seluruh dosen dan tendik, kepala unit, serta alumni dan mitra pengguna, juga tentu seluruh mahasiswa dan kontribusinya.” ungkap Musyaffa, M. Sos selaku Koordinator Prodi yang saat ini tengah menempuh studi lanjut Doktoral.

Proses Asesmen Akreditasi

Sebelumnya, Prodi KPI telah menjalani asesmen lapangan pada Senin, 23 Februari 2026 sebagai bagian dari proses evaluasi akreditasi.

Dalam kegiatan tersebut, tim asesor melakukan penilaian secara komprehensif terhadap berbagai aspek penyelenggaraan pendidikan, termasuk kurikulum, proses pembelajaran, penelitian dosen, pengabdian kepada masyarakat, serta tata kelola program studi.

Untuk bisa asesmen lapangan, Prodi KPI harus menjalani proses Asesmen Kecukupan untuk menilai layak atau tidaknya serta terpenuhi angkanya atau tidak.

Sebelum itu, juga harus membayar secara resmi sebesar 50 juta rupiah ke pihak LAMSPAK.

Hal yang paling krusial adalah menyusun dan mengumpulkan dokumen setebal 150 halaman berupa Formulir Evaluasi Diri (FED).

Musyaffa pun menerapkan strategi jitu.

“Strateginya harus punya tim yang solid, pantang menyerah, komitmen tinggi, kerja keras, dan tanggung jawab. Kita bentuk Tim Mei terdiri dari Pimpinan fakultas, jurusan, prodi dan para dosen. Lalu, membentuk tim Juni. Lalu, kami bentuk tim Juli - Agustus, lalu selesai dan submit borang FEDnya. Untuk AL, ada tim khusus, yang tak kalah kompaknya.” ungkap pria kelahiran Bengkulu Utara ini.

Komitmen Peningkatan Mutu Pendidikan

Capaian akreditasi unggul ini menjadi bukti komitmen Prodi KPI UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu dalam menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan di bidang komunikasi dan penyiaran Islam.

Selain itu, hasil tersebut juga mencerminkan kerja sama dan kontribusi seluruh civitas akademika, mulai dari pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga alumni.

Dengan diperolehnya status Akreditasi Unggul, Prodi KPI diharapkan mampu terus mengembangkan kualitas akademik, memperkuat kegiatan riset dan pengabdian kepada masyarakat, serta menghasilkan lulusan yang profesional, kreatif, dan mampu berkontribusi dalam bidang komunikasi, media, dan dakwah di tengah perkembangan era digital.

“Penambahan dosen tetap prodi sebanyak empat dosen. Penambahan fasilitas labolatorium yang memadai. Serta, persiapan akreditasi internasional.” pungkasnya. (rilis)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.