TRIBUNKALTARA.COM, TANA TIDUNG - Menjelang waktu berbuka puasa, dua ruang terbuka di Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara kerap menjadi pilihan warga menghabiskan waktu ngabuburit selama Ramadan.
Dua lokasi tersebut yakni Ruang Terbuka Hijau (RTH) Djoesoef Abdullah di Jalan Perintis, Desa Tideng Pale, Kecamatan Sesayap, serta Taman Siring Sesayap Hilir di Jalan Aji Ismail, Desa Sesayap, Kecamatan Sesayap Hilir.
Di kawasan RTH Djoesoef Abdullah, suasana sore hari tampak ramai oleh aktivitas masyarakat yang datang untuk bersantai menunggu waktu berbuka.
Kawasan yang berada di pusat ibu kota Kabupaten Tana Tidung tersebut menampilkan suasana asri yang berpadu dengan lalu lalang kendaraan di jalan utama serta aktivitas warga yang berjalan santai menambah hidup suasana kawasan tersebut.
Baca juga: Thopoles, Kafe Sunset Pesisir Tarakan: Spot Ngabuburit dan Bukber Favorit Ramadan 2026
Selain itu, RTH Djoesoef Abdullah juga menjadi salah satu pusat aktivitas pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang menjajakan berbagai menu takjil.
Berbagai jajanan khas Ramadan hingga minuman segar dijajakan di sepanjang kawasan tersebut.
Tak heran, menjelang waktu berbuka puasa, area ini selalu dipadati masyarakat yang ingin berburu takjil maupun sekadar duduk santai bersama keluarga.
Sementara itu, suasana berbeda ditawarkan di kawasan Taman Siring Sesayap Hilir yang berada tidak jauh dari Pelabuhan Sesayap.
Taman yang berada di tepian Sungai Sesayap tersebut menyuguhkan pemandangan alam yang sejuk dan menenangkan.
Baca juga: Ngabuburit Santai di Home’s Cafe KTT, Ada Playground, Karaoke Gratis hingga Steamboat dan Es Duren
Angin yang berhembus dari sungai membuat suasana terasa nyaman bagi pengunjung yang ingin bersantai sambil menunggu waktu berbuka.
Keindahan taman ini semakin terasa ketika malam mulai tiba, terutama dengan hadirnya lampu-lampu hias yang memberikan nuansa estetika di sepanjang kawasan siring.
Lokasi ini pun kerap menjadi pilihan masyarakat yang ingin menikmati suasana lebih tenang, jauh dari kebisingan dan hiruk pikuk kendaraan.
Salah satu warga Kurnia, mengaku sering menghabiskan waktu ngabuburit di kedua lokasi tersebut bersama teman-temannya.
Menurutnya, keberadaan ruang terbuka seperti ini menjadi alternatif hiburan bagi masyarakat Tana Tidung.
“Biasanya kalau ngabuburit ke RTH atau ke Siring Sesayap. Sambil jalan-jalan juga bisa beli takjil,” katanya.
Ia menilai kedua tempat tersebut cukup menjadi pilihan masyarakat, terutama karena di Kabupaten Tana Tidung belum banyak tersedia tempat hiburan ataupun restoran besar.
Meski begitu, masyarakat tetap bisa menikmati momen berbuka puasa bersama dengan cara sederhana.
Di sepanjang jalan sekitar kawasan tersebut, banyak pedagang yang menjual berbagai makanan dan jajanan khas Ramadan.
Dengan membeli takjil dari pelaku usaha sekitar, masyarakat tetap bisa menikmati suasana buka puasa bersama yang lebih hemat namun tetap menyenangkan.
Keberadaan dua ruang terbuka tersebut pun menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat untuk menikmati suasana Ramadan di Kabupaten Tana Tidung yang masih jauh dari hiruk pikuk kota-kota besar.
(*)
Penulis : Rismayanti