SURYA.co.id – Kasus dugaan korupsi yang menjerat Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, terus menjadi perhatian publik.
Selain proses hukum yang berjalan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sorotan juga mengarah pada besarnya kekayaan keluarga yang tercatat dalam laporan resmi.
Sebelumnya, ia terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Semarang pada Selasa (3/3/2026) dini hari.
Berdasarkan temuan penyidik KPK, Fadia Arafiq melalui perusahaan yang dikelola keluarganya, PT Raja Nusantara Berjaya (RNB) menerima aliran dana sebesar Rp46 miliar dari berbagai kontrak dengan perangkat daerah Pemkab Pekalongan.
Dari total nilai tersebut, sekitar Rp22 miliar digunakan untuk membayar gaji pegawai outsourcing.
Namun, sisa dana yang diperkirakan mencapai sekitar 40 persen justru diduga mengalir ke rekening pribadi keluarga.
Suaminya, Mukhtaruddin Ashraff Abu, yang merupakan anggota DPR RI dari Fraksi Golkar menerima Rp1,1 miliar.
Sementara dua anak mereka juga disebut menerima aliran dana dengan jumlah besar.
Baca juga: 3 Perlakuan Sewenang Perusahaan Fadia Arafiq Dibongkar Eks Karyawan: Potong Gaji, Tak Beri THR, PHK
Muhammad Sabiq Ashraff menerima Rp4,6 miliar, sedangkan Mehnaz NA menerima Rp2,5 miliar.
Fadia sendiri diduga ikut menikmati dana sebesar Rp5,5 miliar.
Jika dijumlahkan, total aliran dana yang diterima keluarga ini mencapai Rp13,7 miliar.
Dana tersebut seharusnya digunakan untuk kepentingan pekerja lapangan.
Sebagai perbandingan, dana sebesar itu dapat membayar sekitar 433 pekerja selama satu tahun dengan gaji sesuai UMK Kabupaten Pekalongan 2026 sebesar Rp2.633.700 per bulan.
Di tengah penyidikan kasus ini, perhatian publik juga tertuju pada aset kendaraan milik keluarga Fadia.
Sejumlah mobil terlihat terparkir di rumah dinas Bupati Pekalongan hingga membuat bangunan tersebut terlihat seperti showroom kendaraan.
Mobil tersebut di antaranya mobil listrik premium Denza D9, Toyota Fortuner, Toyota Camry, Mitsubishi Xpander, Hyundai, serta mobil listrik produksi Wuling.
Deretan kendaraan tersebut kini telah dipasangi segel oleh penyidik KPK.
Segel ditempelkan pada kaca depan serta handle pintu sisi pengemudi kendaraan.
Data dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) menunjukkan Fadia memiliki kekayaan yang cukup besar.
Ia terakhir melaporkan harta kekayaannya pada 30 Maret 2025.
Dalam laporan tersebut, total kekayaannya tercatat mencapai Rp85,6 miliar.
Aset terbesar yang dimilikinya adalah tanah dan bangunan.
Fadia tercatat memiliki 26 aset properti yang tersebar di sejumlah daerah dengan nilai total mencapai Rp74,29 miliar.
Aset tersebut berada di berbagai wilayah seperti Pekalongan, Bogor, Jakarta, Semarang, hingga Badung.
Selain properti, Fadia juga melaporkan dua kendaraan dengan total nilai Rp1,18 miliar.
Kendaraan tersebut terdiri dari Hyundai minibus tahun 2013 senilai Rp200 juta serta Toyota Alphard tahun 2018 senilai Rp980 juta.
Ia juga memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp3,02 miliar serta kas dan setara kas sebesar Rp10,33 miliar.
Setelah dikurangi utang Rp3,2 miliar, total kekayaan bersih Fadia tercatat Rp85.623.500.000.
Tak hanya Fadia, sang suami Mukhtaruddin Ashraff Abu juga memiliki kekayaan besar.
Berdasarkan laporan LHKPN yang disampaikan pada 30 Maret 2025, total harta kekayaannya mencapai Rp42,2 miliar.
Aset terbesar yang dimilikinya adalah tanah dan bangunan dengan nilai Rp35,4 miliar.
Salah satu aset yang menarik perhatian adalah kepemilikan bangunan di Malaysia dengan nilai mencapai Rp27 miliar.
Selain itu, ia juga memiliki tanah di Semarang dan Pekalongan.
Di sektor kendaraan, Ashraff tercatat memiliki dua mobil mewah dengan nilai total Rp3,1 miliar.
Kendaraan tersebut adalah BMW iX1 senilai Rp1,4 miliar dan BMW X5 tahun 2015 senilai Rp1,7 miliar.
Ia juga memiliki kas dan setara kas Rp1,4 miliar serta harta lainnya Rp2,3 miliar.
Salah satu anak Fadia, Muhammad Sabiq Ashraff, juga tercatat pernah melaporkan harta kekayaannya ke KPK.
Hal ini karena ia menjabat sebagai anggota DPRD Pekalongan periode 2024–2029 sekaligus Wakil Ketua Fraksi.
Dalam laporan LHKPN yang disampaikan pada 10 Februari 2025, Sabiq memiliki total kekayaan sebesar Rp530 juta setelah dikurangi utang.
Aset yang dimilikinya hanya satu kendaraan, yakni mobil BMW X5 XDrive25D tahun 2015 senilai Rp600 juta.
Ia juga memiliki kas dan setara kas sebesar Rp144.133.
Namun, Sabiq tercatat memiliki utang Rp70 juta yang mengurangi total nilai kekayaannya.
Menariknya, dalam laporan tersebut ia tidak tercatat memiliki aset tanah maupun bangunan.
Sorotan Publik pada Kekayaan Keluarga
Kasus dugaan korupsi yang menjerat Fadia Arafiq kini tidak hanya menjadi persoalan hukum semata.
Besarnya nilai aset keluarga yang tersebar di berbagai daerah bahkan hingga luar negeri turut menjadi sorotan publik.
Penyidikan yang dilakukan KPK masih terus berjalan untuk menelusuri aliran dana serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam perkara tersebut.