TRIBUNJATIM.COM - Arsenal kini bakal melepas sang kapten, Martin Odegaard di bursa transfer mendatang.
Hal ini dilakukan Arsenal sekaligus untuk cuci gudang melepas 8 pemainnya.
Ternyata hal ini dilakukan Arsenal untuk menghindari aturan FFP.
Memang, Arsenal menjalani musim terbaiknya di musim 2025–2026.
Baca juga: Respon Elegan Arteta setelah Taktik Arsenal Kena Cibir Pelatih Liga Inggris
Di bawah asuhan Mikel Arteta, Tim Meriam London Utara berhasil mendominasi di Liga Inggris dan Liga Champions.
Di Liga Inggris, Arsenal menjadi pemuncak klasemen sementara, sedangkan di Liga Champions mereka tembus ke babak 16 besar usai menyudahi fase liga sebagai peringkat pertama.
Namun, di balik kegemilangan mereka, diam-diam muncul masalah yang cukup pelik.
Itu muncul bukan dari lapangan, tetapi dari segi fiskal, di mana finansial mereka perlu diseimbangkan neracanya.
Sebagaimana diketahui, Arsenal melakukan belanja pemain cukup jor-joran pada musim panas 2025.
Tercatat 8 pemain baru yang didaratkan ke Emirates Stadium.
Dari kedelapan pemain tersebut, 7 sosok direkrut secara permanen alias ditebus dengan cara membelinya.
Sementara itu, satu pemain, yakni Piero Hincapie, didatangkan dengan status pinjaman.
Akan tetapi, perekrutan besar-besaran tersebut menelan biaya yang tergolong tidak murah.
Pasalnya, Arsenal perlu menghabiskan dana hingga 294,6 juta euro atau setara Rp5,82 triliun.
Tiga pemain, yakni Martin Zubimendi (70 juta euro), Eberechi Eze (69,3 juta euro), dan Viktor Gyokeres (66,9 juta euro), menjadi rekrutan termahalnya.
Tak pelak jika mereka cukup menguras keuangan klub saat ini.
Guna menyeimbangkan keuangan klub agar mematuhi aturan FFP (Financial Fair Play) untuk menghadapi musim depan, langkah ekstrem diambil oleh The Gunners.
Dikutip dari The Telegraph, diskusi internal klub mengidentifikasi setidaknya satu pemain tim utama dan lulusan akademi untuk dilego demi menghindari pelanggaran FFP.
Menurut laporan yang sama, nama kapten tim, Martin Odegaard, masuk sebagai kandidat kuat untuk dilego pada akhir musim ini.
Odegaard sendiri sejatinya masih menyisakan kontrak 2 tahun di klub, tetapi nilainya semakin turun mengingat performanya juga drop belakangan ini.
Pemain berusia 27 tahun itu dianggap masih memiliki nilai tawar yang cukup tinggi apabila dijual pada bursa transfer musim panas tahun ini.
Dua pemain akademi, Ethan Nwaneri dan Myles Lewis-Skelly, turut dipertimbangkan untuk dilepas.
Nwaneri kesulitan menembus skuad inti usai dipinjamkan dari Marseille, sedangkan Lewis-Skelly mulai tergusur posisinya seiring kehadiran Hincapie.
Para pemain senior seperti Gabriel Martinelli, Kai Havertz, Ben White, Gabriel Jesus, dan Leandro Trossard juga berada di ambang pintu keluar.
Martinelli dan White dianggap menjadi kandidat kuat yang bisa menghasilkan cuan melimpah bagi klub.
Sementara itu, Havertz diyakini tidak akan diperpanjang kontraknya oleh manajemen.
Begitu pula dengan Jesus dan Trossard yang kontraknya menyisakan satu tahun lagi di klub, dianggap lebih baik untuk dijual pada akhir musim.
Apalagi posisi ketiganya sudah diisi seiring kehadiran Noni Madueke, Eze, dan Gyokeres.
Posisi Arsenal saat ini sedang rawan dalam neraca keuangan mereka meski pendapatan mereka diyakini menyentuh lebih dari 600 juta euro.
Akan tetapi, tagihan gaji pemain mereka menjadi membengkak sehingga perlu perampingan agar tidak melanggar aturan FFP.