Pengabdian Masyarakat, Mahasiswa UNIDA Gontor Gelar Program Arabic dan English Camp di Malaysia
iksan fauzi March 07, 2026 06:35 PM

Oleh : Irham Afianto / HES / Semester 6 / Surabaya

SURYAMALANG.COM - Mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) Internasional ke-38 dari Universitas Darussalam Gontor (UNIDA Gontor) menyelenggarakan program Arabic Camp dan English Camp sebagai bagian dari pengabdian masyarakat di Malaysia.

Kegiatan ini dilaksanakan melalui kolaborasi bersama Ma’had ad-Dakwah al-Islamiyyah (MADI) Penang dan berlangsung di Komplek MADI, Padang Menora, Tasek Gelugor, Penang.

Program itu digelar sejak 23 Februari hingga 4 Maret 2026 dengan sasaran utama para santri MADI, baik putra maupun putri.

Melalui kegiatan itu, mahasiswa KKN berupaya memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kemampuan bahasa asing para santri, khususnya bahasa Arab dan Inggris, yang menjadi kebutuhan penting di era globalisasi.

Menurut seorang mahasiswa yang terlibat KKN internasional UNIDA Gontor, Rafly Mochammad Adam Wibisono mengatakan, kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan masyarakat, khususnya kalangan santri, terhadap penguasaan bahasa asing sebagai sarana komunikasi internasional dan pengembangan wawasan keilmuan.

Menurutnya, Bahasa Arab memiliki posisi strategis sebagai bahasa Al Quran dan literatur keislaman klasik, sementara bahasa Inggris berperan sebagai bahasa global yang membuka akses terhadap ilmu pengetahuan dan pergaulan dunia internasional.

Oleh karena itu, Rafly mengatakan, program ini diadakan untuk memberikan edukasi sekaligus pelatihan intensif agar para santri tidak hanya memahami teori bahasa, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam percakapan sehari-hari.

Adapun tujuan utama kegiatan ini, kata Rafly adalah melatih keterampilan berbicara dan menulis, serta membangun kepercayaan diri santri dalam menggunakan kedua bahasa tersebut secara aktif.

Pelaksanaan kegiatan berlangsung di luar jam mata pelajaran formal, sehingga tidak mengganggu jadwal utama pembelajaran di ma’had.

"Kami merancang metode secara komunikatif dan interaktif, seperti praktik langsung berbahasa Inggris serta penerapan Direct Method dalam pembelajaran bahasa Arab," ujar Rafly di sela kegiatan. 

Ia menambahkan, untuk materi disesuaikan dengan kemampuan santri tingkat menengah (SMP), sehingga pendekatan yang digunakan bersifat aplikatif dan mudah dipahami.

"Dalam program Muhadatsah dan Conversation, para santri dilatih untuk melakukan percakapan sehari-hari dengan tema-tema sederhana seperti perkenalan, aktivitas harian, hingga dialog situasional," beber Rafly.

Baca juga: Kolaborasi KKN Internasional UNIDA Gontor dan MAWAR Penang Tingkatkan Bahasa dan Al Quran Pelajar

Tak hanya itu, Rafly juga menjelaskan selain Muhadatsah dan Conversation, juga ada pembelajaran Maharatul Istima’ dan Listening dilakukan melalui media audio dan musik berbahasa Arab dan Inggris untuk melatih ketajaman pendengaran dan pemahaman makna.

Pada aspek membaca dan menulis, santri mengikuti pembelajaran Maharatul Qira’ah dan Kitabah melalui metode Muthola’ah dengan mempelajari teks cerita dan makalah sederhana.

"Hal ini untuk memperkaya kosakata dan ketepatan ejaan bahasa Inggris, kegiatan Spelling Bee juga diselenggarakan sebagai bentuk evaluasi yang menyenangkan sekaligus kompetitif," ujar Rafly.

Ia mengatakan program ini diampu oleh empat mahasiswa KKN Internasional ke-38 UNIDA Gontor yang terdiri atas dua mahasiswa dan dua mahasiswi.

Mereka berperan sebagai pemateri sekaligus fasilitator utama dalam proses pembelajaran.

Sementara itu, pengurus MADI turut berkontribusi sebagai pendamping dan fasilitator lapangan guna memastikan kegiatan berjalan tertib dan efektif.

Baca juga: Mahasiswa KKN Internasional UNIDA Gontor Hidupkan Kreativitas Santri MATSA via Art Camp & Handycraft

Kegiatan ini diikuti oleh 33 santri laki-laki yang tinggal di Komplek MADI Banin serta 24 santriwati yang tinggal di Komplek MADI Banat, sehingga total peserta mencapai 57 orang.

Rafly membeberkan hasil dari pelaksanaan program ini menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam minat dan keberanian santri untuk menggunakan bahasa Arab dan Inggris.

Menurutnya, para santri tampak lebih antusias dalam mempraktikkan kosakata baru dalam percakapan harian mereka.

"Mereka juga mampu mengeja kata-kata dalam bahasa Inggris dengan lebih baik serta menggunakan ungkapan sapaan dan pertanyaan dasar dalam bahasa Arab dan Inggris secara lebih percaya diri. Lingkungan ma’had pun mulai menunjukkan atmosfer bilingual yang lebih hidup selama program berlangsung," ujarnya.

Baca juga: Penguatan Kompetensi Bahasa Santri AQSA Arabic dan English Camp KKN Internasional UNIDA Gontor

Dampak positif

Sementara itu, pihak MADI menyambut baik kegiatan itu dan menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa KKN UNIDA Gontor. 

Pihak MADI menilai kerja sama ini memberikan dampak positif, tidak hanya dalam peningkatan kemampuan bahasa, tetapi juga dalam mempererat hubungan kelembagaan antara UNIDA Gontor dan MADI Penang.

Salah satu momen berkesan dalam kegiatan ini adalah ketika para santri secara spontan menggunakan bahasa Inggris dan Arab dalam interaksi sehari-hari di luar sesi pembelajaran formal, menunjukkan bahwa pembiasaan yang ditanamkan mulai membuahkan hasil.

Dia adalah Ammar, seorang santri MADI mengungkapkan kegembiraannya terhadap program tersebut.

“Saya sangat senang dengan program ini karena asyik dan mampu membantu saya dalam berbahasa Arab dan Inggris,” ujarnya.

Pernyataan Ammar menjadi gambaran nyata bahwa pendekatan yang menyenangkan dan komunikatif mampu meningkatkan motivasi belajar para santri.

Sebagai penutup, program Arabic Camp dan English Camp di MADI Penang telah berjalan dengan baik serta memberikan dampak positif bagi seluruh peserta.

Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kompetensi bahasa Arab dan Inggris, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri dan semangat belajar santri dalam menghadapi tantangan global.

Harapannya, para santri dapat terus mempraktikkan bahasa Arab dan Inggris dalam percakapan sehari-hari, tidak hanya di lingkungan pondok, tetapi juga ketika terjun ke masyarakat luas di masa mendatang.

Ke depan, diharapkan kolaborasi antara UNIDA Gontor dan MADI Penang dapat terus berlanjut melalui program-program edukatif lainnya yang mendukung pengembangan kompetensi santri secara menyeluruh.

Dengan pembiasaan yang konsisten dan dukungan berbagai pihak, para santri diharapkan mampu mengembangkan kemampuan bahasa mereka hingga siap berkontribusi secara aktif di tingkat regional maupun global.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.