TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Qatar melaporkan negaranya menjadi sasaran gelombang serangan drone yang diluncurkan dari Iran pada Jumat (6/3/2026).
Kementerian Pertahanan Qatar menyatakan sedikitnya 10 drone ditembakkan ke wilayah Qatar, namun sembilan di antaranya berhasil dicegat dan dihancurkan oleh sistem pertahanan udara.
Sementara satu drone lainnya dilaporkan mencapai daratan dan jatuh di daerah terpencil tanpa menimbulkan korban.
Serangan tersebut terjadi di tengah meningkatnya konflik antara AS Israel, dan Iran yang kini meluas ke kawasan Teluk.
Dilansir dari Al Jazeera, militer Qatar juga mengumumkan angkatan bersenjata negara itu kembali mencegat serangan rudal yang menargetkan wilayah Qatar pada Sabtu (7/3/2026), meski tidak dijelaskan jumlah rudal maupun sasaran yang dituju.
Serangan udara juga dilaporkan terjadi di sejumlah negara Teluk lainnya.
Kementerian Pertahanan Saudi Arabia mengatakan pihaknya berhasil mencegat dua rudal balistik yang diarahkan ke Prince Sultan Air Base di wilayah Al-Kharj.
Selain itu, militer Saudi juga menghancurkan enam drone yang menuju ladang minyak Shaybah serta satu drone di sebelah timur Riyadh.
Baca juga: Perang Iran vs AS-Israel Bikin Rencana Bos MotoGP soal Balapan di Qatar Masih Abu-abu
Di United Arab Emirates, Kementerian Pertahanan menyebut sistem pertahanan udara negara itu juga sedang merespons ancaman rudal dan drone yang datang dari Iran.
Suara ledakan yang terdengar di beberapa wilayah disebut berasal dari pencegatan rudal balistik dan drone di udara.
Pelacak penerbangan Flightradar24 juga melaporkan sejumlah pesawat yang menuju Dubai sempat berputar di atas bandara akibat situasi keamanan.
Kantor Media Pemerintah Dubai menyatakan terdapat insiden kecil akibat jatuhnya puing-puing dari upaya pencegatan.
Namun otoritas setempat membantah adanya kerusakan di Dubai International Airport.
Maskapai Emirates sempat menangguhkan semua penerbangan ke dan dari Dubai sebelum kemudian melanjutkan sebagian operasinya.
Sementara itu di Bahrain, Kementerian Dalam Negeri memperingatkan warga untuk segera menuju tempat aman setelah sirene peringatan berbunyi dua kali dalam beberapa jam.
Melaporkan dari Doha, koresponden Al Jazeera Zein Basravi mengatakan bahwa meskipun intensitas serangan Iran mulai menurun, beberapa insiden saja sudah cukup untuk mengganggu perjalanan udara dan pasar energi global.
“Meski frekuensi serangan menurun, beberapa insiden saja dapat mengganggu penerbangan, pasokan minyak, dan pasar global,” ujarnya.
Di luar kawasan Teluk, sebuah rudal juga dilaporkan berhasil dicegat di atas kota Aqaba di Jordan, yang terletak di seberang kota Eilat di selatan Israel.
Menurut laporan Al Jazeera, Iran terus meluncurkan serangan ke wilayah Israel hampir setiap hari sejak konflik di kawasan tersebut meningkat.
Baca juga: Qatar Klaim Tangkap 10 Mata-mata IRGC Iran, Ditugaskan untuk Misi Spionase dan Subversi
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)