Beirut (ANTARA) - Pejabat PBB pada Sabtu mengatakan sekitar 100.000 orang di Lebanon mengungsi akibat agresi Israel, memperingatkan bahwa jumlah tersebut kemungkinan akan bertambah menyusul peringatan evakuasi yang belum pernah terjadi sebelumnya yang dikeluarkan oleh tentara Israel.

Disebutkan bahwa pasukan Zionis mendesak warga untuk meninggalkan wilayah-wilayah luas di seluruh Lebanon.

Koordinator kemanusiaan PBB di Lebanon, Imran Riza, mengatakan kepada Reuters bahwa situasi selama dua hari terakhir belum pernah terjadi sebelumnya, baik skala peringatan dan perintah evakuasi maupun kepanikan yang muncul di seluruh negeri.

"Sejauh ini, sekitar 100.000 orang tinggal di sekitar 477 penampungan bersama, sementara sekitar 57 penampungan masih memiliki sisa ruang, tetapi kapasitasnya langsung penuh," katanya.

Riza mencatat warga Lebanon mengalami kepanikan dan kebingungan menyusul peringatan evakuasi dari Zionis Israel.

"Warga berhamburan kemana-mana tanpa tujuan yang pasti, dan saya yakin jumlahnya akan langsung bertambah," katanya, mengutip kejadian serupa di penampungan Beirut, di mana jumlah keluarga naik dari 90 menjadi 150 dalam sehari.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan bahwa 123 orang tewas dan 683 lainnya terluka akibat serangan Israel di negara tersebut.

Riza menambahkan bahwa sejumlah petugas kesehatan tewas dan terluka, sehingga menyerukan perlunya penghormatan terhadap hukum humaniter internasional.

Sumber: WAFA