Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto merasa bangga melihat perkembangan nasabah Bullion Bank yang naik signifikan, sejak pertama kali diluncurkan tahun lalu. Ini menunjukkan antusias masyarakat terhadap investasi emas terus meningkat, seiring dengan ketidakpastian ekonomi global.
"Tentu kita ingat pada tanggal 26 Februari yang lalu, Bapak Presiden meresmikan kegiatan usaha Bullion Bank atau Bank Emas Indonesia. Namun, waktu itu tantangan kita membuat roadmap-nya dulu atau jalan dulu," kata Menko Airlangga dalam Launching Indonesia Bullion Ecosystem Roadmap di Jakarta, Jumat (6/3).
Ketika Bulion Bank pertama kali diluncurkan, jumlah nasabah tercatat sekitar 3,2 juta. Kini, hanya dalam waktu setahun angkanya meningkat menjadi 5,7 juta nasabah.
"Jadi, itu meningkat dengan cepat. Dan jumlah yang digadaikan di Pegadaian, nilai emasnya meningkat menjadi 144,7 ton dari 94 ton. Mereka yang sudah memanfaatkan itu menjadi pinjaman, itu juga naik sebesar 38,5 ton atau senilai Rp102 triliun," ujar Airlangga.
Ia menambahkan emas merupakan instrumen investasi safe haven yang banyak diminati masyarakat untuk menghadapi berbagai ketidakpastian ekonomi, termasuk dinamika geopolitik global.
Dengan berkembangnya literasi, sambungnya, masyarakat semakin paham tentang investasi, khususnya emas. Ditambah Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia (BSI) semakin memudahkan masyarakat, bisa memecah emas dalam bentuk uang Rp100 ribu, Rp200 ribu, dan lainnya.
"Penguatan ekosistem ini semakin lengkap dengan dibentuknya asosiasi, yaitu Indonesia Bullion Market Association. Sehingga, ini wadah koordinasi untuk industri emas dan mitra strategis pemerintah," sambungnya.
Ke depannya, Airlangga berharap tabungan haji juga bisa invest di emas. Berdasarkan pengalaman, subsidi untuk haji terus ditambah karena nilainya selalu bersaing terhadap currency US dollar.
"Namun kalau dengan emas, kita melihat emas pun terapresiasi sehingga apa yang ditabung hari ini sama akan diambil masa depan itu deltanya bisa memitigasi risiko," kata dia.
Maka dari itu, Airlangga akan mendorong kemudahan usaha dari Bullion dan terus memantau kebijakan perpajakannya. Nantinya, akan dilihat apakah insentif lain perlu didorong agar emas aman dari segi fisik demi melindungi konsumen.
"Dengan berbagai hal tersebut, sekali lagi Bullion emas yang sudah dirintis untuk dapat dimanfaatkan secara optimal yang berkelanjutan," tutupnya.
Penyelenggaraan acara ini disponsori oleh beberapa pihak, seperti PT Pegadaian, Bank BSI, HRTA Gold, Galeri 24 Pegadaian, dan juga Asosiasi Produsen Perhiasan Indonesia (APPI).







