Konflik Iran vs Israel-AS Memanas, Penerbangan Umrah di Bandara Internasional Minangkabau Ditutup
Rahmadi March 07, 2026 07:27 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Layanan penerbangan langsung (charter flight) dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM) menuju Jeddah, Arab Saudi, untuk jemaah umrah ditutup sementara menyusul situasi geopolitik yang memanas di Timur Tengah.

Keputusan tersebut diambil sebagai langkah antisipasi terhadap konflik yang tengah terjadi antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat yang berdampak pada sejumlah jalur penerbangan internasional.

General Manager InJourney Airports Kantor Cabang Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Dony Subardono, mengatakan penutupan sementara penerbangan charter umrah dilakukan mulai 3 hingga 18 Maret 2026.

“Terkait kondisi geopolitik global yang berkembang, khususnya konflik di Timur Tengah, layanan charter flight dari BIM menuju Jeddah untuk sementara ditutup mulai 3 sampai 18 Maret 2026,” kata Dony Subardono, Sabtu (7/3/2026).

Meski demikian, ia memastikan alur perjalanan jemaah umrah dari Sumatera Barat masih dapat dilakukan melalui jalur alternatif.

Baca juga: Sektor Peternakan Sumatera Barat Tumbuh Positif di Tengah Tren Penurunan Nilai Tukar Petani

Para jemaah tetap bisa berangkat dengan skema transit, seperti melalui Malaysia menuju Dubai atau langsung ke Jeddah.

Di sisi lain, Dony menyebutkan maskapai penerbangan mulai mengantisipasi peningkatan penumpang menjelang periode angkutan Lebaran.

Terkait armada, maskapai Citilink dan Garuda Indonesia dilaporkan telah mengajukan extra flight untuk mengakomodasi lonjakan penumpang dari dan menuju Sumatera Barat.

Sementara itu, maskapai Lion Air terpantau belum mengajukan tambahan penerbangan meskipun tingkat keterisian kursi dari luar daerah dilaporkan mulai tinggi.

Meski penerbangan langsung ke Jeddah dihentikan sementara, pihak bandara memastikan proses evakuasi atau kepulangan jemaah tetap tersedia.

Baca juga: Peringatan Dini Cuaca Sumbar 7 Maret 2026, BMKG Ingatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang Sore Ini

Akses penerbangan dari Arab Saudi menuju BIM masih tersedia pada 5 hingga 8 Maret 2026, sehingga kepulangan jemaah yang telah berada di Tanah Suci tetap dapat difasilitasi.

Untuk memastikan pelayanan kepada penumpang tetap berjalan optimal selama periode angkutan Lebaran, pihak bandara juga akan mengoperasikan posko terpadu.

Posko ini bertujuan mempermudah penyampaian informasi terbaru serta koordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk maskapai, otoritas penerbangan, hingga awak media.

Jumlah tersebut tercatat dari jemaah umrah yang berangkat pada program awal Ramadan dan Full Ramadan.

Baca juga: Daya Beli Petani Sumatera Barat Menurun di Tengah Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Februari 2026

Keterangan ini disampaikan langsung oleh Kakanwil Haji dan Umrah Sumbar, Rifki Diflaizar, saat ditemui TribunPadang.com di kantornya, Senin (2/3/2026).

Diketahui, perang yang memanas di Timur Tengah sehingga membuat sejumlah penerbangan ditutup.

Tentu, bagi jemaah Indonesia yang melaksanakan ibadah umrah menjadi perhatian pemerintah.

Menanggapi itu, Kakanwil Haji dan Umrah Sumbar menyebut bahwa 1.500 orang jemaah umrah Sumbar berangkat pada program Full Ramadan.

“Sementara 1.000 jemaah berangkat pada program awal Ramadan. Kalau untuk jumlah terbanyak dari Padang,” ungkapnya sembari memastikan kembali data jemaah asal Sumbar.

Pada program awal Ramadan, para jemaah telah berangkat pada 22 Februari 2026 lalu dengan pesawat dari berbagai travel haji dan umrah.

Baca juga: Mampukah Semen Padang FC Keluar dari Zona Degradasi BRI Super League? Lawan PSBS Biak Jadi Penentu

Sebanyak 1.000 jemaah tersebut ditargetkan kembali ke Tanah Air pada 5 Maret 2026, dan akan mendarat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM).

Lalu untuk program Full Ramadan, sebanyak 1.500 jemaah telah berangkat pada 23 Februari 2026 lalu.

“Pada program ini, mereka ditargetkan kembali ke Padang sekitar 26 Maret 2026 nanti,” pungkasnya.

Meski begitu, penerbangan langsung dari Arab Saudi menuju Indonesia hingga saat ini dilaporkan masih aman.

Untuk itu, pihaknya terus melakukan konfirmasi terkait keberadaan serta jadwal kepulangan jemaah asal Sumbar pada 5 dan 23 Maret 2026 mendatang.

“Penerbangan langsung sampai saat ini masih aman, namun untuk yang transit baru terganggu karena ada yang melalui wilayah konflik,” tambahnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.